Modul Ajar & RPP Bahasa Indonesia Kelas VII
Sampaikan Melalui Surat
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
- 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air
📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
| Fase / Kelas | D / VII |
| Materi Pokok | Sampaikan Melalui Surat |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik memahami fungsi dasar komunikasi tertulis dan pernah melihat contoh surat dalam kehidupan sehari-hari. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak bernegara
Peserta didik menunjukkan sikap santun dan bertanggung jawab dalam berkomunikasi melalui surat sesuai ajaran agama. - komunikasi — elemen: komunikasi lisan dan tulisan
Peserta didik mampu menyusun surat pribadi dan surat resmi dengan struktur dan bahasa yang tepat serta efektif. - penalaran kritis — elemen: memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
Peserta didik menganalisis informasi penting dari berbagai jenis surat dan membedakan ciri-cirinya dengan cermat.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Menulis |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menulis berbagai jenis teks (narasi, deskripsi, eksposisi, persuasi, dan argumentasi) untuk menyampaikan gagasan, perasaan, dan informasi dalam berbagai konteks secara terstruktur dan logis. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Surat pribadi dan surat resmi adalah dua jenis teks tertulis yang digunakan untuk berkomunikasi dalam konteks yang berbeda. |
| Konseptual | Konsep inti materi ini adalah memahami struktur, kaidah kebahasaan, dan etika penulisan surat pribadi dan surat resmi. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari langkah-langkah sistematis dalam menulis surat pribadi dan surat resmi yang efektif dan santun. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya memilih jenis surat dan gaya bahasa yang sesuai dengan tujuan dan penerima pesan. |
Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Peserta didik menunjukkan sikap santun dan bertanggung jawab dalam berkomunikasi melalui surat, mencerminkan nilai-nilai ajaran agama. |
| 2. Cinta Ilmu | Peserta didik antusias mencari informasi dan menganalisis struktur serta kaidah kebahasaan surat, menunjukkan semangat ingin tahu dan belajar. |
| 3. Cinta Lingkungan | Peserta didik memanfaatkan kertas secara efisien dan tidak membuang-buang bahan dalam praktik menulis surat, menjaga kelestarian lingkungan. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Peserta didik berkomunikasi dengan bahasa yang santun dan hormat dalam surat, menumbuhkan empati dan penghargaan terhadap sesama. |
| 5. Cinta Tanah Air | Peserta didik menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam menulis surat, sebagai bentuk kecintaan dan pelestarian bahasa nasional. |
Tujuan Pembelajaran:
- Setelah mengamati contoh, peserta didik dapat membedakan karakteristik surat pribadi dan surat resmi dengan tepat.
- Melalui kegiatan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi unsur-unsur pembangun surat pribadi dan surat resmi secara runtut.
- Dengan menganalisis kasus, peserta didik dapat menentukan bahasa yang santun dan efektif untuk menulis surat pribadi dan surat resmi.
- Melalui praktik menulis, peserta didik dapat menyusun surat pribadi dengan struktur yang benar dan bahasa yang sesuai.
- Setelah menerima umpan balik, peserta didik dapat menulis surat resmi dengan kaidah kebahasaan yang baku dan format yang tepat.
Pemahaman bermakna: Memahami perbedaan dan kesamaan antara surat pribadi dan surat resmi memungkinkan kita berkomunikasi secara efektif dan santun dalam berbagai situasi kehidupan.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kita menyampaikan pesan penting kepada seseorang yang jauh dengan cara yang sopan dan terstruktur?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | PAI: Menghubungkan etika berkomunikasi dalam surat dengan ajaran Islam tentang adab bertutur kata dan saling menghormati. IPS: Menganalisis fungsi surat resmi dalam konteks administrasi pemerintahan atau organisasi sosial. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak berpartisipasi dengan menceritakan pengalaman mereka menulis atau menerima surat, serta membantu peserta didik mencari contoh surat di rumah. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok dan praktik menulis, dengan akses ke bahan ajar cetak dan proyektor untuk menampilkan contoh. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan aplikasi pengolah kata untuk penulisan surat resmi dan pencarian contoh surat digital melalui internet sebagai referensi. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Setelah mengamati contoh, peserta didik dapat membedakan karakteristik surat pribadi dan surat resmi dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Ice breaking: Tebak Kata Surat: Guru menyebutkan satu kata kunci terkait surat, peserta didik menebak apakah itu surat pribadi atau resmi. Contoh: 'Liburan' (pribadi).
