Modul Ajar & RPP Bahasa Indonesia Kelas XI
Berita
Modul ajar (RPP) Bahasa Indonesia SMK kelas XI materi Berita, gratis dalam Word + PDF atas nama Anda: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Bukan Berita yang Anda cari? Materi Bahasa Indonesia Kelas XI lainnya:
Lihat peta materi setahun8 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
| Fase / Kelas | F / XI |
| Materi Pokok | Berita |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 45 menit = 90 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar mengenai informasi faktual dan mampu mengidentifikasi pokok-pokok informasi dari berbagai sumber.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: penalaran kritis, komunikasi, kolaborasi.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah |
| Elemen / Domain | Menyimak dan Berbicara |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu mengevaluasi dan mengapresiasi informasi berupa gagasan, pikiran, perasaan, pandangan, arahan atau pesan yang akurat dari berbagai jenis teks nonfiksi, termasuk berita, serta menyampaikan tanggapan secara kritis dan kreatif. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Berita dapat ditemukan di berbagai media seperti koran, televisi, internet, dan radio yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa atau kejadian. |
| Konseptual | Berita adalah laporan mengenai fakta dan ide yang aktual, penting, dan menarik bagi sebagian besar khalayak, disajikan secara objektif. |
| Prosedural | Menganalisis berita melibatkan langkah-langkah identifikasi unsur-unsur berita, verifikasi keakuratan, dan evaluasi objektivitas serta keberpihakan. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari pentingnya kemampuan berpikir kritis dalam menyaring informasi berita untuk menghindari hoaks dan membuat keputusan yang tepat. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui tayangan video berita, peserta didik dapat mengidentifikasi unsur-unsur berita (5W+1H) dengan tepat.
- Dengan membaca teks berita, peserta didik dapat menganalisis struktur teks berita (orientasi, peristiwa, sumber informasi) secara runtut.
- Setelah berdiskusi kelompok, peserta didik dapat memverifikasi keakuratan informasi dalam berita dengan mengacu pada fakta yang disajikan.
- Melalui simulasi wawancara, peserta didik dapat menyusun laporan berita sederhana berdasarkan hasil wawancara dengan kaidah kebahasaan yang benar.
- Dengan membandingkan beberapa berita, peserta didik dapat mengevaluasi objektivitas dan keberpihakan penulis berita secara kritis.
Pemahaman bermakna: Memahami berita secara mendalam membantu peserta didik menjadi warga negara yang cakap dalam menyaring informasi, mengidentifikasi fakta dan opini, serta mengembangkan perspektif kritis terhadap isu-isu aktual yang terjadi di masyarakat.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa kita perlu menjadi pembaca berita yang kritis di era banjir informasi ini?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Pendidikan Pancasila: Mengembangkan sikap kritis terhadap informasi berita untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta mengidentifikasi hoaks. Teknologi Informasi dan Komunikasi: Memanfaatkan internet untuk mencari dan memverifikasi berita, serta menggunakan aplikasi presentasi untuk menyajikan analisis berita. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau komunitas dapat diajak berpartisipasi dengan menceritakan pengalaman mereka dalam menyaring berita atau menjadi narasumber untuk wawancara sederhana. |
| Lingkungan Pembelajaran | Lingkungan kelas yang kondusif untuk diskusi kelompok dan akses ke perpustakaan atau internet untuk mencari referensi berita yang beragam. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan platform berita online, video berita dari YouTube, dan aplikasi pengolah kata untuk penulisan laporan berita. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui tayangan video berita, peserta didik dapat mengidentifikasi unsur-unsur berita (5W+1H) dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan membaca teks berita, peserta didik dapat menganalisis struktur teks berita (orientasi, peristiwa, sumber informasi) secara runtut. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Tujuan Pertemuan 3 | Melalui simulasi wawancara, peserta didik dapat menyusun laporan berita sederhana berdasarkan hasil wawancara dengan kaidah kebahasaan yang benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi unsur-unsur berita (5W+1H) dari tayangan video dan menganalisis struktur teks berita.
