Modul Ajar & RPP Bahasa Indonesia Kelas IX
Belajar Menulis Pantun
Sudah jadi 10 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
- 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air
📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Isi modul ini
Di bawah ini 10 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
| Fase / Kelas | D / IX |
| Materi Pokok | Belajar Menulis Pantun |
| Alokasi Waktu | 1 Pertemuan (2 JP: 2 JP × 40 menit = 80 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah mengenal ciri-ciri dasar pantun dan mampu membedakannya dengan jenis puisi lama lainnya. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak bernegara
Peserta didik mengembangkan pantun dengan nilai-nilai luhur dan pesan moral yang positif, mencerminkan akhlak bernegara yang baik. - kreativitas — elemen: menghasilkan karya dan tindakan orisinal
Peserta didik menciptakan pantun orisinal dengan ide-ide baru dan gaya bahasa yang menarik, menunjukkan kemampuan berkreasi unik. - komunikasi — elemen: berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif
Peserta didik menyajikan pantun hasil karyanya di depan kelas dengan jelas dan percaya diri, melatih keterampilan berkomunikasi efektif.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Menulis |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menulis berbagai jenis teks (narasi, deskripsi, eksposisi, persuasi, dan argumentasi) untuk menyampaikan gagasan, perasaan, dan informasi secara logis, kritis, dan kreatif, serta memperhatikan kaidah kebahasaan dan struktur teks. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Pantun sering digunakan dalam acara adat, nasihat, atau hiburan di berbagai daerah di Indonesia. |
| Konseptual | Pantun adalah bentuk puisi lama yang terikat oleh aturan jumlah baris, rima, dan isi. |
| Prosedural | Menulis pantun melibatkan langkah-langkah menentukan tema, membuat sampiran, dan menyusun isi yang sesuai. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari bahwa menulis pantun membutuhkan pemahaman kaidah dan kreativitas dalam memilih kata. |
Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Menyusun pantun yang berisi nasihat kebaikan dan pesan moral yang positif, sebagai wujud ketaatan kepada ajaran agama. |
| 2. Cinta Ilmu | Mencari tahu dan memahami lebih dalam tentang kaidah penulisan pantun, menunjukkan semangat untuk terus belajar dan berkreasi. |
| 3. Cinta Lingkungan | Menciptakan pantun bertema lingkungan yang berisi ajakan untuk menjaga kebersihan dan kelestarian alam sekitar kita. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Membuat pantun nasihat untuk sahabat, mencerminkan kepedulian dan keinginan untuk saling mendukung dalam kebaikan. |
| 5. Cinta Tanah Air | Melestarikan pantun sebagai warisan budaya Indonesia, menunjukkan rasa bangga dan cinta terhadap kekayaan sastra tanah air. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui pengamatan contoh pantun, peserta didik dapat mengidentifikasi struktur dan kaidah kebahasaan pantun dengan tepat.
- Melalui praktik menulis, peserta didik dapat menyusun pantun sesuai kaidah (rima a-b-a-b, 4 baris, sampiran-isi) dengan bahasa yang indah dan pesan moral yang positif.
- Melalui kegiatan berbagi, peserta didik dapat memberikan umpan balik konstruktif terhadap pantun teman sebaya sesuai kaidah penulisan pantun.
Pemahaman bermakna: Menulis pantun bukan hanya tentang mengikuti aturan, tetapi juga tentang menyampaikan pesan dan perasaan secara indah dan bermakna, serta melestarikan warisan budaya Indonesia.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kita menyampaikan nasihat atau perasaan yang berkesan dan mudah diingat oleh orang lain?"