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 35 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Melalui kegiatan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi unsur-unsur pembangun surat pribadi dan surat resmi secara runtut. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Rantai Kata Surat: Guru menyebutkan satu bagian surat, peserta didik berikutnya menyebutkan bagian surat lain yang relevan. Contoh: 'Alamat' -> 'Tanggal'.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 35 menit
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi unsur-unsur dan karakteristik surat pribadi dan surat resmi.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan bersama kelompok. 3) Tulis hasilnya di tabel, lalu simpulkan.
Info singkat: Surat adalah salah satu bentuk komunikasi tertulis yang telah digunakan sejak lama untuk menyampaikan pesan dari satu pihak ke pihak lain.
Alat & bahan: kertas, pulpen, contoh surat pribadi, contoh surat resmi
Langkah kerja:
- Amati Gambar 1 (Surat Pribadi) dan Gambar 2 (Surat Resmi) yang diberikan guru.
Gambar 1. Teks bacaan - Identifikasi unsur-unsur yang ada pada Surat Pribadi (misalnya: tanggal, alamat tujuan, salam pembuka) dan catat di tabel.
- Identifikasi unsur-unsur yang ada pada Surat Resmi (misalnya: kop surat, nomor surat, perihal) dan catat di tabel.
- Bandingkan kedua surat tersebut dan catat perbedaan serta persamaan yang kamu temukan.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apakah kamu pernah menulis surat?
- Kepada siapa kamu biasanya menulis surat?
- Apa saja bagian yang harus ada dalam sebuah surat?
- Menurutmu, apa bedanya surat untuk teman dan surat untuk kepala sekolah?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kemampuan mengidentifikasi unsur surat pada LKPD.
Sumatif (akhir): Penilaian hasil proyek penulisan surat pribadi dan surat resmi berdasarkan rubrik yang telah ditentukan.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Membedakan karakteristik surat pribadi dan surat resmi | Pengenalan surat pribadi dan surat resmi | 3 JP | komunikasi, penalaran kritis |
| 2 | Mengidentifikasi unsur-unsur pembangun surat pribadi dan surat resmi | Struktur dan unsur-unsur surat | 2 JP | penalaran kritis |
| 3 | Menentukan bahasa yang santun dan efektif dalam surat | Kaidah kebahasaan surat | 3 JP | keimanan dan ketakwaan, komunikasi |
| 4 | Menyusun surat pribadi dan surat resmi | Praktik menulis surat | 2 JP | komunikasi, penalaran kritis |
Surat adalah salah satu bentuk komunikasi tertulis yang telah digunakan sejak lama untuk menyampaikan pesan dari satu pihak ke pihak lain. Meskipun teknologi semakin canggih, kemampuan menulis surat yang baik tetap penting, terutama dalam konteks formal maupun personal. Modul ini akan membimbing kamu memahami seluk-beluk surat pribadi dan surat resmi.
1. Mengenal Surat Pribadi
Surat pribadi adalah surat yang ditulis oleh seseorang untuk orang lain yang bersifat personal atau tidak resmi. Tujuannya beragam, seperti memberi kabar, mengucapkan terima kasih, menyampaikan undangan, atau memohon maaf. Bahasa yang digunakan dalam surat pribadi cenderung santai, akrab, dan sesuai dengan hubungan antara pengirim dan penerima. Namun, tetap harus menjaga kesopanan. Unsur-unsur surat pribadi umumnya meliputi tempat dan tanggal surat, salam pembuka, kalimat pembuka paragraf, isi surat, kalimat penutup, salam penutup, dan nama pengirim. Contohnya, surat kepada sahabat, keluarga, atau guru.
