Modul Ajar & RPP SKI Kelas XII
Peran Walisongo dalam Penyebaran Islam di Indonesia
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
- 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air
📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | SKI |
| Fase / Kelas | F / XII |
| Materi Pokok | Peran Walisongo dalam Penyebaran Islam di Indonesia |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang sejarah masuknya Islam ke Indonesia dan beberapa tokoh awal penyebarnya. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak mulia
Peserta didik mengembangkan sikap toleransi dan menghargai keberagaman budaya dalam konteks penyebaran Islam oleh Walisongo. - penalaran kritis — elemen: memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
Peserta didik menganalisis berbagai sumber informasi tentang strategi dakwah Walisongo dan dampaknya terhadap masyarakat. - kolaborasi — elemen: kerja sama
Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk merancang dan menyajikan proyek tentang peran Walisongo.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025 |
| Elemen / Domain | Sejarah Kebudayaan Islam |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menganalisis peran tokoh-tokoh penting dalam perkembangan Islam di Indonesia, termasuk Walisongo, serta mengaitkannya dengan nilai-nilai kearifan lokal dan kontemporer untuk membangun peradaban Islam yang moderat dan toleran. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Walisongo adalah sembilan tokoh ulama yang berperan besar dalam menyebarkan Islam di Jawa pada abad ke-14 dan ke-15 Masehi. |
| Konseptual | Penyebaran Islam oleh Walisongo dilakukan melalui pendekatan akulturasi budaya, pendidikan, seni, dan sosial, yang menghasilkan integrasi Islam dengan tradisi lokal. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari langkah-langkah menganalisis strategi dakwah Walisongo dan menyusun proyek presentasi sejarah. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari bagaimana metode dakwah yang adaptif dan damai dapat menjadi pelajaran berharga dalam menghadapi tantangan keberagaman. |
Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Meningkatkan keimanan dan ketakwaan dengan meneladani akhlak mulia Walisongo dalam berdakwah secara damai dan toleran. |
| 2. Cinta Ilmu | Mendorong peserta didik untuk mencari dan mengkaji ilmu pengetahuan sejarah Islam secara mendalam melalui berbagai sumber. |
| 3. Cinta Lingkungan | Menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga dan melestarikan peninggalan sejarah Islam sebagai warisan budaya bangsa. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Menghargai keberagaman dan perbedaan sebagai manifestasi ajaran Islam yang rahmatan lil alamin, seperti dicontohkan Walisongo. |
| 5. Cinta Tanah Air | Membangun rasa cinta tanah air dengan memahami kontribusi Walisongo dalam membentuk identitas keislaman dan kebudayaan Indonesia. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui pengamatan peta persebaran Walisongo, peserta didik dapat mengidentifikasi wilayah dakwah masing-masing Walisongo dengan tepat.
- Dengan membaca bahan ajar dan berdiskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis strategi dakwah Walisongo yang adaptif dan damai dengan minimal tiga contoh.
- Setelah menganalisis peran Walisongo, peserta didik dapat menyusun rancangan proyek presentasi tentang kontribusi Walisongo dalam pembentukan peradaban Islam di Indonesia secara runtut.
- Melalui pengerjaan proyek, peserta didik dapat menyajikan hasil analisis tentang peran Walisongo dalam menyebarkan Islam di Indonesia dengan menggunakan media presentasi yang menarik dan informatif.
- Setelah menyimak presentasi kelompok lain, peserta didik dapat mengevaluasi efektivitas strategi dakwah Walisongo dalam konteks masa kini dengan memberikan argumen yang rasional.
