Modul Ajar & RPP IPA Kelas VIII
sistem ekskresi pada manusia
Modul ajar (RPP) IPA MTs kelas VIII materi sistem ekskresi pada manusia lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 (untuk mapel umum). Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
Bukan sistem ekskresi pada manusia yang Anda cari? Materi IPA Kelas VIII lainnya:
Lihat peta materi setahun8 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | IPA |
| Fase / Kelas | D / VIII |
| Materi Pokok | sistem ekskresi pada manusia |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 40 menit = 80 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memahami konsep dasar sistem organ tubuh manusia dan pentingnya menjaga kesehatan.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: keimanan dan ketakwaan, penalaran kritis, kolaborasi.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 (untuk mapel umum) |
| Elemen / Domain | Pemahaman IPA |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menganalisis keterkaitan antara struktur dan fungsi organ pada sistem ekskresi, serta mengidentifikasi upaya menjaga kesehatan sistem tersebut dalam konteks kehidupan sehari-hari. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Manusia mengeluarkan keringat, urine, karbon dioksida, dan feses sebagai sisa metabolisme. |
| Konseptual | Sistem ekskresi adalah mekanisme tubuh untuk membuang zat sisa metabolisme agar tidak meracuni tubuh dan menjaga homeostasis. |
| Prosedural | Menganalisis data hasil uji kandungan urine dan mengidentifikasi bagian-bagian organ ekskresi melalui model atau gambar. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari bahwa memahami sistem ekskresi membantu mereka menjaga kesehatan diri dan memahami tanda-tanda penyakit. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi organ-organ penyusun sistem ekskresi manusia dan fungsinya.
- Menjelaskan proses pembentukan urine dan pengeluaran keringat.
- Menganalisis hasil uji kandungan urine untuk mendeteksi gangguan pada sistem ekskresi.
- Menyajikan poster tentang upaya menjaga kesehatan sistem ekskresi.
- Mengaitkan pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan dengan kesehatan sistem ekskresi.
Pemahaman bermakna: Memahami sistem ekskresi membantu kita menyadari betapa kompleks dan sempurnanya tubuh manusia dalam menjaga keseimbangan, serta pentingnya menjaga kesehatan organ-organ tersebut melalui pola hidup yang baik.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa kita harus buang air kecil dan berkeringat? Apa yang terjadi jika zat-zat sisa itu tidak dikeluarkan dari tubuh?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Pendidikan Agama Islam: Mensyukuri nikmat sehat dan kesempurnaan ciptaan Allah melalui sistem tubuh yang kompleks (Q.S. At-Tin: 4). Bahasa Indonesia: Mengembangkan keterampilan menyajikan informasi secara jelas dan persuasif melalui poster dan presentasi lisan. Seni Budaya: Menerapkan prinsip-prinsip desain grafis dan estetika dalam pembuatan poster edukasi. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua diajak untuk mendukung peserta didik dalam menjaga pola makan sehat dan hidrasi yang cukup, serta memastikan kebersihan diri. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur nyaman untuk diskusi kelompok, tersedia akses ke sumber belajar digital, dan lingkungan sekolah yang bersih mendukung pemahaman pentingnya kebersihan. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video animasi proses ekskresi dan aplikasi daring untuk mencari informasi kesehatan organ ekskresi, serta desain poster digital jika memungkinkan. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi organ-organ penyusun sistem ekskresi manusia dan fungsinya. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, memimpin doa, mengecek kehadiran, dan menanyakan pengalaman peserta didik saat merasa haus atau berkeringat. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan aktivitas yang akan dilakukan, yaitu mengidentifikasi organ ekskresi, agar peserta didik berkesadaran penuh. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik mengamati gambar/video tentang anatomi sistem ekskresi manusia (ginjal, kulit, paru-paru, hati) dan berdiskusi kelompok untuk mengidentifikasi nama dan lokasi organ, serta menduga fungsinya berdasarkan informasi awal yang mereka miliki. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik melengkapi LKPD dengan mencocokkan nama organ ekskresi dengan fungsinya, kemudian membuat peta konsep sederhana tentang keterkaitan organ-organ tersebut dalam proses pengeluaran zat sisa. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya, kelompok lain memberikan tanggapan. Guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep tentang fungsi utama setiap organ ekskresi secara komprehensif. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, dan memberikan tugas singkat untuk mencari tahu lebih lanjut tentang proses yang terjadi di ginjal sebagai persiapan pertemuan berikutnya. Pertemuan diakhiri dengan doa dan motivasi. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menjelaskan proses pembentukan urine dan pengeluaran keringat serta menganalisis hasil uji kandungan urine. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, memimpin doa, mengecek kehadiran, dan mengaitkan materi pertemuan sebelumnya dengan pertanyaan tentang bagaimana ginjal bekerja. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yaitu memahami proses ekskresi dan memulai proyek poster. Peserta didik disadarkan akan pentingnya memahami proses ini untuk menjaga kesehatan. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik secara berkelompok menonton video animasi tentang proses pembentukan urine di ginjal dan mekanisme pengeluaran keringat di kulit. Mereka mencatat tahapan-tahapan penting dan zat-zat yang terlibat, lalu berdiskusi tentang perbedaan fungsi ginjal dan kulit sebagai organ ekskresi. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok menerima studi kasus hasil uji urine (misal: ada glukosa, protein, atau darah) dan menganalisis kemungkinan gangguan kesehatan berdasarkan data tersebut. Mereka juga mulai merancang poster tentang upaya menjaga kesehatan sistem ekskresi, mengumpulkan informasi dari berbagai sumber. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan analisis studi kasus mereka dan menjelaskan rancangan poster yang akan dibuat. Guru memberikan masukan dan bimbingan terkait informasi yang tepat dan desain poster yang menarik, serta melakukan penguatan materi tentang pentingnya menjaga kesehatan ginjal dan kulit. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru bersama peserta didik merangkum poin-poin penting tentang proses ekskresi dan kesehatan organ. Guru memberikan apresiasi atas kerja keras mereka dan mengingatkan untuk melanjutkan proyek poster di rumah. Pertemuan ditutup dengan doa dan semangat untuk hidup sehat. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Tujuan Pertemuan 3 | Menyajikan poster tentang upaya menjaga kesehatan sistem ekskresi dan mengaitkan pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan dengan kesehatan sistem ekskresi. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, memimpin doa, mengecek kehadiran, dan mengajak peserta didik untuk mengingat kembali pentingnya sistem ekskresi bagi tubuh. Guru menyampaikan bahwa hari ini adalah puncak dari proyek pembuatan poster dan presentasi, agar peserta didik bersemangat dan fokus pada tujuan. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik dalam kelompok menyelesaikan pembuatan poster upaya menjaga kesehatan sistem ekskresi, memastikan semua informasi akurat dan desain menarik. Mereka juga mempersiapkan presentasi yang akan disampaikan, termasuk bagaimana mengaitkan materi dengan pentingnya kebersihan diri dan lingkungan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok mempresentasikan poster mereka di depan kelas. Kelompok lain bertindak sebagai penilai dan memberikan pertanyaan atau masukan. Peserta didik menjelaskan bagaimana poster mereka mengedukasi tentang menjaga kesehatan organ ekskresi, termasuk melalui kebiasaan hidup bersih. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setelah semua kelompok presentasi, guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap kualitas poster dan presentasi, menyoroti aspek-aspek positif dan area yang perlu ditingkatkan. Guru juga menguatkan kembali materi tentang gangguan sistem ekskresi dan cara pencegahannya. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru bersama peserta didik membuat refleksi bersama tentang seluruh proses pembelajaran dan manfaatnya. Guru memberikan apresiasi tinggi atas kreativitas dan kerja sama mereka, serta menanamkan nilai-nilai keimanan tentang kesempurnaan ciptaan Allah SWT. Pertemuan diakhiri dengan doa dan motivasi untuk selalu menjaga kesehatan. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Menganalisis fungsi organ ekskresi dan mengidentifikasi gangguan kesehatan berdasarkan hasil uji urine sederhana.
Alat & bahan: Gambar organ ekskresi, lembar kerja, studi kasus hasil uji urine, alat tulis
Langkah kerja:
- Amati gambar organ-organ sistem ekskresi manusia.
