Modul Ajar & RPP Seni Budaya Kelas IX
Seni Lukis, Patung, dan Grafis
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
- 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air
📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Seni Budaya |
| Fase / Kelas | D / IX |
| Materi Pokok | Seni Lukis, Patung, dan Grafis |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah mengenal berbagai jenis karya seni rupa dan mampu mengidentifikasi unsur-unsur dasar seni rupa. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak bernegara
Peserta didik menunjukkan penghargaan terhadap keberagaman budaya dan hasil karya seni sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa. - kreativitas — elemen: menghasilkan karya dan tindakan orisinal
Peserta didik menciptakan karya seni lukis, patung, atau grafis yang inovatif dan ekspresif dengan sentuhan personal. - kolaborasi — elemen: komunikasi untuk mencapai tujuan bersama
Peserta didik berinteraksi dan berbagi ide dalam kelompok untuk menghasilkan karya seni kolektif atau pameran bersama.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Seni Rupa |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu mengidentifikasi, mengeksplorasi, dan menciptakan karya seni rupa dua dan tiga dimensi dengan berbagai teknik dan media, serta mengapresiasi nilai-nilai estetis dan fungsi sosialnya dalam konteks budaya lokal maupun global. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Seni lukis, patung, dan grafis adalah cabang seni rupa yang memiliki sejarah panjang dan beragam bentuk di seluruh dunia, termasuk Indonesia. |
| Konseptual | Konsep dasar meliputi teknik, media, aliran, dan fungsi seni lukis, patung, dan grafis sebagai ekspresi budaya dan individu. |
| Prosedural | Prosedur meliputi langkah-langkah dalam merencanakan, membuat, dan menyajikan karya seni lukis, patung, dan grafis. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari strategi terbaik untuk mengeksplorasi ide, memilih teknik, dan mengatasi tantangan dalam proses berkarya seni. |
Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Menghargai keindahan ciptaan Allah SWT dalam setiap karya seni sebagai bentuk syukur atas anugerah kreativitas. |
| 2. Cinta Ilmu | Mendorong rasa ingin tahu dan semangat belajar untuk terus menggali ilmu tentang sejarah, teknik, dan filosofi seni rupa. |
| 3. Cinta Lingkungan | Memanfaatkan bahan-bahan daur ulang atau ramah lingkungan dalam berkarya seni untuk menjaga kelestarian alam. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Mengembangkan empati dan apresiasi terhadap karya seni orang lain, serta menghormati perbedaan ekspresi dan pandangan. |
| 5. Cinta Tanah Air | Mencintai dan melestarikan seni rupa tradisional Indonesia, serta menginspirasi untuk menciptakan karya yang mengangkat nilai-nilai budaya bangsa. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui pengamatan karya seni, peserta didik dapat mengidentifikasi berbagai aliran dan teknik dalam seni lukis, patung, dan grafis dengan tepat.
- Dengan diskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis fungsi dan nilai estetis karya seni lukis, patung, dan grafis dalam konteks budaya lokal dan global secara kritis.
- Melalui eksplorasi media dan teknik, peserta didik dapat merancang konsep karya seni lukis, patung, atau grafis yang orisinal dan bermakna sesuai tema yang ditentukan.
- Dengan bimbingan guru, peserta didik dapat membuat karya seni lukis menggunakan teknik basah atau kering dengan mengaplikasikan prinsip-prinsip komposisi secara kreatif.
- Melalui praktik langsung, peserta didik dapat menciptakan karya seni patung dengan teknik butsir atau pahat menggunakan bahan lunak atau keras secara mandiri.
- Dengan latihan, peserta didik dapat menghasilkan karya seni grafis dengan teknik cetak tinggi atau cetak saring menggunakan peralatan sederhana secara runtut.
