Modul Ajar & RPP Bahasa Indonesia Kelas IX
Komunikasi di Ujung Jari
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
- 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air
📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
| Fase / Kelas | D / IX |
| Materi Pokok | Komunikasi di Ujung Jari |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang penggunaan gawai dan aplikasi komunikasi digital dalam kehidupan sehari-hari. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak pribadi
Peserta didik mengembangkan akhlak mulia dalam berkomunikasi digital, menghindari ujaran kebencian dan hoaks, serta menyebarkan kebaikan. - penalaran kritis — elemen: memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
Peserta didik secara aktif mencari, mengelola, dan mengevaluasi informasi dari berbagai sumber digital untuk memecahkan masalah komunikasi. - komunikasi — elemen: berkomunikasi secara efektif dan bertanggung jawab
Peserta didik menggunakan media digital untuk menyampaikan pesan secara jelas, santun, dan bertanggung jawab sesuai konteks dan tujuan.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Menulis dan Berbicara |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menyajikan gagasan, pikiran, dan perasaan dalam berbagai bentuk tulisan dan lisan menggunakan media digital secara efektif, bertanggung jawab, dan sesuai kaidah kebahasaan. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Materi ini membahas fenomena nyata penggunaan media sosial dan aplikasi pesan instan dalam kehidupan remaja. |
| Konseptual | Konsep intinya adalah komunikasi yang efektif dan etis di era digital, termasuk etika, privasi, dan keamanan data. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari langkah-langkah menyusun pesan yang persuasif dan informatif serta menganalisis konten digital secara kritis. |
| Metakognitif | Peserta didik disadarkan akan pentingnya refleksi diri terhadap jejak digital dan dampak komunikasinya terhadap orang lain. |
Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Mendorong peserta didik untuk selalu menyebarkan kebaikan dan menghindari ujaran kebencian di media sosial sebagai wujud syukur atas nikmat akal dan kemampuan berkomunikasi. |
| 2. Cinta Ilmu | Mengajak peserta didik untuk terus belajar dan mencari informasi yang benar, serta berpikir kritis dalam menyaring hoaks di dunia digital. |
| 3. Cinta Lingkungan | Menyadarkan peserta didik akan pentingnya menjaga kebersihan dan kerapian berbahasa di ruang digital, serta menghindari "sampah" informasi yang merugikan. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Membimbing peserta didik untuk berkomunikasi dengan santun, menghargai privasi orang lain, dan membangun interaksi positif di media sosial. |
| 5. Cinta Tanah Air | Mendorong peserta didik untuk menggunakan media digital secara produktif demi kemajuan bangsa, serta melawan penyebaran informasi yang dapat memecah belah persatuan. |
Tujuan Pembelajaran:
- Setelah mengamati contoh kasus komunikasi digital, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri pesan yang efektif dan etis dengan tepat.
- Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis dampak positif dan negatif komunikasi digital terhadap interaksi sosial dengan argumen yang logis.
- Dengan menggunakan aplikasi pesan instan, peserta didik dapat menyusun pesan yang informatif dan persuasif sesuai kaidah kebahasaan dan etika digital secara santun.
- Setelah mempelajari etika berkomunikasi digital, peserta didik dapat menciptakan panduan singkat tentang menjaga privasi dan keamanan data pribadi di media sosial dengan jelas.
- Melalui simulasi, peserta didik dapat mempraktikkan cara menanggapi hoaks dan ujaran kebencian di media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.
- Setelah menganalisis berbagai jenis konten digital, peserta didik dapat merancang kampanye digital sederhana tentang penggunaan media sosial yang sehat dan produktif dengan kreatif.