Alat & bahan: Video berita, teks berita cetak/digital, alat tulis, lembar kerja, gawai (opsional)
Langkah kerja:
- Temukan unsur 5W+1H (apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, bagaimana) dalam teks berita berikut.
- Perhatikan tayangan video berita yang disajikan guru. Catat poin-poin penting yang kamu dengar dan lihat.
- Setelah menonton video, diskusikan dalam kelompokmu untuk mengidentifikasi unsur-unsur 5W+1H (Apa, Siapa, Kapan, Di mana, Mengapa, Bagaimana) dari berita tersebut. Tuliskan hasil diskusimu pada tabel yang disediakan.
- Baca dengan cermat teks berita yang dibagikan. Tandai bagian-bagian yang termasuk orientasi, peristiwa, dan sumber informasi.
- Bandingkan hasil identifikasi unsur 5W+1H dari video dan analisis struktur teks dari berita cetak/digital. Diskusikan perbedaannya jika ada.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang berita?
- Dari mana biasanya kamu mendapatkan informasi berita?
- Menurutmu, apa saja yang harus ada dalam sebuah berita?
- Pernahkah kamu menemukan berita yang informasinya tidak benar (hoaks)? Bagaimana kamu mengetahuinya?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi, serta kelengkapan LKPD.
Sumatif (akhir): Penilaian laporan berita sederhana yang disusun peserta didik berdasarkan hasil wawancara.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi unsur-unsur berita (5W+1H) dengan tepat. | Unsur-unsur berita (5W+1H). | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Menganalisis struktur teks berita (orientasi, peristiwa, sumber informasi) secara runtut. | Struktur teks berita. | 2 JP | penalaran kritis |
| 3 | Menyusun laporan berita sederhana berdasarkan hasil wawancara dengan kaidah kebahasaan yang benar. | Penyusunan laporan berita, kaidah kebahasaan berita. | 2 JP | komunikasi, kolaborasi |
Berita adalah jantung informasi yang menghubungkan kita dengan dunia. Di era digital ini, kemampuan untuk memahami dan menganalisis berita menjadi sangat penting agar kita tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang salah. Modul ini akan membimbing Anda untuk menjadi pembaca dan penyusun berita yang kritis dan bertanggung jawab, mulai dari mengenali unsur, struktur, hingga menyusun berita sederhana.
1. Mengenal Unsur-Unsur Berita (5W+1H)
Setiap berita yang baik selalu mengandung enam unsur pokok yang dikenal dengan formula 5W+1H. Apa (What) menjelaskan peristiwa apa yang terjadi. Siapa (Who) merujuk pada siapa saja yang terlibat. Kapan (When) menunjukkan waktu kejadian. Di mana (Where) menjelaskan lokasi peristiwa. Mengapa (Why) menguraikan alasan atau latar belakang peristiwa. Bagaimana (How) menjelaskan proses atau kronologi kejadian. Kelengkapan unsur ini memastikan berita informatif dan mudah dipahami pembaca.
2. Struktur Teks Berita
Teks berita umumnya memiliki struktur piramida terbalik, yang terdiri dari orientasi berita, peristiwa, dan sumber informasi. Orientasi berita adalah bagian pembuka yang berisi pengenalan masalah atau peristiwa. Bagian peristiwa berisi inti kejadian yang disampaikan secara berurutan. Sumber informasi adalah bagian penutup yang memuat asal usul berita, biasanya berupa pernyataan narasumber atau lembaga terkait. Struktur ini membantu pembaca memahami informasi penting dengan cepat.
3. Kaidah Kebahasaan Berita
Berita menggunakan bahasa yang baku, lugas, dan komunikatif. Ciri-ciri kebahasaan berita meliputi penggunaan kalimat langsung dan tidak langsung, konjungsi temporal dan kausalitas, kata kerja mental, serta fungsi keterangan waktu dan tempat. Kalimat langsung digunakan untuk mengutip pernyataan narasumber, sedangkan kalimat tidak langsung untuk melaporkan kembali ucapan narasumber. Penggunaan bahasa yang tepat mendukung objektivitas dan kredibilitas berita.