Pemahaman bermakna: Memahami seni lukis, patung, dan grafis bukan hanya tentang teknik, melainkan juga tentang bagaimana seni merefleksikan dan membentuk budaya, serta menjadi sarana ekspresi diri yang mendalam.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana sebuah goresan kuas, pahatan, atau cetakan dapat menceritakan kisah, mengekspresikan emosi, atau mengubah cara kita melihat dunia?"
| Praktik Pedagogis | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Menganalisis teks deskripsi atau ulasan karya seni dan menulis narasi singkat tentang makna di balik karya yang dibuat. Sejarah Kebudayaan Islam: Mengidentifikasi pengaruh seni Islam dalam perkembangan seni lukis, patung, dan grafis di berbagai peradaban. Ilmu Pengetahuan Sosial: Mempelajari fungsi seni rupa sebagai media komunikasi dan ekspresi budaya dalam masyarakat dari berbagai era. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua/wali dapat diajak mengapresiasi karya seni anak di rumah dan mendorong kunjungan ke pameran seni lokal atau galeri virtual. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas yang dilengkapi dengan sudut seni untuk memajang karya, serta akses ke perpustakaan sekolah dan internet untuk referensi visual. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan aplikasi desain grafis sederhana untuk sketsa awal, eksplorasi warna, atau pencarian referensi visual karya seni dari berbagai belahan dunia. |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui pengamatan karya seni, peserta didik dapat mengidentifikasi berbagai aliran dan teknik dalam seni lukis, patung, dan grafis dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Gerakan: Guru memperagakan gerakan melukis, memahat, atau mencetak, lalu peserta didik menebak jenis seni dan alat yang digunakan.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan diskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis fungsi dan nilai estetis karya seni lukis, patung, dan grafis dalam konteks budaya lokal dan global secara kritis. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Sambung Kata Seni: Guru menyebut satu kata terkait seni, lalu peserta didik bergiliran menyebut kata lain yang berhubungan, membentuk rantai kata.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi aliran, teknik, dan fungsi karya seni lukis, patung, dan grafis.
Alat & bahan: Pensil, penghapus, pewarna (opsional)
Langkah kerja:
- Perhatikan gambar 1 yang menampilkan beberapa jenis karya seni rupa. Amati dengan seksama setiap detailnya.
- Identifikasi jenis karya seni (lukis, patung, atau grafis) dan teknik yang mungkin digunakan pada setiap gambar. Tuliskan jawabanmu di kolom yang tersedia pada tabel di bawah.
- Setelah itu, coba deskripsikan aliran atau gaya seni yang kamu lihat pada gambar 1, dan diskusikan kemungkinan fungsi dari karya seni tersebut dalam masyarakat.
- Pilihlah satu karya yang paling menarik perhatianmu dari gambar 1, lalu buatlah sketsa ulang dengan gayamu sendiri di lembar terpisah, atau tuliskan pesan yang ingin kamu sampaikan melalui karya tersebut.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa perbedaan utama antara seni lukis dan seni patung?
- Sebutkan dua alat yang biasa digunakan untuk melukis!
- Menurutmu, apa tujuan orang membuat karya seni?
- Pernahkah kamu mencoba membuat karya seni cetak? Jika ya, ceritakan singkat!
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan bimbingan saat pengerjaan proyek, serta penilaian terhadap rancangan konsep karya.
Sumatif (akhir): Penilaian terhadap hasil akhir karya seni lukis, patung, atau grafis yang dibuat peserta didik, serta presentasi dan refleksi mereka.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi berbagai aliran dan teknik dalam seni lukis, patung, dan grafis. | Aliran dan teknik seni lukis, patung, grafis | 4 JP | penalaran kritis |
| 2 | Menganalisis fungsi dan nilai estetis karya seni dalam konteks budaya. | Fungsi dan nilai estetis seni | 4 JP | kewargaan |
| 3 | Merancang konsep karya seni lukis, patung, atau grafis yang orisinal. | Konsep dan perancangan karya seni | 4 JP | kreativitas |
| 4 | Membuat karya seni lukis dengan teknik basah atau kering. | Praktik seni lukis (teknik basah/kering) | 4 JP | kemandirian |
Seni rupa adalah jendela untuk memahami dunia dan diri kita sendiri. Melalui seni lukis, patung, dan grafis, manusia telah mengekspresikan gagasan, emosi, dan pandangan hidup dari masa ke masa. Modul ini akan mengajakmu menyelami kekayaan dunia seni rupa, dari mengenal berbagai aliran hingga menciptakan karya orisinalmu sendiri.