| Praktik Pedagogis | Project Based Learning + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Seni Budaya: Mempelajari pantun sebagai bagian dari seni sastra dan budaya daerah, termasuk penggunaannya dalam pertunjukan seni tradisional. Pendidikan Agama Islam: Mengintegrasikan nilai-nilai moral dan akhlak mulia dalam pesan-pesan pantun, sesuai dengan ajaran Islam. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak untuk mendengarkan dan memberikan apresiasi terhadap pantun yang dibuat oleh anak-anaknya di rumah, mendorong kecintaan pada sastra. |
| Lingkungan Pembelajaran | Lingkungan kelas yang kondusif dengan poster pantun inspiratif dan pojok baca puisi akan mendukung kreativitas peserta didik dalam menulis pantun. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan aplikasi daring seperti Padlet atau Google Docs untuk mengumpulkan dan berbagi pantun antarpeserta didik, serta melihat contoh-contoh pantun dari berbagai sumber digital. |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui praktik menulis, peserta didik dapat menyusun pantun sesuai kaidah (rima a-b-a-b, 4 baris, sampiran-isi) dengan bahasa yang indah dan pesan moral yang positif. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Kata Berima: Guru menyebutkan satu kata, lalu peserta didik secara bergantian menyebutkan kata lain yang berima sama dengan cepat. Siapa yang paling banyak menebak, dialah pemenangnya.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 25 menit
Tujuan: Kamu dapat menyusun pantun bertema 'Nasihat untuk Sahabat' sesuai kaidah dan pesan moral yang positif.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan bersama kelompok. 3) Tulis hasilnya di tabel, lalu simpulkan.
Info singkat: Pantun adalah salah satu bentuk puisi lama yang sangat populer di Indonesia. Kaya akan nilai budaya dan kearifan lokal, pantun tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media penyampaian nasihat, sindiran, atau ungkapan perasaan.
Alat & bahan: kertas HVS, alat tulis, kamus rima (opsional)
Langkah kerja:
- Tentukan sampiran, isi, dan pola rima teks pantun berikut, lalu buatlah satu pantun nasihat.
Gambar 1. Teks bacaan - Amati situasi persahabatan, lalu diskusikan dalam kelompokmu ide-ide nasihat yang ingin disampaikan kepada sahabat.
- Tentukan satu tema nasihat spesifik yang akan kamu tuangkan dalam pantunmu, lalu catat kata-kata kunci terkait tema tersebut.
- Susun draf sampiran pantunmu (dua baris pertama) dengan rima a-b-a-b, perhatikan jumlah suku kata, dan catatlah kata-kata di akhir baris.
- Lanjutkan dengan menyusun draf isi pantunmu (dua baris terakhir) yang memiliki rima sama dengan sampiran dan menyampaikan pesan nasihat yang jelas.
- Periksa kembali pantun yang kamu buat, pastikan sesuai dengan kaidah (4 baris, rima a-b-a-b, sampiran-isi) dan memiliki pesan moral yang baik.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang pantun?
- Sebutkan ciri-ciri pantun yang kamu ingat!
- Berikan satu contoh pantun yang kamu tahu!
Formatif (proses): Observasi saat diskusi kelompok dan penyusunan draf pantun, serta umpan balik dari teman sebaya.
Sumatif (akhir): Penilaian hasil karya pantun (proyek) dan presentasi pantun di depan kelas.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi struktur dan kaidah kebahasaan pantun | Ciri-ciri dan struktur pantun | 1 JP | penalaran kritis |
| 2 | Merancang ide dan tema pantun | Teknik menemukan ide dan tema pantun | 1 JP | kreativitas |
| 3 | Menyusun pantun sesuai kaidah | Langkah-langkah menulis pantun | 2 JP | kreativitas, komunikasi |
| 4 | Mempresentasikan dan memberikan umpan balik pantun | Etika presentasi dan umpan balik | 2 JP | komunikasi, kolaborasi |
Pantun adalah salah satu bentuk puisi lama yang sangat populer di Indonesia. Kaya akan nilai budaya dan kearifan lokal, pantun tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media penyampaian nasihat, sindiran, atau ungkapan perasaan. Mempelajari cara menulis pantun akan membantu kamu memahami keindahan bahasa dan melestarikan warisan sastra bangsa.
