MTsKelas IXFase D

Modul Ajar & RPP Bahasa Indonesia Kelas IX
Komunikasi di Ujung Jari

Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
  • 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air

📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025

💚 + Panca Cinta · Kurikulum Berbasis Cinta (KMA 1503/2025)
Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Drs. Joko Indarto · guru SMP

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

📽️ Modul ini sekalian jadi PPT-nyaSlide dari isi modul ini · satu .pptx per pertemuan

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Komunikasi di ujung jari menawarkan kemudahan, tetapi menuntut kita menjadi pengguna yang cerdas dan bertanggung jawab. Pesan harus efektif, etis, dan sesuai kaidah kebahasaan. Kita perlu menyadari dampak positif dan negatifnya terhadap interaksi sosial, serta aktif menjaga privasi dan keamanan data pribadi. Dengan memahami etika digital dan mampu menanggapi hoaks, kita dapat menciptakan lingkungan digital yang positif dan bermanfaat bagi semua.

Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM BERBASIS CINTA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Komunikasi di Ujung Jari
Bahasa Indonesia · Kelas IX · Fase D
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
MODUL AJAR
Komunikasi di Ujung Jari
Bahasa Indonesia · Fase D · Kelas IX · Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasD / IX
Materi PokokKomunikasi di Ujung Jari
Alokasi Waktu2 pertemuan
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang penggunaan gawai dan aplikasi komunikasi digital dalam kehidupan sehari-hari.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak pribadi
    Peserta didik mengembangkan akhlak mulia dalam berkomunikasi digital, menghindari ujaran kebencian dan hoaks, serta menyebarkan kebaikan.
  2. penalaran kritis — elemen: memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
    Peserta didik secara aktif mencari, mengelola, dan mengevaluasi informasi dari berbagai sumber digital untuk memecahkan masalah komunikasi.
  3. komunikasi — elemen: berkomunikasi secara efektif dan bertanggung jawab
    Peserta didik menggunakan media digital untuk menyampaikan pesan secara jelas, santun, dan bertanggung jawab sesuai konteks dan tujuan.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainMenulis dan Berbicara
Rumusan CP FasePeserta didik mampu menyajikan gagasan, pikiran, dan perasaan dalam berbagai bentuk tulisan dan lisan menggunakan media digital secara efektif, bertanggung jawab, dan sesuai kaidah kebahasaan.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualMateri ini membahas fenomena nyata penggunaan media sosial dan aplikasi pesan instan dalam kehidupan remaja.
KonseptualKonsep intinya adalah komunikasi yang efektif dan etis di era digital, termasuk etika, privasi, dan keamanan data.
ProseduralPeserta didik akan mempelajari langkah-langkah menyusun pesan yang persuasif dan informatif serta menganalisis konten digital secara kritis.
MetakognitifPeserta didik disadarkan akan pentingnya refleksi diri terhadap jejak digital dan dampak komunikasinya terhadap orang lain.

Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:

1. Cinta Allah dan Rasul-NyaMendorong peserta didik untuk selalu menyebarkan kebaikan dan menghindari ujaran kebencian di media sosial sebagai wujud syukur atas nikmat akal dan kemampuan berkomunikasi.
2. Cinta IlmuMengajak peserta didik untuk terus belajar dan mencari informasi yang benar, serta berpikir kritis dalam menyaring hoaks di dunia digital.
3. Cinta LingkunganMenyadarkan peserta didik akan pentingnya menjaga kebersihan dan kerapian berbahasa di ruang digital, serta menghindari "sampah" informasi yang merugikan.
4. Cinta Diri dan SesamaMembimbing peserta didik untuk berkomunikasi dengan santun, menghargai privasi orang lain, dan membangun interaksi positif di media sosial.
5. Cinta Tanah AirMendorong peserta didik untuk menggunakan media digital secara produktif demi kemajuan bangsa, serta melawan penyebaran informasi yang dapat memecah belah persatuan.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Setelah mengamati contoh kasus komunikasi digital, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri pesan yang efektif dan etis dengan tepat.
  2. Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis dampak positif dan negatif komunikasi digital terhadap interaksi sosial dengan argumen yang logis.
  3. Dengan menggunakan aplikasi pesan instan, peserta didik dapat menyusun pesan yang informatif dan persuasif sesuai kaidah kebahasaan dan etika digital secara santun.
  4. Setelah mempelajari etika berkomunikasi digital, peserta didik dapat menciptakan panduan singkat tentang menjaga privasi dan keamanan data pribadi di media sosial dengan jelas.
  5. Melalui simulasi, peserta didik dapat mempraktikkan cara menanggapi hoaks dan ujaran kebencian di media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.
  6. Setelah menganalisis berbagai jenis konten digital, peserta didik dapat merancang kampanye digital sederhana tentang penggunaan media sosial yang sehat dan produktif dengan kreatif.
Halaman 2 · Komunikasi di Ujung Jari — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Komunikasi di ujung jari bukan hanya tentang kecepatan, tetapi juga tentang tanggung jawab, etika, dan kemampuan menyaring informasi agar menjadi pengguna digital yang cerdas dan bermanfaat.