1. Seni Lukis: Ekspresi di Atas Kanvas
Seni lukis adalah cabang seni rupa dua dimensi yang melibatkan pengaplikasian cat atau pigmen pada permukaan seperti kanvas, kertas, atau dinding. Berbagai aliran lukisan muncul sepanjang sejarah, seperti realisme yang menggambarkan objek sesuai kenyataan, impresionisme yang menangkap kesan cahaya dan warna sesaat, atau abstrak yang berfokus pada bentuk, warna, dan garis tanpa representasi objek nyata. Teknik lukis pun beragam, mulai dari teknik basah (cat air, cat minyak, akrilik) hingga teknik kering (pensil, krayon, pastel). Setiap aliran dan teknik memiliki karakteristik unik yang memberikan nuansa berbeda pada setiap karya, mencerminkan pemikiran dan perasaan senimannya.
2. Seni Patung: Bentuk Tiga Dimensi
Seni patung adalah cabang seni rupa tiga dimensi yang menciptakan bentuk-bentuk dari berbagai material. Patung bisa berupa figuratif (menggambarkan bentuk nyata seperti manusia atau hewan) atau non-figuratif (abstrak). Teknik pembuatannya meliputi teknik butsir (membentuk bahan lunak seperti tanah liat atau plastisin), teknik pahat (mengurangi material keras seperti kayu atau batu), teknik cor (menuang bahan cair ke cetakan), dan teknik konstruksi (merakit berbagai material). Patung seringkali berfungsi sebagai monumen, dekorasi, atau objek ritual, membawa makna simbolis yang mendalam bagi masyarakat.
3. Seni Grafis: Jejak Cetak Berulang
Seni grafis adalah cabang seni rupa dua dimensi yang proses pembuatannya melibatkan teknik cetak. Karya seni grafis memiliki ciri khas berupa kemampuan untuk direproduksi atau dicetak ulang dalam jumlah tertentu (edisi). Teknik seni grafis meliputi cetak tinggi (relief print, seperti cukil kayu/linocut), cetak dalam (intaglio, seperti etsa atau mezzotint), cetak datar (planografi, seperti litografi), dan cetak saring (screen printing/sablon). Setiap teknik menghasilkan tekstur dan efek visual yang berbeda, memungkinkan seniman untuk mengeksplorasi berbagai ekspresi melalui medium cetak.
4. Aliran dan Gaya dalam Seni Rupa
Aliran seni merujuk pada gaya atau pendekatan artistik yang memiliki karakteristik visual, filosofi, dan tujuan yang sama dalam periode tertentu. Selain realisme, impresionisme, dan abstrak, ada pula surealisme (menggali alam bawah sadar), kubisme (memecah objek menjadi bentuk geometris), atau ekspresionisme (mengungkapkan emosi intens). Memahami berbagai aliran membantu kita mengapresiasi keragaman cara pandang seniman dan konteks sosial budaya di balik karya mereka. Setiap seniman, meskipun mungkin menganut aliran tertentu, tetap memiliki gaya personal yang membedakan karyanya.
5. Fungsi dan Nilai Estetis Karya Seni
Karya seni tidak hanya diciptakan untuk keindahan visual, tetapi juga memiliki berbagai fungsi. Fungsi seni bisa bersifat personal (ekspresi diri, terapi), sosial (media komunikasi, kritik sosial, edukasi), atau fisik (dekorasi, arsitektur). Nilai estetis pada karya seni merujuk pada kualitas keindahan yang dirasakan penikmat, yang bisa berasal dari harmoni komposisi, kekuatan ekspresi, inovasi teknik, atau kedalaman makna. Apresiasi terhadap fungsi dan nilai estetis membantu kita memahami peran seni dalam kehidupan manusia dan budaya.