4. Verifikasi dan Objektivitas Berita
Penting untuk memverifikasi keakuratan informasi dalam berita. Caranya adalah dengan membandingkan berita dari berbagai sumber yang kredibel, memeriksa fakta dan data yang disajikan, serta mencari tahu latar belakang penulis atau media. Objektivitas berarti berita disajikan tanpa keberpihakan atau opini pribadi penulis. Berita yang objektif menyajikan fakta apa adanya, tanpa menambah atau mengurangi informasi, sehingga pembaca dapat membentuk pandangan sendiri.
5. Menyusun Laporan Berita Sederhana
Untuk menyusun laporan berita sederhana, mulailah dengan menentukan topik yang aktual dan menarik. Lakukan pengumpulan data, bisa melalui observasi, wawancara, atau studi dokumen. Setelah itu, identifikasi unsur 5W+1H dan susun kerangka berita. Tulis berita dengan memperhatikan struktur dan kaidah kebahasaan yang benar, serta pastikan informasinya akurat dan objektif. Lakukan penyuntingan untuk memeriksa tata bahasa dan ejaan.
Rangkuman: Berita adalah laporan faktual yang aktual, penting, dan menarik, disampaikan secara objektif. Berita memiliki unsur 5W+1H dan struktur orientasi, peristiwa, serta sumber informasi. Kaidah kebahasaan berita meliputi penggunaan kalimat langsung/tidak langsung, konjungsi, dan kata kerja mental. Kemampuan memverifikasi dan menyusun berita secara objektif sangat krusial di era informasi saat ini untuk menghindari hoaks dan menjadi warga negara yang kritis.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| 5W+1H | Unsur-unsur pokok berita: What, Who, When, Where, Why, How. |
| Objektivitas | Penyajian informasi tanpa keberpihakan atau opini pribadi. |
| Hoaks | Berita bohong atau informasi palsu yang sengaja disebarkan. |
| Kredibel | Dapat dipercaya atau memiliki keabsahan. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Berita" mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas XI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Peta Materi Bahasa Indonesia Kelas XI Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil4 dari 4 siap unduh
Teks ProsedurModul siap unduh · Word + PDF ber-kopTeks EksplanasiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopCeramahModul siap unduh · Word + PDF ber-kopCerpenModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap4 dari 4 siap unduh
ProposalModul siap unduh · Word + PDF ber-kopKarya IlmiahModul siap unduh · Word + PDF ber-kopResensiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopDramaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopModul Bahasa Indonesia lain yang sudah tersedia
Teks BeritaBahasa Indonesia Kelas XI SMKTeks Berita dan vlogBahasa Indonesia Kelas XI SMKBermain DramaBahasa Indonesia Kelas XI SMKCerpen dan ResensiBahasa Indonesia Kelas XI SMKLihat semua Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas XI →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Bahasa Indonesia kelas 11 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas XI dan kelas 11 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Berita pada Bahasa Indonesia SMK, Fase F, elemen Menyimak dan Berbicara.
Modul Berita ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Berita untuk Bahasa Indonesia kelas XI.
Apakah modul ajar Bahasa Indonesia materi Berita ini gratis?
Ya. Modul Berita untuk kelas XI SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Berita ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Bahasa Indonesia kelas XI ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas XI langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Berita ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Berita dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Indonesia kelas XI di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Bahasa Indonesia kelas XI ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Berita ini mengikuti Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, pada Fase F untuk kelas XI SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Berita tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Berita untuk Bahasa Indonesia kelas XI di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Berita ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bahasa Indonesia kelas XI SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Berita beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Bahasa Indonesia kelas XI berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.
Modul Bahasa Indonesia ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?
Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Berita disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.