Pertanyaan pemantik: "Bagaimana kamu memastikan pesan yang kamu kirim di media sosial tidak hanya sampai, tetapi juga dipahami dan tidak menimbulkan masalah?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning (PBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuPendidikan Agama Islam: Etika bermedia sosial dan tanggung jawab moral dalam menyebarkan informasi yang baik dan benar.
Informatika: Pengenalan fitur keamanan data, privasi akun, dan cara kerja aplikasi komunikasi digital.
Pendidikan Pancasila: Pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta menghindari ujaran kebencian di ruang digital.
Kemitraan PembelajaranOrang tua diajak untuk berdiskusi dengan anak tentang penggunaan media sosial yang sehat dan etis di rumah, serta mengawasi aktivitas digital mereka.
Lingkungan PembelajaranKelas dilengkapi dengan akses internet stabil dan proyektor, serta suasana yang mendukung diskusi terbuka dan kolaborasi antar peserta didik.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan aplikasi pesan instan dan media sosial sebagai media praktik langsung untuk menyusun pesan dan menganalisis konten, serta sumber informasi terpercaya.
Halaman 3 · Komunikasi di Ujung Jari — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
D.1  PENGALAMAN BELAJAR — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 120 menit · awal 20 · inti 80 · penutup 20
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 1Setelah mengamati contoh kasus komunikasi digital, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri pesan yang efektif dan etis dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)20 menitIce breaking: Tebak Emoji: Guru menayangkan beberapa emoji dan peserta didik menebak makna atau konteks penggunaannya, lalu menanyakan 'Apakah emoji selalu dipahami sama oleh semua orang?'
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan melakukan presensi untuk memastikan kehadiran peserta didik.
  2. Guru menanyakan pengalaman peserta didik dalam menggunakan aplikasi pesan atau media sosial, mengaitkannya dengan materi 'Komunikasi di Ujung Jari'.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan memantik rasa ingin tahu peserta didik dengan pertanyaan 'Apa saja tantangan dalam berkomunikasi melalui gawai?'.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan sebuah kasus komunikasi digital yang ambigu atau menimbulkan salah paham (misalnya, tangkapan layar percakapan grup yang memicu konflik) dan meminta peserta didik mengamati gambar 1.
  2. Guru meminta peserta didik untuk mengidentifikasi masalah-masalah yang muncul dari kasus tersebut, seperti misinterpretasi, kurangnya etika, atau penyebaran informasi yang tidak akurat.
  3. Guru memfasilitasi diskusi singkat mengenai faktor-faktor penyebab masalah komunikasi digital dalam kasus tersebut.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)35 menit
  1. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Guru membagi peserta didik menjadi kelompok-kelompok kecil (3-4 orang) dan meminta setiap kelompok memilih satu kasus komunikasi digital yang relevan dari pengalaman mereka atau yang disediakan guru.
  2. Membimbing penyelidikan: Setiap kelompok menganalisis kasus yang dipilih, mengidentifikasi ciri-ciri pesan yang kurang efektif atau tidak etis, serta dampak yang ditimbulkan.
  3. Peserta didik dalam kelompok mencari referensi tambahan dari bahan ajar atau internet mengenai etika dan efektivitas komunikasi digital.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis kasus mereka di depan kelas, menjelaskan masalah yang ditemukan dan ciri-ciri pesan yang kurang tepat.
  2. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Kelompok lain memberikan umpan balik dan pertanyaan terhadap presentasi, lalu guru memimpin diskusi untuk menyimpulkan ciri-ciri pesan yang efektif dan etis.
  3. Guru memberikan penguatan terhadap konsep pesan yang efektif, etis, dan bertanggung jawab dalam komunikasi digital.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)20 menit
  1. Guru bersama peserta didik menyimpulkan ciri-ciri pesan yang efektif dan etis dalam komunikasi digital.
  2. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan mengajak mereka merefleksikan pentingnya berbahasa santun di dunia maya.
  3. Guru menyampaikan materi untuk pertemuan berikutnya dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Komunikasi di Ujung Jari — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
D.2  PENGALAMAN BELAJAR — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 2Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis dampak positif dan negatif komunikasi digital terhadap interaksi sosial dengan argumen yang logis.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Jejak Kata: Guru mengucapkan satu kata terkait komunikasi digital (misal: 'grup'), lalu peserta didik di sampingnya menyebutkan kata lain yang berhubungan (misal: 'diskusi'), begitu seterusnya secara cepat. Jika ada yang bingung atau mengulang, ia keluar.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Guru mengulas kembali materi sebelumnya tentang pesan yang efektif dan etis, mengaitkannya dengan dampak komunikasi digital.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menganalisis dampak komunikasi digital dan memantik dengan pertanyaan 'Apakah gawai selalu mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat?'.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Pemberian rangsangan: Guru menayangkan video pendek atau infografis tentang penggunaan media sosial dan dampaknya pada interaksi sosial (gambar 2), lalu meminta peserta didik memperhatikan data yang disajikan.
  2. Guru meminta peserta didik untuk menuliskan hal-hal menarik atau pertanyaan yang muncul setelah melihat tayangan tersebut.
  3. Guru memfasilitasi curah pendapat singkat tentang observasi awal peserta didik terkait dampak komunikasi digital.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Identifikasi masalah: Peserta didik secara individu mengidentifikasi minimal tiga dampak positif dan tiga dampak negatif komunikasi digital terhadap interaksi sosial berdasarkan tayangan dan pengalamannya.
  2. Pengumpulan data: Peserta didik membentuk kelompok diskusi (4-5 orang) dan berbagi hasil identifikasi masing-masing, kemudian mengumpulkan data dan contoh konkret dari lingkungan sekitar mereka.
  3. Pengolahan data: Setiap kelompok mengelompokkan dampak-dampak tersebut, menganalisis hubungan sebab-akibat, dan menyusun argumen yang logis untuk setiap dampak yang diidentifikasi.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Pembuktian: Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis mereka di depan kelas, fokus pada argumen yang mendukung dampak positif dan negatif komunikasi digital.
  2. Menarik kesimpulan: Guru memimpin diskusi umum untuk membandingkan temuan antar kelompok dan menyimpulkan dampak-dampak utama komunikasi digital terhadap interaksi sosial.
  3. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya keseimbangan dalam menggunakan media digital agar tidak mengganggu interaksi sosial di dunia nyata.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Guru bersama peserta didik merangkum dampak positif dan negatif komunikasi digital terhadap interaksi sosial.
  2. Guru memberikan apresiasi atas diskusi yang interaktif dan mendorong peserta didik untuk lebih bijak dalam bersosialisasi di dunia maya maupun nyata.
  3. Guru menyampaikan tugas untuk pertemuan berikutnya dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Komunikasi di Ujung Jari — pratinjau tuntas.org
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · LEMBAR KERJA PESERTA DIDIKDetektif Komunikasi Digital
NamaKelasKelompok
TanggalNilaiParaf Guru

Waktu pengerjaan: 35 menit

Tujuan: Kamu akan berlatih menganalisis kasus komunikasi digital dan mengidentifikasi ciri-ciri pesan yang efektif dan etis.

Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan bersama kelompok. 3) Tulis hasilnya di tabel, lalu simpulkan.

Info singkat: Di era digital ini, komunikasi tidak lagi terbatas oleh ruang dan waktu. Gawai di genggaman kita menjadi jembatan penghubung dengan dunia.

Alat & bahan: Gawai, akses internet, kertas, alat tulis

Langkah kerja:

  1. Amati dengan saksama gambar, yaitu tangkapan layar percakapan grup yang memicu salah paham.
  2. Identifikasi minimal 3 (tiga) masalah komunikasi yang muncul dalam percakapan tersebut dan catat di tabel.
  3. Diskusikan dalam kelompok, mengapa masalah-masalah tersebut bisa terjadi? Apa yang kurang dari pesan-pesan yang disampaikan?
  4. Berdasarkan analisismu, tuliskan minimal 5 (lima) ciri-ciri pesan yang efektif dan etis dalam komunikasi digital.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaankolom kesimpulan kelompok · refleksi emoji

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Komunikasi di Ujung Jari — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Aplikasi pesan apa yang paling sering kamu gunakan?
  2. Pernahkah kamu mengalami salah paham saat berkomunikasi lewat chat? Apa penyebabnya?
  3. Menurutmu, apa itu 'etika digital'?
  4. Apa yang kamu ketahui tentang privasi data di internet?

Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi, serta kelengkapan analisis pada LKPD.

Sumatif (akhir): Penilaian esai tentang analisis kasus komunikasi digital dan penyusunan panduan keamanan data.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban6 pilihan ganda + 5 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Komunikasi di Ujung Jari — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Berbasis Cinta
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi ciri-ciri pesan yang efektif dan etisKonsep pesan efektif dan etis3 JPPenalaran Kritis, Komunikasi
2Menganalisis dampak positif dan negatif komunikasi digitalDampak sosial komunikasi digital2 JPPenalaran Kritis, Komunikasi
3Menyusun pesan informatif dan persuasifKaidah kebahasaan dan etika digital3 JPKomunikasi
4Menciptakan panduan privasi dan keamanan dataRisiko dan pencegahan kebocoran data2 JPKeimanan dan Ketakwaan, Penalaran Kritis
Halaman 8 · Komunikasi di Ujung Jari — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
BAHAN AJAR

Di era digital ini, komunikasi tidak lagi terbatas oleh ruang dan waktu. Gawai di genggaman kita menjadi jembatan penghubung dengan dunia. Namun, kemudahan ini juga membawa tantangan. Modul 'Komunikasi di Ujung Jari' akan membimbingmu menjadi komunikator digital yang cerdas, etis, dan bertanggung jawab, agar setiap pesan yang kamu kirim membawa dampak positif.

1. Era Komunikasi Digital
Komunikasi digital merujuk pada pertukaran informasi menggunakan teknologi elektronik seperti internet, gawai, dan aplikasi. Ini mencakup media sosial (Instagram, TikTok), aplikasi pesan instan (WhatsApp, Telegram), email, dan platform video conference. Keunggulannya adalah kecepatan, jangkauan luas, dan biaya yang relatif murah, memungkinkan konektivitas global yang tak terbatas. Namun, hal ini juga menuntut pengguna untuk lebih bijak dalam menyaring informasi dan berinteraksi, mengingat jejak digital yang tak terhapus.

