Modul Ajar & RPP Pendidikan Agama Islam Kelas II
Asyiknya Belajar Kisah Ayah Para Nabi
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
- 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026 · KMA 1503/2025 (Panca Cinta)
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Islam |
| Fase / Kelas | A / II |
| Materi Pokok | Asyiknya Belajar Kisah Ayah Para Nabi |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik memiliki pengetahuan dasar tentang rukun iman dan beberapa nama Nabi serta Rasul yang mereka ketahui. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: Akhlak Beragama
Peserta didik menunjukkan sikap beriman kepada Allah SWT dengan meneladani kisah Nabi Ibrahim a.s. dalam kehidupan sehari-hari. - penalaran kritis — elemen: Menganalisis dan Mengevaluasi Penalaran
Peserta didik menganalisis sifat teladan Nabi Ibrahim a.s. dan mengevaluasi relevansinya dengan perilaku baik. - kreativitas — elemen: Menghasilkan Gagasan yang Orisinal
Peserta didik menghasilkan gagasan tentang cara meneladani sifat Nabi Ibrahim a.s. melalui karya sederhana.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 jo. Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026 |
| Elemen / Domain | Al-Qur'an, Hadis, Akidah, Akhlak, Fikih, dan Tarikh |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami kisah teladan Nabi dan Rasul, serta mengaplikasikan nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari untuk membentuk akhlak mulia. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Materi ini membahas kisah nyata Nabi Ibrahim a.s. sebagai salah satu Nabi yang diutus Allah SWT. |
| Konseptual | Konsep intinya adalah meneladani sifat-sifat mulia Nabi Ibrahim a.s. seperti ketaatan, kesabaran, dan keberanian dalam berdakwah. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar langkah-langkah untuk mengidentifikasi dan menerapkan nilai-nilai teladan Nabi Ibrahim a.s. dalam perilaku sehari-hari. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari bahwa mempelajari kisah Nabi dapat menjadi motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan berakhlak mulia. |
Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Mengimani keesaan Allah SWT dan meneladani ketaatan Nabi Ibrahim a.s. dalam setiap perintah-Nya, serta mencintai Rasulullah SAW. |
| 2. Cinta Ilmu | Memiliki rasa ingin tahu untuk menggali kisah-kisah Nabi Ibrahim a.s. dan mengambil pelajaran berharga dari setiap peristiwa dalam hidupnya. |
| 3. Cinta Lingkungan | Menghargai lingkungan sekitar sebagai ciptaan Allah SWT, sebagaimana Nabi Ibrahim a.s. mengamati alam untuk mencari kebenaran Tuhan. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Berani menegakkan kebenaran dan keadilan, serta bersikap sabar dalam menghadapi tantangan, meneladani keberanian dan kesabaran Nabi Ibrahim a.s. |
| 5. Cinta Tanah Air | Mencintai dan menjaga nilai-nilai luhur budaya bangsa yang sejalan dengan ajaran Islam, serta menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui pengamatan cerita bergambar, peserta didik dapat mengidentifikasi tokoh-tokoh utama dalam kisah Nabi Ibrahim a.s. dengan tepat.
- Setelah mendengarkan penjelasan guru, peserta didik dapat menjelaskan alasan Nabi Ibrahim a.s. disebut sebagai Ayah Para Nabi dengan benar.
- Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menyusun daftar sifat-sifat teladan Nabi Ibrahim a.s. secara runtut.
- Dengan bimbingan guru, peserta didik dapat memerankan kembali potongan kisah Nabi Ibrahim a.s. yang mengandung nilai keteladanan secara ekspresif.
- Setelah memahami kisah Nabi Ibrahim a.s., peserta didik dapat merancang kegiatan sederhana untuk meneladani akhlak mulia beliau dalam kehidupan sehari-hari dengan kreatif.
- Melalui presentasi, peserta didik dapat mempresentasikan hasil rancangan kegiatan meneladani Nabi Ibrahim a.s. di depan kelas dengan percaya diri.