- Identifikasi nama dan fungsi masing-masing organ pada tabel yang disediakan.
- Baca dengan seksama studi kasus hasil uji urine yang diberikan.
- Analisis kemungkinan gangguan kesehatan berdasarkan data pada studi kasus.
- Diskusikan dalam kelompok dan tuliskan kesimpulanmu.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang sisa metabolisme tubuh?
- Sebutkan organ tubuh yang kamu tahu berfungsi membuang zat sisa!
- Menurutmu, mengapa kita harus buang air kecil dan berkeringat?
- Pernahkah kamu mendengar tentang penyakit ginjal? Apa yang kamu tahu?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, kelengkapan dan keakuratan LKPD, serta kemajuan proyek poster.
Sumatif (akhir): Penilaian poster dan presentasi kelompok, serta tes tertulis untuk mengukur pemahaman konsep dan kemampuan analisis.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi organ-organ penyusun sistem ekskresi manusia dan fungsinya. | Struktur dan fungsi organ ekskresi (ginjal, kulit, paru-paru, hati). | 2 JP | penalaran kritis, kolaborasi |
| 2 | Menjelaskan proses pembentukan urine dan pengeluaran keringat. | Proses pembentukan urine, mekanisme pengeluaran keringat. | 2 JP | penalaran kritis |
| 3 | Menganalisis hasil uji kandungan urine untuk mendeteksi gangguan pada sistem ekskresi. | Gangguan sistem ekskresi dan upaya menjaga kesehatannya. | 2 JP | penalaran kritis, keimanan dan ketakwaan |
Integrasi Panca Cinta (KBC):
| Nilai Cinta | Wujud dalam Pembelajaran |
|---|---|
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Menganalisis kesempurnaan sistem ekskresi manusia sebagai ciptaan Allah SWT dan mensyukuri nikmat sehat yang diberikan melalui perawatan tubuh yang baik. |
| 2. Cinta Ilmu | Mengembangkan rasa ingin tahu dan semangat belajar untuk memahami mekanisme kompleks sistem ekskresi, serta mencari tahu cara menjaga kesehatannya melalui berbagai sumber informasi. |
| 3. Cinta Lingkungan | Menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat, termasuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan, sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan sistem ekskresi dan mencegah penyebaran penyakit. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Menyadari pentingnya menjaga kesehatan diri sebagai bentuk tanggung jawab pribadi, serta berbagi informasi tentang pola hidup sehat kepada teman dan keluarga untuk kebaikan bersama. |
| 5. Cinta Tanah Air | Mempromosikan gaya hidup sehat di lingkungan sekolah dan masyarakat sebagai upaya kolektif untuk meningkatkan kualitas kesehatan bangsa, dimulai dari pemahaman sistem ekskresi. |
Tubuh kita adalah mesin yang luar biasa, terus-menerus bekerja untuk menjaga keseimbangan. Salah satu tugas pentingnya adalah membuang zat-zat sisa yang tidak berguna atau bahkan berbahaya bagi tubuh. Proses ini disebut ekskresi. Tanpa sistem ekskresi yang sehat, zat-zat beracun bisa menumpuk dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius. Mari kita selami lebih dalam bagaimana tubuh kita melakukan tugas penting ini.
1. Organ-organ Sistem Ekskresi Manusia
Sistem ekskresi manusia terdiri dari beberapa organ utama yang memiliki fungsi spesifik. Ginjal adalah organ utama yang menyaring darah dan menghasilkan urine. Kulit berfungsi mengeluarkan keringat yang mengandung air dan garam. Paru-paru mengeluarkan karbon dioksida dan uap air sebagai hasil respirasi. Hati juga berperan dalam ekskresi dengan menguraikan sel darah merah tua dan menghasilkan urea serta empedu. Setiap organ ini bekerja sama untuk memastikan tubuh tetap bersih dari zat sisa.
2. Ginjal dan Pembentukan Urine
Ginjal adalah sepasang organ berbentuk kacang yang terletak di bagian belakang rongga perut. Di dalam ginjal, terdapat jutaan unit penyaring kecil yang disebut nefron. Proses pembentukan urine meliputi tiga tahapan: filtrasi (penyaringan darah di glomerulus), reabsorpsi (penyerapan kembali zat-zat yang masih berguna di tubulus), dan augmentasi (penambahan zat-zat sisa yang perlu dibuang). Urine yang terbentuk kemudian dialirkan melalui ureter ke kandung kemih, lalu dikeluarkan dari tubuh melalui uretra.