2. Ciri Pesan Efektif dan Etis
Pesan yang efektif adalah pesan yang tujuan komunikasinya tercapai, artinya penerima memahami maksud pengirim dengan jelas. Ciri-cirinya meliputi kejelasan (tidak ambigu), ringkas (langsung ke inti), relevan (sesuai konteks), dan tepat (menggunakan pilihan kata yang sesuai). Pesan yang etis berarti pesan yang disampaikan dengan menjunjung tinggi nilai moral, kesantunan, dan rasa hormat. Ini termasuk menghindari ujaran kebencian, hoaks, fitnah, atau konten yang merugikan orang lain, serta selalu menjaga privasi.

3. Dampak Komunikasi Digital pada Interaksi Sosial
Komunikasi digital memiliki dua sisi dampak terhadap interaksi sosial. Dampak positifnya antara lain memperluas jaringan pertemanan, mempermudah koordinasi, dan mendekatkan yang jauh. Namun, dampak negatifnya juga signifikan, seperti berkurangnya interaksi tatap muka, potensi kecanduan gawai, munculnya cyberbullying, penyebaran hoaks yang merusak persatuan, dan masalah privasi. Penting untuk menemukan keseimbangan agar teknologi menjadi alat yang mendukung, bukan menghambat, interaksi sosial yang sehat.

4. Menyusun Pesan Informatif dan Persuasif
Pesan informatif bertujuan menyampaikan fakta atau data secara objektif, sementara pesan persuasif bertujuan memengaruhi penerima agar melakukan tindakan tertentu. Untuk menyusun pesan yang informatif, pastikan data akurat, sumber jelas, dan disajikan secara sistematis. Untuk pesan persuasif, gunakan bahasa yang menarik, logis, dan menyentuh emosi positif, serta ajakan bertindak yang jelas. Keduanya harus tetap santun, jelas, dan sesuai kaidah kebahasaan, serta memperhatikan target audiens agar efektif.

5. Etika dan Kaidah Kebahasaan dalam Komunikasi Digital
Etika komunikasi digital (netiket) meliputi penggunaan bahasa yang sopan, tidak menggunakan huruf kapital semua (karena dianggap berteriak), tidak menyebarkan informasi pribadi orang lain tanpa izin, dan menghargai perbedaan pendapat. Kaidah kebahasaan juga penting, seperti penggunaan tanda baca yang benar, ejaan yang baku, dan kalimat yang efektif. Hindari singkatan yang berlebihan atau bahasa gaul yang mungkin tidak dipahami semua orang, terutama dalam konteks formal atau semi-formal.

6. Menjaga Privasi dan Keamanan Data Pribadi
Privasi data adalah hak individu untuk mengontrol informasi pribadinya. Keamanan data adalah upaya melindungi informasi tersebut dari akses tidak sah. Di media sosial, penting untuk selalu memeriksa pengaturan privasi akun, tidak membagikan informasi sensitif (alamat, nomor telepon, tanggal lahir lengkap), dan berhati-hati terhadap tautan atau pesan dari sumber tidak dikenal. Gunakan kata sandi yang kuat dan unik, aktifkan verifikasi dua langkah, serta waspada terhadap upaya phishing atau penipuan daring. Edukasi diri dan orang di sekitar adalah kunci.

7. Menanggapi Hoaks dan Ujaran Kebencian
Hoaks adalah informasi palsu yang disebarkan dengan sengaja, sedangkan ujaran kebencian adalah pernyataan yang memprovokasi kebencian terhadap individu atau kelompok. Cara menanggapi keduanya adalah dengan tidak langsung menyebarkannya, memverifikasi informasi dari sumber terpercaya, melaporkan akun atau konten yang melanggar, dan menyebarkan informasi yang benar dengan santun. Jangan terpancing emosi dan hindari berdebat di ruang publik yang bisa memperkeruh suasana. Jadilah agen penyebar kebenaran dan kedamaian.