6. Proses Kreatif dalam Berkarya Seni
Menciptakan karya seni adalah sebuah proses yang melibatkan beberapa tahapan. Dimulai dari ide atau inspirasi, kemudian dilanjutkan dengan perancangan konsep, pembuatan sketsa awal, pemilihan media dan teknik yang sesuai, hingga proses eksekusi atau pengerjaan karya. Setelah itu, seniman seringkali melakukan evaluasi dan refleksi terhadap karyanya. Proses ini tidak selalu linier, seringkali melibatkan eksperimen, revisi, dan penemuan baru di tengah jalan. Keberanian untuk bereksperimen dan kesabaran dalam proses adalah kunci untuk menghasilkan karya yang orisinal dan bermakna.
Rangkuman: Seni lukis, patung, dan grafis adalah pilar seni rupa yang memungkinkan ekspresi visual dalam dua dan tiga dimensi. Masing-masing memiliki aliran, teknik, dan media yang beragam, membentuk kekayaan budaya manusia. Memahami fungsi dan nilai estetisnya membantu kita mengapresiasi peran seni dalam kehidupan. Proses kreatif melibatkan ide, perancangan, eksekusi, hingga refleksi, mendorong inovasi dan ekspresi diri.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Aliran Seni | Gaya atau pendekatan artistik dengan karakteristik visual dan filosofi yang sama. |
| Teknik Butsir | Membentuk patung dengan menambah atau mengurangi bahan lunak seperti tanah liat. |
| Cetak Tinggi | Teknik grafis di mana bagian yang mencetak lebih tinggi daripada bagian yang tidak mencetak. |
| Komposisi | Penataan unsur-unsur visual dalam sebuah karya seni untuk mencapai keseimbangan dan kesatuan. |
| Estetis | Berkaitan dengan keindahan atau nilai seni. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Seni Lukis, Patung, dan Grafis" mata pelajaran Seni Budaya Kelas IX ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025
Bukan Seni Lukis, Patung, dan Grafis yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Seni Budaya Kelas IX Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil1 dari 4 siap unduh
Semester 2 / Genap3 materi · siap dibuatkan
Tari KreasiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisDrama Musikal dan OperetBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPameran dan PergelaranBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMateri Seni Budaya di kelas lain
Menggambar Flora, Fauna, dan Alam BendaSeni Budaya Kelas VII MTsRagam Hias NusantaraSeni Budaya Kelas VII MTsLihat semua Modul Ajar Seni Budaya Kelas IX →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Seni Budaya kelas 9 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas IX dan kelas 9 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Seni Lukis, Patung, dan Grafis pada Seni Budaya MTs, Fase D, elemen Seni Rupa.
Modul Seni Lukis, Patung, dan Grafis ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Seni Budaya kelas IX MTs di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Seni Budaya materi Seni Lukis, Patung, dan Grafis ini gratis?
Ya. Modul Seni Lukis, Patung, dan Grafis untuk kelas IX MTs dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Seni Lukis, Patung, dan Grafis ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Seni Budaya kelas IX ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Seni Budaya kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Seni Lukis, Patung, dan Grafis ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Seni Lukis, Patung, dan Grafis dapat Anda sesuaikan dengan murid Seni Budaya kelas IX di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Seni Budaya kelas IX ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Seni Lukis, Patung, dan Grafis ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas IX MTs. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Seni Lukis, Patung, dan Grafis tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Seni Lukis, Patung, dan Grafis untuk Seni Budaya kelas IX di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Seni Lukis, Patung, dan Grafis ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Seni Budaya kelas IX MTs berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Seni Lukis, Patung, dan Grafis beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Seni Budaya kelas IX berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.
Modul Seni Budaya ini cocok untuk MTs negeri, swasta, maupun SMP?
Ya. Kop, logo, dan nama MTs Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMP, pilih jenjang SMP saat mengisi borang: materi Seni Lukis, Patung, dan Grafis yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Seni Budaya SMP ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.