Pemahaman bermakna: Komunikasi di ujung jari bukan hanya tentang kecepatan, tetapi juga tentang tanggung jawab, etika, dan kemampuan menyaring informasi agar menjadi pengguna digital yang cerdas dan bermanfaat.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana kamu memastikan pesan yang kamu kirim di media sosial tidak hanya sampai, tetapi juga dipahami dan tidak menimbulkan masalah?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Pendidikan Agama Islam: Etika bermedia sosial dan tanggung jawab moral dalam menyebarkan informasi yang baik dan benar. Informatika: Pengenalan fitur keamanan data, privasi akun, dan cara kerja aplikasi komunikasi digital. Pendidikan Pancasila: Pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta menghindari ujaran kebencian di ruang digital. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua diajak untuk berdiskusi dengan anak tentang penggunaan media sosial yang sehat dan etis di rumah, serta mengawasi aktivitas digital mereka. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas dilengkapi dengan akses internet stabil dan proyektor, serta suasana yang mendukung diskusi terbuka dan kolaborasi antar peserta didik. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan aplikasi pesan instan dan media sosial sebagai media praktik langsung untuk menyusun pesan dan menganalisis konten, serta sumber informasi terpercaya. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Setelah mengamati contoh kasus komunikasi digital, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri pesan yang efektif dan etis dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Ice breaking: Tebak Emoji: Guru menayangkan beberapa emoji dan peserta didik menebak makna atau konteks penggunaannya, lalu menanyakan 'Apakah emoji selalu dipahami sama oleh semua orang?'
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 35 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis dampak positif dan negatif komunikasi digital terhadap interaksi sosial dengan argumen yang logis. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Jejak Kata: Guru mengucapkan satu kata terkait komunikasi digital (misal: 'grup'), lalu peserta didik di sampingnya menyebutkan kata lain yang berhubungan (misal: 'diskusi'), begitu seterusnya secara cepat. Jika ada yang bingung atau mengulang, ia keluar.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 35 menit
Tujuan: Kamu akan berlatih menganalisis kasus komunikasi digital dan mengidentifikasi ciri-ciri pesan yang efektif dan etis.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan bersama kelompok. 3) Tulis hasilnya di tabel, lalu simpulkan.
Info singkat: Di era digital ini, komunikasi tidak lagi terbatas oleh ruang dan waktu. Gawai di genggaman kita menjadi jembatan penghubung dengan dunia.
Alat & bahan: Gawai, akses internet, kertas, alat tulis
Langkah kerja:
- Amati dengan saksama gambar, yaitu tangkapan layar percakapan grup yang memicu salah paham.
- Identifikasi minimal 3 (tiga) masalah komunikasi yang muncul dalam percakapan tersebut dan catat di tabel.
- Diskusikan dalam kelompok, mengapa masalah-masalah tersebut bisa terjadi? Apa yang kurang dari pesan-pesan yang disampaikan?
- Berdasarkan analisismu, tuliskan minimal 5 (lima) ciri-ciri pesan yang efektif dan etis dalam komunikasi digital.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Aplikasi pesan apa yang paling sering kamu gunakan?
- Pernahkah kamu mengalami salah paham saat berkomunikasi lewat chat? Apa penyebabnya?
- Menurutmu, apa itu 'etika digital'?
- Apa yang kamu ketahui tentang privasi data di internet?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi, serta kelengkapan analisis pada LKPD.
Sumatif (akhir): Penilaian esai tentang analisis kasus komunikasi digital dan penyusunan panduan keamanan data.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi ciri-ciri pesan yang efektif dan etis | Konsep pesan efektif dan etis | 3 JP | Penalaran Kritis, Komunikasi |
| 2 | Menganalisis dampak positif dan negatif komunikasi digital | Dampak sosial komunikasi digital | 2 JP | Penalaran Kritis, Komunikasi |
| 3 | Menyusun pesan informatif dan persuasif | Kaidah kebahasaan dan etika digital | 3 JP | Komunikasi |
| 4 | Menciptakan panduan privasi dan keamanan data | Risiko dan pencegahan kebocoran data | 2 JP | Keimanan dan Ketakwaan, Penalaran Kritis |
Di era digital ini, komunikasi tidak lagi terbatas oleh ruang dan waktu. Gawai di genggaman kita menjadi jembatan penghubung dengan dunia. Namun, kemudahan ini juga membawa tantangan. Modul 'Komunikasi di Ujung Jari' akan membimbingmu menjadi komunikator digital yang cerdas, etis, dan bertanggung jawab, agar setiap pesan yang kamu kirim membawa dampak positif.