Rangkuman: Komunikasi di ujung jari menawarkan kemudahan, tetapi menuntut kita menjadi pengguna yang cerdas dan bertanggung jawab. Pesan harus efektif, etis, dan sesuai kaidah kebahasaan. Kita perlu menyadari dampak positif dan negatifnya terhadap interaksi sosial, serta aktif menjaga privasi dan keamanan data pribadi. Dengan memahami etika digital dan mampu menanggapi hoaks, kita dapat menciptakan lingkungan digital yang positif dan bermanfaat bagi semua.

Halaman 9 · Komunikasi di Ujung Jari — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
GLOSARIUM
IstilahArti
GawaiPerangkat elektronik kecil yang memiliki fungsi khusus, seperti telepon pintar.
NetiketEtika dalam berkomunikasi menggunakan internet dan media digital.
HoaksInformasi palsu yang disebarkan seolah-olah benar.
PhishingUpaya penipuan untuk mendapatkan data pribadi dengan menyamar sebagai pihak terpercaya.
Jejak digitalData atau informasi yang ditinggalkan seseorang saat beraktivitas di internet.
Ujaran kebencianPernyataan yang memprovokasi kebencian terhadap individu atau kelompok tertentu.
Daftar pustaka5 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Komunikasi di Ujung Jari — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
PENGESAHAN

Modul ajar "Komunikasi di Ujung Jari" mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas IX ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Madrasah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Komunikasi di Ujung Jari — pratinjau tuntas.org

11 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 12–17

Modul Komunikasi di Ujung Jari ini bisa jadi 17 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas IXPeta Konsep
Komunikasi di Ujung JariEra Komunikasi DigitalCiri Pesan Efektif dan EtisDampak Komunikasi Digital pada Interaksi SosialMenyusun Pesan Informatif dan PersuasifEtika dan Kaidah Kebahasaan dalam Komunikasi Digital
Dari sub-bab Komunikasi di Ujung JariHalaman 12
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas IXIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 13
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas IXLKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 14
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas IXRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 15
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas IXRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 16
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas IXProfil Lulusan
Keimanan dan ketakwaanPenalaran kritisKomunikasi
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 17

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketPPT Bahan Tayang tiap Pertemuan
Semua paketKaldik & Alokasi Waktu
Semua paketProta
Semua paketPromes Semester 1
Semua paketCP · ATP · KKTP Setahun
Semua paketJurnal Mengajar Semester
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS + analisis butir soal
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor
Paket 60Program Kerja Ekskul

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Bukan Komunikasi di Ujung Jari yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇

Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Bahasa Indonesia kelas 9 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas IX dan kelas 9 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Komunikasi di Ujung Jari pada Bahasa Indonesia MTs, Fase D, elemen Menulis dan Berbicara.

Modul Komunikasi di Ujung Jari ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Komunikasi di Ujung Jari untuk Bahasa Indonesia kelas IX.

Apakah modul ajar Bahasa Indonesia materi Komunikasi di Ujung Jari ini gratis?

Ya. Modul Komunikasi di Ujung Jari untuk kelas IX MTs dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Komunikasi di Ujung Jari ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Bahasa Indonesia kelas IX ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Komunikasi di Ujung Jari ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Komunikasi di Ujung Jari dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Indonesia kelas IX di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Bahasa Indonesia kelas IX ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Komunikasi di Ujung Jari ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas IX MTs. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Komunikasi di Ujung Jari tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Komunikasi di Ujung Jari untuk Bahasa Indonesia kelas IX di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Komunikasi di Ujung Jari ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bahasa Indonesia kelas IX MTs berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Komunikasi di Ujung Jari beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Bahasa Indonesia kelas IX berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun, Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah, dan PPT bahan tayang tiap pertemuan tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.

Modul Bahasa Indonesia ini cocok untuk MTs negeri, swasta, maupun SMP?

Ya. Kop, logo, dan nama MTs Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMP, pilih jenjang SMP saat mengisi borang: materi Komunikasi di Ujung Jari yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Bahasa Indonesia SMP ada di daftar jenjang lain di bawah.

Semua Modul Ajar Bahasa Indonesia MTsSemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.