Pemahaman bermakna: Mempelajari kisah Nabi Ibrahim a.s. membantu peserta didik memahami pentingnya keimanan, kesabaran, dan keberanian dalam berdakwah, serta menginspirasi mereka untuk meneladani akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa kita perlu belajar kisah para Nabi seperti Nabi Ibrahim a.s.?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Peserta didik melatih keterampilan menyimak cerita, berbicara di depan kelas, dan menuliskan ide-ide tentang kisah Nabi. Seni Budaya dan Prakarya: Peserta didik mengembangkan kreativitas melalui kegiatan memerankan kisah Nabi dan membuat karya visual sederhana. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua diajak untuk bercerita kisah Nabi Ibrahim a.s. di rumah dan mendampingi peserta didik dalam mengidentifikasi perilaku teladan di lingkungan sekitar. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas ditata nyaman dengan poster kisah Nabi Ibrahim a.s. dan fasilitas digital yang mendukung penayangan video atau cerita interaktif. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan tablet atau proyektor untuk menayangkan video animasi kisah Nabi Ibrahim a.s. dan aplikasi interaktif untuk menyusun peta pikiran sifat teladan. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui pengamatan cerita bergambar, peserta didik dapat mengidentifikasi tokoh-tokoh utama dalam kisah Nabi Ibrahim a.s. dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Ice breaking: Tepuk Nabi Ibrahim: Peserta didik menirukan tepuk tangan dengan irama 'Nabi Ibrahim, Ayah Para Nabi, Teladan Kita Semua!' secara bersama-sama.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Setelah mendengarkan penjelasan guru, peserta didik dapat menjelaskan alasan Nabi Ibrahim a.s. disebut sebagai Ayah Para Nabi dengan benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Ice breaking: Pesan Berantai: Peserta didik berbaris dan guru membisikkan satu kata kunci dari materi sebelumnya. Peserta didik membisikkan ke teman di depannya hingga pesan terakhir disampaikan dengan benar.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 25 menit
Tujuan: Setelah mengerjakan LKPD ini, kamu dapat mengidentifikasi tokoh dan sifat teladan Nabi Ibrahim a.s. dengan tepat.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Isi identitasmu. 3) Kerjakan langkah kegiatan bersama kelompokmu.
Info singkat: s. adalah salah satu cerita paling inspiratif dalam sejarah Islam.
Alat & bahan: Pensil, penghapus, krayon/pensil warna
Langkah kerja:
- Amati kisah Nabi Ibrahim a.s. Yang memecahkan berhala.
- Tuliskan nama-nama tokoh yang kamu lihat pada gambar di kolom yang tersedia.
- Lingkari sifat baik yang kamu temukan dari tokoh Nabi Ibrahim a.s. Dalam cerita tersebut.
- Warnai gambar Nabi Ibrahim a.s. Dengan krayon atau pensil warna kesukaanmu.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Siapa yang menciptakan kita?
- Apakah kamu tahu nama Nabi Ibrahim a.s.?
- Sebutkan satu hal baik yang pernah kamu lakukan hari ini!
- Menurutmu, mengapa kita perlu belajar kisah Nabi?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kemampuan identifikasi tokoh serta sifat teladan Nabi Ibrahim a.s.
Sumatif (akhir): Penilaian hasil proyek rancangan kegiatan meneladani Nabi Ibrahim a.s. dan presentasinya.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi tokoh-tokoh utama dalam kisah Nabi Ibrahim a.s. | Nabi Ibrahim a.s. pada masa kanak-kanak. | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Menjelaskan alasan Nabi Ibrahim a.s. disebut sebagai Ayah Para Nabi. | Nabi Ibrahim a.s. Ayah Para Nabi. | 2 JP | penalaran kritis |
| 3 | Menyusun daftar sifat-sifat teladan Nabi Ibrahim a.s. | Sikap teladan Nabi Ibrahim a.s. | 2 JP | keimanan dan ketakwaan |
| 4 | Merancang kegiatan sederhana untuk meneladani akhlak mulia Nabi Ibrahim a.s. | Meneladan Nabi Ibrahim a.s. | 2 JP | kreativitas |
Kisah Nabi Ibrahim a.s. adalah salah satu cerita paling inspiratif dalam sejarah Islam. Beliau dikenal sebagai 'Ayah Para Nabi' karena banyak Nabi dan Rasul lahir dari keturunannya. Melalui kisah ini, kita akan belajar banyak tentang keimanan, kesabaran, dan keberanian dalam menegakkan kebenaran, yang sangat penting untuk kita teladani dalam kehidupan sehari-hari.