2. Mengenal Surat Resmi
Surat resmi adalah surat yang ditulis oleh lembaga, instansi, atau organisasi kepada individu atau lembaga lain, atau sebaliknya, yang bersifat formal. Surat ini digunakan untuk keperluan resmi seperti pemberitahuan, undangan rapat, permohonan izin, atau pengumuman. Bahasa yang digunakan harus baku, lugas, efektif, dan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Struktur surat resmi lebih terstruktur dan baku dibandingkan surat pribadi. Unsur-unsur penting surat resmi meliputi kop surat, tanggal surat, nomor surat, lampiran, perihal, alamat tujuan, salam pembuka, isi surat, salam penutup, nama dan jabatan pengirim, serta tembusan jika ada.
3. Perbedaan Surat Pribadi dan Surat Resmi
Perbedaan utama antara surat pribadi dan surat resmi terletak pada tujuan, penggunaan bahasa, dan strukturnya. Surat pribadi bersifat personal, menggunakan bahasa santai, dan strukturnya fleksibel. Sementara itu, surat resmi bersifat formal, menggunakan bahasa baku, dan memiliki struktur yang baku dan teratur. Misalnya, surat pribadi tidak memerlukan kop surat, nomor surat, atau stempel, sedangkan surat resmi wajib memilikinya. Pemahaman perbedaan ini penting agar kita dapat memilih jenis surat yang tepat sesuai dengan konteks komunikasi yang diperlukan.
4. Unsur-unsur Surat Pribadi
Surat pribadi memiliki beberapa unsur penting yang membuatnya mudah dikenali. Unsur-unsur tersebut antara lain: 1. Tempat dan tanggal surat (contoh: Jakarta, 17 Agustus 2024); 2. Alamat surat (contoh: Untuk sahabatku, Rina di Surabaya); 3. Salam pembuka (contoh: Salam sayang, Hai Rina); 4. Kalimat pembuka paragraf (contoh: Apa kabarmu di sana?); 5. Isi surat (pesan utama yang ingin disampaikan); 6. Kalimat penutup (contoh: Sampai jumpa lagi ya); 7. Salam penutup (contoh: Salam rindu, Hormatku); 8. Nama pengirim. Unsur-unsur ini membantu penerima memahami siapa pengirimnya dan apa inti pesannya.
5. Unsur-unsur Surat Resmi
Surat resmi memiliki struktur yang lebih kompleks dan baku. Unsur-unsur pentingnya meliputi: 1. Kop surat (identitas lembaga); 2. Tanggal surat; 3. Nomor surat (kode surat); 4. Lampiran (jika ada dokumen lain); 5. Perihal (inti surat); 6. Alamat tujuan (penerima); 7. Salam pembuka (contoh: Dengan hormat,); 8. Isi surat (pesan inti, biasanya terbagi dalam paragraf pembuka, isi, dan penutup); 9. Salam penutup (contoh: Hormat kami,); 10. Nama dan jabatan pengirim; 11. Tanda tangan dan stempel; 12. Tembusan (jika ada pihak lain yang perlu tahu). Kelengkapan unsur ini menunjukkan profesionalisme dan keabsahan surat.
6. Kaidah Kebahasaan Surat Pribadi
Bahasa dalam surat pribadi cenderung lebih fleksibel dan akrab, tergantung pada hubungan antara pengirim dan penerima. Ciri-ciri kebahasaannya antara lain: 1. Penggunaan kata ganti orang pertama (aku, saya) dan kedua (kamu, engkau); 2. Pilihan kata yang santai dan tidak terlalu formal; 3. Penggunaan sapaan akrab atau panggilan sayang; 4. Gaya bahasa yang ekspresif dan personal; 5. Kalimat tidak selalu baku, kadang menggunakan bahasa sehari-hari. Meskipun santai, penting untuk tetap menjaga kesopanan dan kejelasan pesan agar tidak menimbulkan salah paham.
7. Kaidah Kebahasaan Surat Resmi
Berbeda dengan surat pribadi, bahasa dalam surat resmi harus memenuhi kaidah kebahasaan yang baku dan formal. Ciri-ciri kebahasaannya meliputi: 1. Menggunakan bahasa Indonesia yang baku dan sesuai EYD; 2. Pilihan kata yang lugas, jelas, dan tidak ambigu; 3. Kalimat efektif, tidak bertele-tele; 4. Menggunakan sapaan formal (Yth., Bapak/Ibu); 5. Tidak menggunakan singkatan atau akronim yang tidak resmi; 6. Menggunakan ejaan dan tanda baca yang benar. Penggunaan bahasa yang baku mencerminkan profesionalisme dan kredibilitas pengirim surat.