1. Era Komunikasi Digital
Komunikasi digital merujuk pada pertukaran informasi menggunakan teknologi elektronik seperti internet, gawai, dan aplikasi. Ini mencakup media sosial (Instagram, TikTok), aplikasi pesan instan (WhatsApp, Telegram), email, dan platform video conference. Keunggulannya adalah kecepatan, jangkauan luas, dan biaya yang relatif murah, memungkinkan konektivitas global yang tak terbatas. Namun, hal ini juga menuntut pengguna untuk lebih bijak dalam menyaring informasi dan berinteraksi, mengingat jejak digital yang tak terhapus.
2. Ciri Pesan Efektif dan Etis
Pesan yang efektif adalah pesan yang tujuan komunikasinya tercapai, artinya penerima memahami maksud pengirim dengan jelas. Ciri-cirinya meliputi kejelasan (tidak ambigu), ringkas (langsung ke inti), relevan (sesuai konteks), dan tepat (menggunakan pilihan kata yang sesuai). Pesan yang etis berarti pesan yang disampaikan dengan menjunjung tinggi nilai moral, kesantunan, dan rasa hormat. Ini termasuk menghindari ujaran kebencian, hoaks, fitnah, atau konten yang merugikan orang lain, serta selalu menjaga privasi.
3. Dampak Komunikasi Digital pada Interaksi Sosial
Komunikasi digital memiliki dua sisi dampak terhadap interaksi sosial. Dampak positifnya antara lain memperluas jaringan pertemanan, mempermudah koordinasi, dan mendekatkan yang jauh. Namun, dampak negatifnya juga signifikan, seperti berkurangnya interaksi tatap muka, potensi kecanduan gawai, munculnya cyberbullying, penyebaran hoaks yang merusak persatuan, dan masalah privasi. Penting untuk menemukan keseimbangan agar teknologi menjadi alat yang mendukung, bukan menghambat, interaksi sosial yang sehat.
4. Menyusun Pesan Informatif dan Persuasif
Pesan informatif bertujuan menyampaikan fakta atau data secara objektif, sementara pesan persuasif bertujuan memengaruhi penerima agar melakukan tindakan tertentu. Untuk menyusun pesan yang informatif, pastikan data akurat, sumber jelas, dan disajikan secara sistematis. Untuk pesan persuasif, gunakan bahasa yang menarik, logis, dan menyentuh emosi positif, serta ajakan bertindak yang jelas. Keduanya harus tetap santun, jelas, dan sesuai kaidah kebahasaan, serta memperhatikan target audiens agar efektif.
5. Etika dan Kaidah Kebahasaan dalam Komunikasi Digital
Etika komunikasi digital (netiket) meliputi penggunaan bahasa yang sopan, tidak menggunakan huruf kapital semua (karena dianggap berteriak), tidak menyebarkan informasi pribadi orang lain tanpa izin, dan menghargai perbedaan pendapat. Kaidah kebahasaan juga penting, seperti penggunaan tanda baca yang benar, ejaan yang baku, dan kalimat yang efektif. Hindari singkatan yang berlebihan atau bahasa gaul yang mungkin tidak dipahami semua orang, terutama dalam konteks formal atau semi-formal.
6. Menjaga Privasi dan Keamanan Data Pribadi
Privasi data adalah hak individu untuk mengontrol informasi pribadinya. Keamanan data adalah upaya melindungi informasi tersebut dari akses tidak sah. Di media sosial, penting untuk selalu memeriksa pengaturan privasi akun, tidak membagikan informasi sensitif (alamat, nomor telepon, tanggal lahir lengkap), dan berhati-hati terhadap tautan atau pesan dari sumber tidak dikenal. Gunakan kata sandi yang kuat dan unik, aktifkan verifikasi dua langkah, serta waspada terhadap upaya phishing atau penipuan daring. Edukasi diri dan orang di sekitar adalah kunci.