1. Nabi Ibrahim a.s. Ayah Para Nabi?
Nabi Ibrahim a.s. adalah salah satu Nabi yang sangat mulia dalam Islam. Beliau dijuluki 'Ayah Para Nabi' atau Abul Anbiya (أَبُو الأَنْبِيَاءُ) karena dari keturunannya lahir banyak Nabi dan Rasul penting, seperti Nabi Ismail a.s. dan Nabi Ishaq a.s., yang kemudian menurunkan Nabi Muhammad SAW, Nabi Musa a.s., dan Nabi Isa a.s. Hal ini menunjukkan betapa besar peran beliau dalam menyebarkan ajaran tauhid kepada umat manusia dari generasi ke generasi. Kisah beliau penuh dengan pelajaran berharga tentang ketaatan kepada Allah SWT.
2. Nabi Ibrahim a.s. Pada Masa Kanak-Kanak
Sejak kecil, Nabi Ibrahim a.s. sudah menunjukkan kecerdasan dan pemikiran yang berbeda dari lingkungannya. Beliau hidup di tengah masyarakat yang menyembah berhala, termasuk ayah beliau sendiri, Azar. Nabi Ibrahim a.s. kecil sering bertanya-tanya tentang siapa sebenarnya Tuhan yang patut disembah. Beliau mengamati matahari, bulan, dan bintang, namun kemudian menyadari bahwa semua itu adalah ciptaan yang tidak kekal. Dari sinilah, beliau mulai mencari kebenatan dan yakin bahwa hanya ada satu Tuhan, yaitu Allah SWT, Sang Pencipta alam semesta.
3. Dakwah Nabi Ibrahim a.s.
Nabi Ibrahim a.s. berdakwah kepada kaumnya untuk meninggalkan penyembahan berhala dan hanya menyembah Allah SWT. Beliau memulai dakwahnya dari ayahnya sendiri, kemudian kepada masyarakat luas, bahkan sampai menghadapi Raja Namrud yang zalim. Dengan keberanian dan hujah yang kuat, Nabi Ibrahim a.s. menunjukkan kelemahan berhala-berhala yang disembah kaumnya. Salah satu cara beliau adalah dengan menghancurkan patung-patung berhala, kecuali satu patung besar, untuk membuktikan bahwa berhala tidak bisa berbuat apa-apa. Ini adalah bentuk keberanian dalam menegakkan kebenaran.
4. Sikap Teladan Nabi Ibrahim a.s.
Banyak sekali sikap teladan yang bisa kita ambil dari Nabi Ibrahim a.s. Beliau adalah sosok yang sangat taat kepada Allah SWT, bahkan ketika diperintahkan untuk mengorbankan putranya, Nabi Ismail a.s. Beliau juga sangat sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan, seperti saat dibakar hidup-hidup oleh Raja Namrud namun diselamatkan oleh Allah SWT. Keberaniannya dalam berdakwah dan keyakinannya yang teguh pada Allah SWT juga menjadi contoh bagi kita. Selain itu, beliau adalah seorang yang pemaaf dan selalu mendoakan kebaikan untuk kaumnya.
5. Meneladan Nabi Ibrahim a.s.
Meneladani Nabi Ibrahim a.s. berarti kita berusaha mencontoh sifat-sifat mulia beliau dalam kehidupan sehari-hari. Kita bisa belajar untuk selalu taat kepada Allah SWT dengan rajin beribadah, bersabar dalam menghadapi kesulitan, berani mengatakan yang benar, dan selalu berbuat baik kepada sesama. Misalnya, kita bisa meneladani ketaatan dengan tidak menunda salat, meneladani kesabaran saat menunggu giliran bermain, atau meneladani keberanian dengan jujur mengakui kesalahan. Dengan meneladani beliau, kita akan menjadi pribadi yang lebih baik dan disayang Allah SWT.