1. Mengenal Struktur Dasar Pantun
Pantun memiliki struktur yang khas. Setiap bait terdiri dari empat baris. Dua baris pertama disebut sampiran, yang berfungsi sebagai pengantar dan seringkali tidak berhubungan langsung dengan isi. Dua baris terakhir adalah isi, yang menyampaikan pesan atau maksud utama pantun. Struktur ini diikuti oleh pola rima a-b-a-b, yang berarti bunyi akhir baris pertama sama dengan ketiga, dan bunyi akhir baris kedua sama dengan keempat. Contoh: 'Pergi ke pasar beli duku / Pulang ke rumah naik becak / Rajinlah membaca buku / Agar ilmu tidak rusak'.
2. Kaidah Kebahasaan dalam Pantun
Selain struktur, pantun juga terikat pada kaidah kebahasaan tertentu. Setiap baris umumnya terdiri dari 8-12 suku kata. Pemilihan kata harus cermat agar tercipta rima yang indah dan pesan yang jelas. Seringkali, pantun menggunakan bahasa kiasan atau perumpamaan untuk memperindah makna dan membuatnya lebih menarik. Penggunaan majas personifikasi atau metafora juga sering ditemukan, memberikan sentuhan artistik pada pantun. Kualitas pantun sangat bergantung pada kemampuan penulis merangkai kata-kata dengan tepat.
3. Langkah Awal Menulis Pantun: Menentukan Tema
Langkah pertama dalam menulis pantun adalah menentukan tema. Tema bisa berupa nasihat, cinta, persahabatan, lingkungan, atau keagamaan. Tema yang jelas akan memudahkanmu dalam mengembangkan ide dan memilih kata-kata yang sesuai. Pilihlah tema yang dekat dengan pengalaman atau perasaanmu agar pantun terasa lebih hidup dan bermakna. Misalnya, jika ingin menulis pantun nasihat, pikirkan nasihat apa yang paling relevan untuk teman sebaya atau dirimu sendiri.
4. Membuat Sampiran yang Menarik
Sampiran adalah bagian yang seringkali dianggap paling menantang. Meskipun tidak berhubungan langsung dengan isi, sampiran harus memiliki rima yang sesuai dengan isi dan menarik perhatian pembaca. Sampiran bisa berupa gambaran alam, kejadian sehari-hari, atau kalimat yang lucu. Kuncinya adalah menciptakan dua baris pertama yang berima a-b dan memiliki jumlah suku kata yang seimbang, sekaligus mempersiapkan rima untuk bagian isi. Jangan takut bereksperimen dengan berbagai ide sampiran.
5. Menyusun Isi Pantun yang Bermakna
Setelah sampiran jadi, fokuslah pada isi pantun. Dua baris terakhir ini harus menyampaikan pesan atau gagasan utama yang ingin kamu sampaikan. Pastikan rima isi (a-b) sesuai dengan sampiran yang sudah kamu buat. Pilihlah kata-kata yang tepat agar pesanmu tersampaikan dengan jelas dan efektif. Isi pantun harus koheren dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat menangkap maksudmu tanpa kesulitan. Pesan moral yang positif akan membuat pantunmu semakin berharga.
6. Mengembangkan Gaya Bahasa dan Pesan Moral
Untuk membuat pantunmu lebih indah, cobalah mengembangkan gaya bahasa. Gunakan perumpamaan, metafora, atau personifikasi untuk memberikan sentuhan artistik. Misalnya, 'Bunga mawar harum baunya' bisa diubah menjadi 'Mawar merah merekah di taman'. Selain itu, pastikan pantunmu mengandung pesan moral atau nilai-nilai positif. Pantun yang baik tidak hanya indah secara bahasa, tetapi juga menginspirasi dan memberikan pelajaran berharga bagi pembacanya. Pesan moral ini bisa berupa ajakan kebaikan, peringatan, atau motivasi.
