Modul Ajar & RPP Bahasa Indonesia Kelas IX
Demi Keluarga
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
- 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air
📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
| Fase / Kelas | D / IX |
| Materi Pokok | Demi Keluarga |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memahami struktur dan kaidah kebahasaan teks narasi serta mampu menyampaikan pendapat secara lisan. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak pribadi
Peserta didik menunjukkan sikap bersyukur dan empati terhadap peran keluarga dalam kehidupan sehari-hari. - penalaran kritis — elemen: memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
Peserta didik menganalisis informasi dari berbagai sumber tentang peran dan tantangan keluarga modern. - kolaborasi — elemen: komunikasi untuk mencapai tujuan bersama
Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk menyusun solusi kreatif terhadap masalah keluarga.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Menulis dan Mempresentasikan |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menulis berbagai jenis teks untuk menyampaikan gagasan dan informasi secara logis, kritis, dan kreatif, serta mempresentasikannya dengan percaya diri. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Materi ini membahas contoh nyata peran dan tantangan keluarga dalam kehidupan sehari-hari melalui berbagai kasus. |
| Konseptual | Konsep intinya adalah pentingnya komunikasi efektif, empati, dan kolaborasi dalam menjaga keharmonisan keluarga. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar langkah-langkah menganalisis masalah, menyusun argumen, dan merumuskan solusi secara sistematis. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari bahwa pemahaman terhadap dinamika keluarga membantu mereka menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab dan peduli. |
Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat keluarga dan menyadari bahwa keluarga adalah amanah yang harus dijaga dengan baik. |
| 2. Cinta Ilmu | Mendorong peserta didik untuk mencari pengetahuan tentang pentingnya komunikasi dan empati demi keharmonisan keluarga. |
| 3. Cinta Lingkungan | Menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan rumah sebagai bagian dari tanggung jawab keluarga. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Mengembangkan empati dan kepedulian terhadap perasaan serta kebutuhan anggota keluarga lainnya, serta melatih kerja sama dalam menyelesaikan masalah. |
| 5. Cinta Tanah Air | Menyadari bahwa keluarga yang harmonis adalah fondasi bagi masyarakat dan bangsa yang kuat, sehingga berkontribusi pada kemajuan negara. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui analisis kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi peran dan tantangan keluarga modern dengan tepat.
- Dengan berdiskusi kelompok, peserta didik dapat merumuskan ide-ide kreatif untuk mengatasi masalah keluarga secara kolaboratif.
- Setelah membaca teks, peserta didik dapat menyusun argumen persuasif tentang pentingnya komunikasi dalam keluarga dengan runtut.
- Melalui presentasi, peserta didik dapat menyampaikan gagasan tentang solusi masalah keluarga secara percaya diri dan jelas.
- Dengan memanfaatkan sumber digital, peserta didik dapat mengumpulkan informasi relevan tentang isu-isu keluarga kontemporer secara mandiri.
- Setelah melakukan wawancara singkat, peserta didik dapat melaporkan hasil wawancara mengenai nilai-nilai keluarga dengan bahasa yang santun.
Pemahaman bermakna: Keluarga adalah fondasi utama dalam kehidupan sosial; memahami dinamika dan peran setiap anggota keluarga membantu kita membangun hubungan yang harmonis dan saling mendukung.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana peranmu di keluarga dapat membentuk kebahagiaan dan kekuatan keluargamu?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Pendidikan Agama Islam: Memahami nilai-nilai Islam dalam membangun keluarga sakinah dan pentingnya birrul walidain (berbakti kepada orang tua). Ilmu Pengetahuan Sosial: Menganalisis peran keluarga sebagai agen sosialisasi dan dampaknya terhadap masyarakat. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat dilibatkan dengan meminta peserta didik mewawancarai mereka tentang nilai-nilai dan tradisi keluarga. |
| Lingkungan Pembelajaran | Lingkungan kelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok dan presentasi, serta memanfaatkan area sekitar sekolah untuk observasi jika relevan. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Peserta didik menggunakan internet untuk mencari informasi tambahan tentang isu-isu keluarga kontemporer dan membuat presentasi digital sederhana. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui analisis kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi peran dan tantangan keluarga modern dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Peran Keluarga: Guru menyebutkan ciri-ciri peran anggota keluarga (mis. 'selalu memasak makanan enak'), peserta didik menebak peran apa itu (mis. 'Ibu').