Pemahaman bermakna: Memahami peran Walisongo tidak hanya tentang sejarah, tetapi juga tentang bagaimana nilai-nilai Islam dapat disebarkan secara damai dan adaptif, menghargai budaya lokal untuk membentuk masyarakat yang harmonis dan toleran.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana Walisongo, dengan segala keterbatasannya, mampu menyebarkan Islam secara luas di Nusantara tanpa peperangan besar, dan apa relevansinya dengan tantangan dakwah masa kini?"
| Praktik Pedagogis | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Seni Budaya: Menganalisis peran Walisongo dalam mengembangkan seni tradisional (wayang, gamelan) sebagai media dakwah. Sejarah Indonesia: Membandingkan metode penyebaran agama lain di Indonesia dengan metode dakwah Walisongo. Sosiologi: Mengkaji proses akulturasi budaya yang terjadi selama penyebaran Islam oleh Walisongo dan dampaknya pada struktur sosial masyarakat. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak berdiskusi tentang sejarah lokal terkait penyebaran Islam atau mengunjungi situs-situs bersejarah Walisongo bersama anak. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas yang dilengkapi proyektor dan akses internet, serta perpustakaan sekolah yang menyediakan buku-buku sejarah Islam, menciptakan suasana belajar yang kondusif. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan platform presentasi digital seperti Canva atau Google Slides untuk membuat presentasi yang interaktif dan menarik, serta pencarian informasi melalui sumber digital terpercaya. |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui pengamatan peta persebaran Walisongo, peserta didik dapat mengidentifikasi wilayah dakwah masing-masing Walisongo dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Tokoh Walisongo: Guru menampilkan gambar siluet tokoh Walisongo, peserta didik menebak nama dan wilayah dakwahnya. Siapa cepat dia dapat poin.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan membaca bahan ajar dan berdiskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis strategi dakwah Walisongo yang adaptif dan damai dengan minimal tiga contoh. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Rantai Kata Dakwah: Guru menyebut satu kata terkait dakwah Walisongo, lalu peserta didik lain melanjutkan dengan kata yang berhubungan, membentuk rantai kata.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 25 menit
Tujuan: Kamu akan mengidentifikasi wilayah dakwah Walisongo dan menganalisis strategi dakwah mereka.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan dan diskusikan dalam kelompok. 3) Catat temuan di tabel, lalu simpulkan berdasarkan bukti.
Info singkat: Walisongo adalah sembilan tokoh ulama penyebar Islam di Jawa pada abad ke-14 dan ke-15 Masehi. Mereka dikenal karena pendekatan dakwah yang damai dan adaptif, mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan budaya lokal.
Alat & bahan: bahan ajar, alat tulis, peta persebaran Walisongo
Langkah kerja:
- Tuliskan nama asli setiap wali pada tabel berikut, lalu tuliskan cara dakwah salah satunya.
Walisongo dan nama aslinya Wali Nama asli Sunan Bonang Sunan Drajat Sunan Kudus Sunan Kalijaga Gambar 1. Tabel - Amati Peta 1 tentang persebaran Walisongo dan identifikasi nama-nama Walisongo yang tertera.
- Baca bahan ajar tentang profil singkat Walisongo dan strategi dakwah mereka, catat poin-poin penting.
- Cocokkan nama Walisongo dengan wilayah dakwah utamanya pada peta, lalu tuliskan di kolom yang tersedia.
- Identifikasi minimal tiga strategi dakwah yang digunakan Walisongo dan berikan contoh konkretnya.
- Diskusikan dalam kelompok, bagaimana strategi dakwah Walisongo relevan dengan kondisi masyarakat Indonesia saat ini?
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Siapa sajakah tokoh yang kamu kenal sebagai penyebar Islam di Jawa?
- Menurutmu, bagaimana cara Islam bisa menyebar begitu luas di Indonesia?
- Apakah kamu tahu salah satu peninggalan bersejarah dari Walisongo?
- Apa yang kamu harapkan bisa kamu pelajari dari materi tentang Walisongo?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan progres pengerjaan proyek presentasi.
Sumatif (akhir): Penilaian proyek presentasi kelompok dan refleksi individu tentang relevansi peran Walisongo.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi wilayah dakwah Walisongo | Profil Walisongo dan wilayah dakwahnya | 2 JP | keimanan dan ketakwaan, penalaran kritis |
| 2 | Menganalisis strategi dakwah Walisongo | Metode dan pendekatan dakwah Walisongo | 2 JP | penalaran kritis, kolaborasi |
| 3 | Menyusun rancangan proyek presentasi | Kontribusi Walisongo dalam peradaban Islam | 2 JP | penalaran kritis, kolaborasi |
| 4 | Menyajikan hasil analisis dan mengevaluasi | Evaluasi proyek dan relevansi Walisongo | 2 JP | kolaborasi, keimanan dan ketakwaan |
Walisongo adalah sembilan tokoh ulama penyebar Islam di Jawa pada abad ke-14 dan ke-15 Masehi. Mereka dikenal karena pendekatan dakwah yang damai dan adaptif, mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan budaya lokal. Kisah mereka bukan sekadar sejarah, tetapi juga cerminan kearifan dalam berdakwah.