3. Kulit dan Keringat
Kulit, selain sebagai pelindung tubuh, juga merupakan organ ekskresi. Di dalam kulit terdapat kelenjar keringat yang menghasilkan keringat. Keringat mengandung air, garam mineral (terutama NaCl), urea, dan sedikit asam laktat. Pengeluaran keringat tidak hanya berfungsi membuang zat sisa, tetapi juga berperan penting dalam mengatur suhu tubuh. Ketika suhu tubuh meningkat, kelenjar keringat akan aktif memproduksi keringat untuk mendinginkan tubuh melalui penguapan.
4. Gangguan Sistem Ekskresi dan Upaya Pencegahan
Berbagai gangguan dapat menyerang sistem ekskresi, seperti batu ginjal, gagal ginjal, infeksi saluran kemih, dan biang keringat. Batu ginjal terbentuk dari endapan mineral yang mengeras. Gagal ginjal terjadi ketika ginjal tidak dapat lagi berfungsi menyaring darah. Pencegahan gangguan ini melibatkan pola hidup sehat: minum air yang cukup, mengurangi konsumsi makanan tinggi garam dan protein berlebihan, menjaga kebersihan diri, dan tidak menahan buang air kecil. Deteksi dini melalui pemeriksaan urine rutin juga penting.
Rangkuman: Sistem ekskresi manusia terdiri dari ginjal, kulit, paru-paru, dan hati, yang bekerja sama membuang zat sisa metabolisme seperti urine, keringat, karbon dioksida, dan urea. Ginjal menyaring darah dan membentuk urine melalui filtrasi, reabsorpsi, dan augmentasi. Kulit mengeluarkan keringat untuk membuang zat sisa dan mengatur suhu. Menjaga kesehatan organ-organ ini sangat penting melalui pola hidup sehat dan kebersihan.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Ekskresi | Proses pengeluaran zat sisa metabolisme dari tubuh. |
| Ginjal | Organ utama penyaring darah dan penghasil urine. |
| Nefron | Unit fungsional penyaring darah di dalam ginjal. |
| Urine | Cairan sisa metabolisme yang dikeluarkan oleh ginjal. |
| Homeostasis | Keseimbangan kondisi internal tubuh yang stabil. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "sistem ekskresi pada manusia" mata pelajaran IPA Kelas VIII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025
1 Peta Materi IPA Kelas VIII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil1 dari 4 siap unduh
Sistem Gerak ManusiaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSistem PencernaanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSistem PernapasanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSistem Peredaran DarahBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap4 materi · siap dibuatkan
Tekanan ZatBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisGetaran, Gelombang, dan BunyiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisCahaya dan Alat OptikBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisZat Aditif dan AdiktifBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMateri IPA di kelas lain
Sistem Peredaran Darah Manusia Berbasis Cinta Deep LearningIPA Kelas VIII MTsperedaran darah manusia berbasis cinta deep learningIPA Kelas VIII MTsGerak dan GayaIPA Kelas VIII MTsSistem ReproduksiIPA Kelas IX MTsLihat semua Modul Ajar IPA Kelas VIII →2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar IPA sistem ekskresi pada manusia ini gratis?
Ya. Modul sistem ekskresi pada manusia untuk kelas VIII MTs dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul IPA kelas VIII langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar IPA kelas VIII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul sistem ekskresi pada manusia ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 (untuk mapel umum), pada Fase D untuk kelas VIII MTs.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas sistem ekskresi pada manusia untuk IPA kelas VIII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul sistem ekskresi pada manusia ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh IPA kelas VIII MTs berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah ini modul ajar IPA kelas 8 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas VIII dan kelas 8 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi sistem ekskresi pada manusia pada IPA MTs, Fase D, elemen Pemahaman IPA.
Bisakah modul sistem ekskresi pada manusia ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan sistem ekskresi pada manusia dapat Anda sesuaikan dengan murid IPA kelas VIII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.