Modul Ajar & RPP Pendidikan Agama Islam Kelas III
Kisah Nabi Ibrahim
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
- 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026 · KMA 1503/2025 (Panca Cinta)
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Islam |
| Fase / Kelas | B / III |
| Materi Pokok | Kisah Nabi Ibrahim |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik sudah mengenal beberapa nama nabi dan rasul serta beberapa kisah nabi secara umum. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: Akhlak kepada Allah
Peserta didik menunjukkan sikap berserah diri dan meyakini kebesaran Allah SWT melalui pemahaman kisah Nabi Ibrahim. - penalaran kritis — elemen: Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
Peserta didik mampu menganalisis hikmah dari kisah Nabi Ibrahim dan menghubungkannya dengan perilaku terpuji dalam kehidupan sehari-hari. - kreativitas — elemen: Menghasilkan gagasan yang orisinal
Peserta didik menciptakan karya sederhana (misal: poster/komik) yang menggambarkan nilai-nilai keteladanan Nabi Ibrahim.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026 |
| Elemen / Domain | Al-Qur'an dan Hadis, Akidah, Akhlak |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik memahami kisah para nabi dan rasul sebagai teladan, serta mengaplikasikan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Nabi Ibrahim adalah salah satu nabi dan rasul ulul azmi yang kisahnya banyak diceritakan dalam Al-Qur'an. |
| Konseptual | Kisah Nabi Ibrahim mengajarkan tentang ketauhidan, kesabaran, ketaatan, pengorbanan, dan keberanian dalam berdakwah. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar menganalisis, menyimpulkan, dan mengaplikasikan hikmah dari kisah Nabi Ibrahim dalam kehidupan. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari bahwa mempelajari kisah nabi tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter mulia. |
Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Meningkatkan keyakinan kepada Allah SWT sebagai Tuhan Yang Maha Esa dan satu-satunya yang patut disembah, seperti Nabi Ibrahim mencari kebenaran. |
| 2. Cinta Ilmu | Mendorong peserta didik untuk terus belajar dan mencari ilmu dari kisah-kisah para nabi agar dapat mengambil hikmah dan pelajaran berharga. |
| 3. Cinta Lingkungan | Menumbuhkan kesadaran untuk menjaga lingkungan sebagai anugerah Allah, seperti Nabi Ibrahim yang menjaga bumi dari kesyirikan kaumnya. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Mengembangkan sikap berani, jujur, dan ikhlas dalam berinteraksi dengan sesama, serta menumbuhkan rasa kasih sayang dan pengorbanan seperti Nabi Ibrahim. |
| 5. Cinta Tanah Air | Membangun rasa cinta dan bangga terhadap nilai-nilai keislaman yang merupakan bagian dari identitas bangsa, serta menjaga persatuan umat seperti tujuan pembangunan Ka'bah. |
Tujuan Pembelajaran:
- Menceritakan kembali kisah Nabi Ibrahim AS dengan runtut dan jelas setelah menyimak video atau dongeng.
- Mengidentifikasi sifat-sifat teladan Nabi Ibrahim AS (tauhid, sabar, taat, berani) setelah berdiskusi kelompok.
- Menjelaskan makna dan hikmah dari peristiwa penting dalam kisah Nabi Ibrahim AS (misalnya mencari Tuhan, menghancurkan berhala, kurban) secara mandiri.
- Menunjukkan sikap berani dan jujur dalam kehidupan sehari-hari sebagai cerminan keteladanan Nabi Ibrahim AS setelah memahami kisahnya.
- Mengaitkan nilai-nilai keteladanan Nabi Ibrahim AS dengan ibadah haji dan Idul Adha setelah presentasi kelompok.
- Membuat karya sederhana (misalnya poster, komik mini, atau drama pendek) yang menggambarkan salah satu keteladanan Nabi Ibrahim AS secara kolaboratif.
Pemahaman bermakna: Kisah Nabi Ibrahim bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan cerminan nilai-nilai keimanan dan akhlak mulia yang relevan untuk diteladani dalam kehidupan sehari-hari, mengajarkan pentingnya ketaatan kepada Allah dan keberanian menegakkan kebenaran.