1. Siapakah Walisongo?
Walisongo secara harfiah berarti 'sembilan wali'. Mereka adalah sekelompok ulama besar yang berperan sentral dalam penyebaran Islam di Pulau Jawa. Meskipun jumlahnya sembilan, nama-nama yang termasuk dalam daftar Walisongo dapat bervariasi dalam beberapa tradisi, namun yang paling dikenal adalah Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Muria, dan Sunan Gunung Jati. Mereka hidup pada masa transisi kekuasaan dari kerajaan Hindu-Buddha ke kesultanan Islam.
2. Wilayah Dakwah Walisongo
Setiap Walisongo memiliki wilayah dakwah dan fokus yang berbeda. Maulana Malik Ibrahim berdakwah di Gresik, Sunan Ampel di Surabaya, dan Sunan Giri di Gresik dan sekitarnya. Sunan Bonang dan Sunan Drajat aktif di pesisir utara Jawa Timur, sedangkan Sunan Kalijaga menyebar Islam di Jawa Tengah melalui seni dan budaya. Sunan Kudus di Kudus, Sunan Muria di lereng Gunung Muria, dan Sunan Gunung Jati di Cirebon dan Banten. Pembagian wilayah ini menunjukkan strategi terencana dalam menyebarkan ajaran Islam secara merata.
3. Strategi Dakwah Melalui Pendidikan
Walisongo mendirikan pesantren sebagai pusat pendidikan Islam. Contohnya, Sunan Ampel mendirikan Pesantren Ampeldenta yang melahirkan banyak ulama. Pesantren tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga keterampilan hidup dan akhlak mulia. Melalui pendidikan, Walisongo berhasil mencetak kader-kader dakwah yang kemudian melanjutkan perjuangan mereka, serta membentuk masyarakat yang berpengetahuan dan beradab.
4. Strategi Dakwah Melalui Seni dan Budaya
Salah satu strategi paling menonjol adalah melalui akulturasi budaya. Sunan Kalijaga terkenal menggunakan media wayang kulit dan gamelan untuk menyampaikan ajaran Islam. Ia tidak menghapus tradisi lama, melainkan mengisinya dengan nilai-nilai Islam. Syair-syair dan tembang-tembang Jawa juga digunakan sebagai sarana dakwah yang mudah diterima masyarakat, seperti 'Lir-Ilir' karya Sunan Kalijaga.
5. Strategi Dakwah Melalui Perdagangan dan Pernikahan
Beberapa Walisongo, seperti Maulana Malik Ibrahim, juga dikenal sebagai pedagang. Mereka berinteraksi dengan masyarakat melalui jalur ekonomi, menunjukkan akhlak mulia, dan secara bertahap memperkenalkan Islam. Pernikahan antara ulama atau keturunan Walisongo dengan putri-putri penguasa lokal juga menjadi strategi efektif untuk memperluas pengaruh Islam secara damai dan menciptakan ikatan kekerabatan yang kuat.
6. Strategi Dakwah Melalui Sosial dan Politik
Walisongo juga aktif dalam kegiatan sosial dan politik. Mereka membantu masyarakat dalam bidang pertanian, kesehatan, dan kesejahteraan. Sunan Drajat dikenal dengan ajaran 'papadhang' (menerangi), menekankan pentingnya membantu fakir miskin. Beberapa Walisongo juga terlibat dalam pendirian kesultanan Islam, seperti Kesultanan Demak, yang menjadi pusat kekuatan politik Islam di Jawa.