Rangkuman: Nabi Ibrahim a.s. adalah 'Ayah Para Nabi' yang kisahnya penuh teladan. Sejak kecil beliau mencari kebenaran dan berdakwah kepada kaumnya untuk menyembah Allah SWT. Sifat-sifat mulia beliau seperti ketaatan, kesabaran, keberanian, dan keyakinan teguh patut kita contoh. Dengan meneladani akhlak Nabi Ibrahim a.s., kita akan menjadi pribadi yang beriman dan berakhlak mulia, sesuai ajaran Islam.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Nabi Ibrahim a.s. | Nabi Allah yang agung, dijuluki 'Ayah Para Nabi'. |
| Ayah Para Nabi | Julukan untuk Nabi Ibrahim a.s. karena banyak Nabi lahir dari keturunannya. |
| Berhala | Patung atau benda yang disembah selain Allah SWT. |
| Dakwah | Menyebarkan ajaran kebaikan dan kebenaran Islam. |
| Tauhid | Mengimani keesaan Allah SWT, bahwa hanya Dia satu-satunya Tuhan yang berhak disembah. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Asyiknya Belajar Kisah Ayah Para Nabi" mata pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas II ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Asyiknya Belajar Kisah Ayah Para Nabi yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Pendidikan Agama Islam Kelas II Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil5 dari 5 siap unduh
Ayo Belajar Al-Qur’anModul siap unduh · Word + PDF ber-kopMari Mengenal Allah Swt.Modul siap unduh · Word + PDF ber-kopAyo Berperilaku TerpujiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopAlhamdulillah, Aku Bisa SalatModul siap unduh · Word + PDF ber-kopAsyiknya Belajar Kisah Nabi Nuh a.s.Modul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap5 dari 5 siap unduh
Senang Bisa Membaca Al-Qur’anModul siap unduh · Word + PDF ber-kopMari Mengenal Malaikat-Malaikat AllahModul siap unduh · Word + PDF ber-kopAku Senang Bisa Berakhlak TerpujiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopAyo Zikir dan Doa Setelah SalatModul siap unduh · Word + PDF ber-kopModul Pendidikan Agama Islam lain yang sudah tersedia
Kisah Nabi NuhPendidikan Agama Islam Kelas II SDAyo Belajar Al - Qur'anPendidikan Agama Islam Kelas II SDLihat semua Modul Ajar Pendidikan Agama Islam Kelas II →📝 Butuh soal ujiannya juga?
Materi Asyiknya Belajar Kisah Ayah Para Nabi masuk ASAS Pendidikan Agama Islam Kelas II Semester 2. Lihat contoh soal dan kuncinya, lalu rakit paket soalnya — kisi-kisi, naskah, kunci, kartu soal.
Mesin Soal Pendidikan Agama Islam Kelas II →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Pendidikan Agama Islam kelas 2 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas II dan kelas 2 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Asyiknya Belajar Kisah Ayah Para Nabi pada Pendidikan Agama Islam SD, Fase A, elemen Al-Qur'an, Hadis, Akidah, Akhlak, Fikih, dan Tarikh.
Modul Asyiknya Belajar Kisah Ayah Para Nabi ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 2 (genap), menurut urutan materi Pendidikan Agama Islam kelas II SD di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Pendidikan Agama Islam materi Asyiknya Belajar Kisah Ayah Para Nabi ini gratis?
Ya. Modul Asyiknya Belajar Kisah Ayah Para Nabi untuk kelas II SD dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Asyiknya Belajar Kisah Ayah Para Nabi ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Pendidikan Agama Islam kelas II ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Islam kelas II langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Asyiknya Belajar Kisah Ayah Para Nabi ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Asyiknya Belajar Kisah Ayah Para Nabi dapat Anda sesuaikan dengan murid Pendidikan Agama Islam kelas II di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Pendidikan Agama Islam kelas II ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Asyiknya Belajar Kisah Ayah Para Nabi ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 jo. Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026, pada Fase A untuk kelas II SD. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Asyiknya Belajar Kisah Ayah Para Nabi tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Asyiknya Belajar Kisah Ayah Para Nabi untuk Pendidikan Agama Islam kelas II di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Asyiknya Belajar Kisah Ayah Para Nabi ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Pendidikan Agama Islam kelas II SD berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Asyiknya Belajar Kisah Ayah Para Nabi beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Pendidikan Agama Islam kelas II berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun, Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah, dan PPT bahan tayang tiap pertemuan tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Pendidikan Agama Islam ini cocok untuk SD negeri, swasta, maupun MI?
Ya. Kop, logo, dan nama SD Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MI, pilih jenjang MI saat mengisi borang: materi Asyiknya Belajar Kisah Ayah Para Nabi yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Pendidikan Agama Islam MI ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.