8. Etika Berkomunikasi Melalui Surat
Baik surat pribadi maupun surat resmi, keduanya memerlukan etika berkomunikasi yang baik. Dalam surat pribadi, etika melibatkan kesopanan, kejujuran, dan empati terhadap penerima. Hindari kata-kata kasar atau menyinggung perasaan. Dalam surat resmi, etika mencakup ketepatan informasi, kesantunan dalam menyampaikan maksud, dan penghargaan terhadap waktu penerima. Pastikan surat bebas dari kesalahan ketik dan informasi yang tidak akurat. Etika ini penting untuk membangun hubungan yang baik dan memastikan pesan tersampaikan dengan hormat.
Rangkuman: Surat pribadi dan surat resmi adalah dua jenis komunikasi tertulis dengan karakteristik berbeda. Surat pribadi bersifat personal, menggunakan bahasa akrab, dan strukturnya fleksibel. Surat resmi bersifat formal, menggunakan bahasa baku, dan memiliki struktur baku. Memahami unsur-unsur, kaidah kebahasaan, dan etika penulisan keduanya sangat penting untuk berkomunikasi efektif dan santun dalam berbagai konteks kehidupan.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Kop surat | Bagian kepala surat resmi yang berisi identitas lembaga/organisasi. |
| Perihal | Pokok atau inti permasalahan yang disampaikan dalam surat. |
| Baku | Sesuai dengan kaidah atau standar yang telah ditetapkan. |
| Lugas | Langsung pada pokok permasalahan, tidak bertele-tele. |
| Efektif | Mencapai tujuan atau hasil yang diinginkan. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Sampaikan Melalui Surat" mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Sampaikan Melalui Surat yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Bahasa Indonesia Kelas VII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil3 dari 3 siap unduh
Jelajah NusantaraModul siap unduh · Word + PDF ber-kopBerkelana di Dunia ImajinasiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopHal yang Baik bagi TubuhModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap3 dari 3 siap unduh
Aksi Nyata Para Pelindung BumiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopMembuka Gerbang DuniaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopModul Bahasa Indonesia lain yang sudah tersedia
Surat Pribadi dan DinasBahasa Indonesia Kelas VII MTsBelajar BerpantunBahasa Indonesia Kelas VII MTsCerita Fantasi (Narasi)Bahasa Indonesia Kelas VII MTsLihat semua Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas VII →📝 Butuh soal ujiannya juga?
Materi Sampaikan Melalui Surat masuk ASAS Bahasa Indonesia Kelas VII Semester 2. Lihat contoh soal dan kuncinya, lalu rakit paket soalnya — kisi-kisi, naskah, kunci, kartu soal.
Mesin Soal Bahasa Indonesia Kelas VII →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Bahasa Indonesia kelas 7 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas VII dan kelas 7 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Sampaikan Melalui Surat pada Bahasa Indonesia MTs, Fase D, elemen Menulis.
Modul Sampaikan Melalui Surat ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 2 (genap), menurut urutan materi Bahasa Indonesia kelas VII MTs di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Bahasa Indonesia materi Sampaikan Melalui Surat ini gratis?
Ya. Modul Sampaikan Melalui Surat untuk kelas VII MTs dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Sampaikan Melalui Surat ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Bahasa Indonesia kelas VII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Sampaikan Melalui Surat ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Sampaikan Melalui Surat dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Indonesia kelas VII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Bahasa Indonesia kelas VII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Sampaikan Melalui Surat ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas VII MTs. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Sampaikan Melalui Surat tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Sampaikan Melalui Surat untuk Bahasa Indonesia kelas VII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Sampaikan Melalui Surat ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bahasa Indonesia kelas VII MTs berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Sampaikan Melalui Surat beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Bahasa Indonesia kelas VII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun, Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah, dan PPT bahan tayang tiap pertemuan tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Bahasa Indonesia ini cocok untuk MTs negeri, swasta, maupun SMP?
Ya. Kop, logo, dan nama MTs Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMP, pilih jenjang SMP saat mengisi borang: materi Sampaikan Melalui Surat yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Bahasa Indonesia SMP ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.