Rangkuman: Menulis pantun adalah proses kreatif yang melibatkan pemahaman struktur (4 baris, rima a-b-a-b, sampiran-isi) dan kaidah kebahasaan (8-12 suku kata per baris). Langkah-langkahnya meliputi menentukan tema, membuat sampiran yang menarik, dan menyusun isi yang bermakna dengan pesan moral positif. Dengan praktik dan eksplorasi gaya bahasa, kamu dapat menciptakan pantun yang indah dan berkesan, sekaligus melestarikan kekayaan sastra Indonesia.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Pantun | Puisi lama yang terikat aturan jumlah baris, rima, dan isi. |
| Sampiran | Dua baris pertama pantun, berfungsi sebagai pengantar, tidak langsung terkait isi. |
| Isi | Dua baris terakhir pantun, menyampaikan pesan atau maksud utama. |
| Rima a-b-a-b | Pola bunyi akhir baris pertama sama dengan ketiga, kedua sama dengan keempat. |
| Kaidah Kebahasaan | Aturan penggunaan bahasa dalam pantun, seperti jumlah suku kata per baris. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Belajar Menulis Pantun" mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas IX ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bagian dari Bab 2 · Belajar Berpantun
Modul ini membahas satu subbab. Subbab lain di bab ini, atau seluruh bab dalam satu modul:
Bab 2Belajar Berpantun2.1Menemukan Ciri-Ciri PantunModul siap unduh · Word + PDF ber-kop2.2Penggunaan Pantun dalam Kehidupan Sehari-hari2.3Belajar Menulis PantunSedang Anda buka2.4Membandingkan Pantun dengan Syair dan Gurindam2.5Melisankan Pantun2.6Memublikasikan PantunBukan Belajar Menulis Pantun yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Bahasa Indonesia Kelas IX Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil1 dari 2 siap unduh
Berbagi Argumentasi dalam Teks DiskusiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopBelajar BerpantunBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap2 materi · siap dibuatkan
Menuangkan Gagasan dalam Artikel Ilmiah PopulerBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisBERIKUTNYAMeneladani Pesan Moral dalam LegendaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Bahasa Indonesia lain yang sudah tersedia
Menemukan Ciri-Ciri PantunBahasa Indonesia Kelas IX MTsTeks diskusi dan pantunBahasa Indonesia Kelas IX MTsMemahami Teks RekonBahasa Indonesia Kelas IX MTsMembedakan Fakta, Asumsi, dan Opini dalam Teks RekonBahasa Indonesia Kelas IX MTsLihat semua Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas IX →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Bahasa Indonesia kelas 9 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas IX dan kelas 9 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Belajar Menulis Pantun pada Bahasa Indonesia MTs, Fase D, elemen Menulis.
Modul Belajar Menulis Pantun ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Bahasa Indonesia kelas IX MTs di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Bahasa Indonesia materi Belajar Menulis Pantun ini gratis?
Ya. Modul Belajar Menulis Pantun untuk kelas IX MTs dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Belajar Menulis Pantun ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Bahasa Indonesia kelas IX ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Belajar Menulis Pantun ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Belajar Menulis Pantun dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Indonesia kelas IX di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Bahasa Indonesia kelas IX ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Belajar Menulis Pantun ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas IX MTs. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Belajar Menulis Pantun tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Belajar Menulis Pantun untuk Bahasa Indonesia kelas IX di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Belajar Menulis Pantun ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bahasa Indonesia kelas IX MTs berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Belajar Menulis Pantun beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Bahasa Indonesia kelas IX berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun, Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah, dan PPT bahan tayang tiap pertemuan tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Bahasa Indonesia ini cocok untuk MTs negeri, swasta, maupun SMP?
Ya. Kop, logo, dan nama MTs Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMP, pilih jenjang SMP saat mengisi borang: materi Belajar Menulis Pantun yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Bahasa Indonesia SMP ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.