7. Menanggapi Hoaks dan Ujaran Kebencian
Hoaks adalah informasi palsu yang disebarkan dengan sengaja, sedangkan ujaran kebencian adalah pernyataan yang memprovokasi kebencian terhadap individu atau kelompok. Cara menanggapi keduanya adalah dengan tidak langsung menyebarkannya, memverifikasi informasi dari sumber terpercaya, melaporkan akun atau konten yang melanggar, dan menyebarkan informasi yang benar dengan santun. Jangan terpancing emosi dan hindari berdebat di ruang publik yang bisa memperkeruh suasana. Jadilah agen penyebar kebenaran dan kedamaian.
Rangkuman: Komunikasi di ujung jari menawarkan kemudahan, tetapi menuntut kita menjadi pengguna yang cerdas dan bertanggung jawab. Pesan harus efektif, etis, dan sesuai kaidah kebahasaan. Kita perlu menyadari dampak positif dan negatifnya terhadap interaksi sosial, serta aktif menjaga privasi dan keamanan data pribadi. Dengan memahami etika digital dan mampu menanggapi hoaks, kita dapat menciptakan lingkungan digital yang positif dan bermanfaat bagi semua.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Gawai | Perangkat elektronik kecil yang memiliki fungsi khusus, seperti telepon pintar. |
| Netiket | Etika dalam berkomunikasi menggunakan internet dan media digital. |
| Hoaks | Informasi palsu yang disebarkan seolah-olah benar. |
| Phishing | Upaya penipuan untuk mendapatkan data pribadi dengan menyamar sebagai pihak terpercaya. |
| Jejak digital | Data atau informasi yang ditinggalkan seseorang saat beraktivitas di internet. |
| Ujaran kebencian | Pernyataan yang memprovokasi kebencian terhadap individu atau kelompok tertentu. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Komunikasi di Ujung Jari" mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas IX ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Komunikasi di Ujung Jari yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Bahasa Indonesia Kelas IX Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil1 dari 2 siap unduh
Berbagi Argumentasi dalam Teks DiskusiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopBelajar BerpantunBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap2 materi · siap dibuatkan
Menuangkan Gagasan dalam Artikel Ilmiah PopulerBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMeneladani Pesan Moral dalam LegendaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Bahasa Indonesia lain yang sudah tersedia
Belajar Menulis PantunBahasa Indonesia Kelas IX MTsBuku-buku BerbicaraBahasa Indonesia Kelas IX MTsDari Hobi Menjadi Pundi-pundiBahasa Indonesia Kelas IX MTsDemi KeluargaBahasa Indonesia Kelas IX MTsLihat semua Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas IX →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Bahasa Indonesia kelas 9 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas IX dan kelas 9 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Komunikasi di Ujung Jari pada Bahasa Indonesia MTs, Fase D, elemen Menulis dan Berbicara.
Modul Komunikasi di Ujung Jari ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Komunikasi di Ujung Jari untuk Bahasa Indonesia kelas IX.
Apakah modul ajar Bahasa Indonesia materi Komunikasi di Ujung Jari ini gratis?
Ya. Modul Komunikasi di Ujung Jari untuk kelas IX MTs dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Komunikasi di Ujung Jari ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Bahasa Indonesia kelas IX ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Komunikasi di Ujung Jari ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Komunikasi di Ujung Jari dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Indonesia kelas IX di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Bahasa Indonesia kelas IX ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Komunikasi di Ujung Jari ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas IX MTs. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Komunikasi di Ujung Jari tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Komunikasi di Ujung Jari untuk Bahasa Indonesia kelas IX di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Komunikasi di Ujung Jari ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bahasa Indonesia kelas IX MTs berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Komunikasi di Ujung Jari beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Bahasa Indonesia kelas IX berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun, Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah, dan PPT bahan tayang tiap pertemuan tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Bahasa Indonesia ini cocok untuk MTs negeri, swasta, maupun SMP?
Ya. Kop, logo, dan nama MTs Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMP, pilih jenjang SMP saat mengisi borang: materi Komunikasi di Ujung Jari yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Bahasa Indonesia SMP ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.