7. Kontribusi Walisongo dalam Pembentukan Peradaban Islam
Peran Walisongo sangat fundamental dalam membentuk peradaban Islam di Indonesia. Mereka tidak hanya menyebarkan agama, tetapi juga membangun fondasi kebudayaan, pendidikan, dan sistem sosial yang bernafaskan Islam. Hasilnya adalah Islam yang ramah, toleran, dan menyatu dengan kearifan lokal, menciptakan identitas keislaman Indonesia yang khas. Warisan mereka masih terasa hingga kini dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Rangkuman: Walisongo adalah sembilan ulama yang menyebarkan Islam di Jawa melalui pendekatan damai dan adaptif. Mereka menggunakan pendidikan (pesantren), seni budaya (wayang, gamelan), perdagangan, pernikahan, serta kegiatan sosial dan politik. Kontribusi mereka membentuk peradaban Islam Indonesia yang khas, harmonis dengan budaya lokal, dan meninggalkan warisan berharga hingga saat ini.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Walisongo | Sembilan ulama penyebar Islam di Jawa. |
| Akulturasi | Perpaduan dua kebudayaan atau lebih yang menghasilkan kebudayaan baru tanpa menghilangkan unsur asli. |
| Pesantren | Lembaga pendidikan Islam tradisional. |
| Wayang Kulit | Seni pertunjukan tradisional Jawa menggunakan boneka kulit. |
| Gamelan | Alat musik tradisional Jawa. |
| Papadhang | Ajaran Sunan Drajat yang berarti menerangi atau membantu fakir miskin. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Peran Walisongo dalam Penyebaran Islam di Indonesia" mata pelajaran SKI Kelas XII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025
Bukan Peran Walisongo dalam Penyebaran Islam di Indonesia yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi SKI Kelas XII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil5 dari 5 siap unduh
Gerakan Pembaharuan dalam IslamModul siap unduh · Word + PDF ber-kopMasuknya Islam ke NusantaraModul siap unduh · Word + PDF ber-kopKerajaan Islam di NusantaraModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPeran Organisasi Islam di IndonesiaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopIslam di Dunia ModernModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap4 dari 4 siap unduh
Gerakan Pembaruan Islam (Tajdid)Modul siap unduh · Word + PDF ber-kopTokoh Pembaru Dunia IslamModul siap unduh · Word + PDF ber-kopIslam di Indonesia Masa ModernModul siap unduh · Word + PDF ber-kopOrganisasi Islam di IndonesiaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopModul SKI lain yang sudah tersedia
Peranan Wali Songo dalam Penyebaran Islam di Pulau JawaSKI Kelas XII MALihat semua Modul Ajar SKI Kelas XII →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar SKI kelas 12 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas XII dan kelas 12 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Peran Walisongo dalam Penyebaran Islam di Indonesia pada SKI MA, Fase F, elemen Sejarah Kebudayaan Islam.
Modul Peran Walisongo dalam Penyebaran Islam di Indonesia ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Peran Walisongo dalam Penyebaran Islam di Indonesia untuk SKI kelas XII.
Apakah modul ajar SKI materi Peran Walisongo dalam Penyebaran Islam di Indonesia ini gratis?
Ya. Modul Peran Walisongo dalam Penyebaran Islam di Indonesia untuk kelas XII MA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Peran Walisongo dalam Penyebaran Islam di Indonesia ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas SKI kelas XII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul SKI kelas XII langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Peran Walisongo dalam Penyebaran Islam di Indonesia ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Peran Walisongo dalam Penyebaran Islam di Indonesia dapat Anda sesuaikan dengan murid SKI kelas XII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar SKI kelas XII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Peran Walisongo dalam Penyebaran Islam di Indonesia ini mengikuti SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025, pada Fase F untuk kelas XII MA. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Peran Walisongo dalam Penyebaran Islam di Indonesia tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Peran Walisongo dalam Penyebaran Islam di Indonesia untuk SKI kelas XII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Peran Walisongo dalam Penyebaran Islam di Indonesia ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh SKI kelas XII MA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Peran Walisongo dalam Penyebaran Islam di Indonesia beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap SKI kelas XII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun, Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah, dan PPT bahan tayang tiap pertemuan tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul SKI ini cocok untuk MA negeri, swasta, maupun SMA?
Ya. Kop, logo, dan nama MA Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMA, pilih jenjang SMA saat mengisi borang: materi Peran Walisongo dalam Penyebaran Islam di Indonesia yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag).
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.