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan berdiskusi kelompok, peserta didik dapat merumuskan ide-ide kreatif untuk mengatasi masalah keluarga secara kolaboratif. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Lingkaran Harapan: Peserta didik duduk melingkar, lalu secara bergiliran menyebutkan satu harapan mereka untuk keluarga masing-masing tanpa mengulang harapan yang sama.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 25 menit
Tujuan: Menganalisis peran anggota keluarga dan mengidentifikasi tantangan yang dihadapi keluarga berdasarkan kasus yang diberikan.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan bersama kelompok. 3) Tulis hasilnya di tabel, lalu simpulkan.
Info singkat: Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat, namun memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk karakter dan masa depan individu.
Alat & bahan: Kertas, pulpen, gambar situasi keluarga, kasus singkat
Langkah kerja:
- Isilah teka-teki silang berikut. Petunjuknya diambil dari istilah yang kamu pelajari pada materi ini.
Gambar 1. Teka-teki silang - Amati situasi keluarga (Gambar) yang ditayangkan guru.
- Baca dengan saksama kasus singkat tentang sebuah keluarga yang diberikan.
- Diskusikan dalam kelompokmu, identifikasi peran setiap anggota keluarga dalam kasus tersebut dan tantangan yang mereka hadapi.
- Catat peran dan tantangan yang ditemukan di tabel yang tersedia.
- Rumuskan minimal dua ide solusi awal untuk mengatasi tantangan tersebut.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa arti keluarga bagimu?
- Sebutkan 3 kegiatan yang sering kamu lakukan bersama keluargamu!
- Menurutmu, apa peran seorang anak dalam keluarga?
- Pernahkah keluargamu menghadapi masalah? Bagaimana kalian mengatasinya?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi, serta kelengkapan pengisian LKPD.
Sumatif (akhir): Penilaian terhadap argumen persuasif tertulis dan presentasi gagasan solusi masalah keluarga.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi peran dan tantangan keluarga | Peran dan tantangan keluarga modern | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Merumuskan ide-ide kreatif untuk mengatasi masalah keluarga | Solusi kreatif masalah keluarga | 2 JP | kolaborasi |
| 3 | Menyusun argumen persuasif tentang pentingnya komunikasi dalam keluarga | Komunikasi efektif dalam keluarga | 2 JP | penalaran kritis |
| 4 | Menyampaikan gagasan tentang solusi masalah keluarga secara percaya diri | Presentasi gagasan dan argumen | 2 JP | komunikasi |
Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat, namun memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk karakter dan masa depan individu. Dalam modul 'Demi Keluarga' ini, kamu akan diajak menjelajahi berbagai dinamika, peran, dan tantangan yang dihadapi keluarga modern, serta bagaimana kita dapat berkontribusi untuk menciptakan keluarga yang harmonis dan bahagia.
1. Mengenal Peran Anggota Keluarga
Setiap anggota keluarga memiliki peran yang unik dan saling melengkapi. Ayah, ibu, dan anak-anak memiliki tanggung jawab serta hak masing-masing. Peran ini tidak hanya terbatas pada tugas domestik, tetapi juga mencakup dukungan emosional, pendidikan, dan pengembangan diri. Misalnya, ayah berperan sebagai kepala keluarga dan pencari nafkah, ibu sebagai pengelola rumah tangga dan pendidik utama, sementara anak berperan sebagai pelajar yang berbakti. Memahami dan menghargai peran masing-masing adalah kunci keharmonisan.
2. Tantangan Keluarga Modern
Keluarga modern menghadapi berbagai tantangan, mulai dari tekanan ekonomi, pengaruh media sosial, perbedaan generasi, hingga kurangnya waktu berkualitas bersama. Misalnya, orang tua yang sibuk bekerja mungkin kesulitan meluangkan waktu untuk anak, atau anak-anak terpapar informasi negatif dari internet. Tantangan ini dapat memicu konflik dan ketidaksepahaman jika tidak diatasi dengan baik. Penting untuk mengidentifikasi tantangan ini agar dapat mencari solusi yang tepat.
3. Pentingnya Komunikasi Efektif
Komunikasi adalah jembatan penghubung antaranggota keluarga. Komunikasi efektif berarti menyampaikan pesan dengan jelas, mendengarkan secara aktif, dan mengungkapkan perasaan dengan jujur. Ketika komunikasi terjalin baik, kesalahpahaman dapat diminimalisir, masalah dapat diselesaikan dengan musyawarah, dan ikatan emosional semakin kuat. Contohnya, keluarga yang terbiasa makan malam bersama dan berbagi cerita akan memiliki ikatan yang lebih erat daripada yang jarang berinteraksi.
4. Membangun Empati dan Kolaborasi
Empati, yaitu kemampuan memahami dan merasakan perasaan orang lain, sangat penting dalam keluarga. Dengan empati, kita bisa lebih peka terhadap kebutuhan dan kesulitan anggota keluarga. Kolaborasi atau kerja sama juga krusial. Ketika setiap anggota keluarga berkontribusi sesuai kemampuannya, beban akan terasa lebih ringan dan tujuan bersama lebih mudah tercapai. Misalnya, saat membersihkan rumah bersama atau merencanakan liburan, setiap orang memberikan idenya.
5. Solusi Kreatif untuk Masalah Keluarga
Setiap masalah keluarga pasti ada solusinya. Solusi kreatif seringkali muncul dari diskusi terbuka dan keinginan untuk beradaptasi. Misalnya, jika waktu bersama terbatas, keluarga bisa menjadwalkan 'kencan keluarga' mingguan atau membuat 'aturan bebas gadget' saat makan. Mengajak semua anggota keluarga terlibat dalam mencari solusi akan menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama. Kuncinya adalah fleksibilitas dan keterbukaan terhadap ide baru.
6. Nilai-Nilai Keluarga yang Kuat
Setiap keluarga memiliki nilai-nilai yang dipegang teguh, seperti kejujuran, saling menghormati, kasih sayang, atau religiusitas. Nilai-nilai ini menjadi pedoman dalam bertingkah laku dan mengambil keputusan. Menurunkan nilai-nilai ini dari generasi ke generasi akan membentuk identitas keluarga yang kokoh. Misalnya, tradisi mudik Lebaran mengajarkan nilai kebersamaan dan silaturahmi, sementara kebiasaan membaca Al-Qur'an bersama menumbuhkan nilai spiritual.
Rangkuman: Keluarga adalah inti masyarakat yang membentuk individu melalui peran, tantangan, dan nilai-nilai. Komunikasi efektif, empati, dan kolaborasi adalah kunci untuk mengatasi tantangan dan membangun keharmonisan. Dengan memahami dinamika ini, kita dapat menjadi anggota keluarga yang lebih bertanggung jawab dan berkontribusi menciptakan keluarga yang kuat dan bahagia.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Empati | Kemampuan memahami dan merasakan perasaan orang lain. |
| Kolaborasi | Kerja sama untuk mencapai tujuan bersama. |
| Harmonis | Keadaan serasi, sejalan, dan rukun. |
| Dinamika keluarga | Pola interaksi dan hubungan antaranggota keluarga yang terus berubah. |
| Persuasif | Bersifat membujuk atau meyakinkan. |
| Birrul walidain | Berbakti kepada kedua orang tua (dalam Islam). |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Demi Keluarga" mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas IX ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Demi Keluarga yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Bahasa Indonesia Kelas IX Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil1 dari 2 siap unduh
Berbagi Argumentasi dalam Teks DiskusiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopBelajar BerpantunBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap2 materi · siap dibuatkan
Menuangkan Gagasan dalam Artikel Ilmiah PopulerBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMeneladani Pesan Moral dalam LegendaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Bahasa Indonesia lain yang sudah tersedia
Belajar Menulis PantunBahasa Indonesia Kelas IX MTsBuku-buku BerbicaraBahasa Indonesia Kelas IX MTsDari Hobi Menjadi Pundi-pundiBahasa Indonesia Kelas IX MTsKomunikasi di Ujung JariBahasa Indonesia Kelas IX MTsLihat semua Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas IX →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Bahasa Indonesia kelas 9 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas IX dan kelas 9 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Demi Keluarga pada Bahasa Indonesia MTs, Fase D, elemen Menulis dan Mempresentasikan.
Modul Demi Keluarga ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Demi Keluarga untuk Bahasa Indonesia kelas IX.
Apakah modul ajar Bahasa Indonesia materi Demi Keluarga ini gratis?
Ya. Modul Demi Keluarga untuk kelas IX MTs dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Demi Keluarga ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Bahasa Indonesia kelas IX ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Demi Keluarga ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Demi Keluarga dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Indonesia kelas IX di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Bahasa Indonesia kelas IX ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Demi Keluarga ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas IX MTs. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Demi Keluarga tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Demi Keluarga untuk Bahasa Indonesia kelas IX di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Demi Keluarga ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bahasa Indonesia kelas IX MTs berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Demi Keluarga beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Bahasa Indonesia kelas IX berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun, Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah, dan PPT bahan tayang tiap pertemuan tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Bahasa Indonesia ini cocok untuk MTs negeri, swasta, maupun SMP?
Ya. Kop, logo, dan nama MTs Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMP, pilih jenjang SMP saat mengisi borang: materi Demi Keluarga yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Bahasa Indonesia SMP ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.