Pertanyaan pemantik: "Menurut kalian, apa yang membuat Nabi Ibrahim menjadi sosok yang sangat istimewa dan sering disebut dalam Al-Qur'an?"
| Praktik Pedagogis | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Menceritakan kembali kisah secara lisan dan menuliskan ringkasan cerita. Seni Budaya: Membuat poster, komik mini, atau drama pendek yang menggambarkan kisah. Pendidikan Pancasila: Menghubungkan nilai keberanian dan kejujuran dengan nilai-nilai Pancasila. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua diajak untuk menceritakan kembali kisah Nabi Ibrahim di rumah atau menyaksikan film anak bertema kisah nabi bersama anak. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruangan kelas ditata agar nyaman untuk diskusi kelompok dan presentasi, serta tersedia area pajang karya atau panggung mini untuk penampilan drama. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video animasi kisah Nabi Ibrahim, aplikasi menggambar digital sederhana untuk poster, atau aplikasi presentasi untuk infografis. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Menceritakan kembali kisah Nabi Ibrahim AS dengan runtut dan jelas setelah menyimak video atau dongeng. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Tebak Gambar Nabi: Guru menunjukkan beberapa gambar yang berhubungan dengan kisah Nabi Ibrahim (misal: Ka'bah, domba, api), peserta didik menebak dan menyebutkan nama Nabi. Peserta didik memberi salam, berdoa bersama, dan guru memeriksa kehadiran. Guru melakukan apersepsi dengan menanyakan 'Siapa yang tahu cerita tentang Nabi Ibrahim?' dan menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memahami kisah Nabi Ibrahim. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik menyimak video animasi atau dongeng interaktif tentang kisah Nabi Ibrahim AS, lalu guru memancing pertanyaan untuk mengeksplorasi pemahaman awal mereka tentang tokoh dan peristiwa penting. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Dalam kelompok kecil, peserta didik mengisi lembar kerja 'Peta Cerita' untuk mengidentifikasi tokoh, latar, dan alur penting dalam kisah Nabi Ibrahim yang telah mereka dengar. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok menceritakan kembali bagian kisah yang paling menarik bagi mereka di depan kelas, kemudian guru memberikan penguatan tentang runtutan kisah Nabi Ibrahim. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan poin-poin penting kisah Nabi Ibrahim. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan memberikan tantangan untuk mencari tahu lebih banyak di rumah, diakhiri dengan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Mengidentifikasi sifat-sifat teladan Nabi Ibrahim AS (tauhid, sabar, taat, berani) setelah berdiskusi kelompok. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Siapakah Aku?: Guru menyebutkan satu sifat teladan (misal: 'Aku tidak takut sendirian menegakkan kebenaran, siapakah aku?'), peserta didik menebak 'Nabi Ibrahim'. Peserta didik memberi salam, berdoa, dan presensi. Guru mengaitkan pembelajaran sebelumnya dengan bertanya 'Apa yang kalian ingat tentang keberanian Nabi Ibrahim?' dan menyampaikan tujuan mengidentifikasi sifat teladan Nabi Ibrahim. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik membaca teks singkat atau mendengarkan penjelasan guru tentang peristiwa-peristiwa kunci yang menonjolkan sifat tauhid, sabar, taat, dan berani Nabi Ibrahim, seperti pencarian Tuhan dan penghancuran berhala. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Peserta didik bekerja dalam kelompok untuk mencatat sifat-sifat teladan Nabi Ibrahim dan memberikan contoh perbuatan dari kisah yang mendukung sifat tersebut pada lembar kerja yang disediakan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil identifikasi sifat-sifat teladan Nabi Ibrahim, lalu kelompok lain memberikan tanggapan. Guru meluruskan dan menguatkan pemahaman tentang sifat-sifat tersebut. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Guru bersama peserta didik merangkum sifat-sifat teladan Nabi Ibrahim. Guru mengapresiasi kerja keras kelompok dan mendorong peserta didik untuk meniru sifat-sifat baik itu. Ditutup dengan doa dan salam. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 40 menit
Tujuan: Membantu peserta didik mengidentifikasi tokoh, peristiwa, dan sifat teladan dari kisah Nabi Ibrahim.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Isi identitasmu. 3) Kerjakan langkah kegiatan bersama kelompokmu.
Info singkat: Kisah Nabi Ibrahim adalah salah satu cerita paling inspiratif dalam Islam. Beliau adalah seorang nabi yang sangat dicintai Allah SWT, dikenal sebagai Bapak Para Nabi dan kekasih Allah (Khalilullah).
Alat & bahan: lembar LKPD, alat tulis, pensil warna
Langkah kerja:
- Simaklah video atau dongeng kisah Nabi Ibrahim dengan seksama.
- Bersama kelompokmu, diskusikan tokoh-tokoh penting dan peristiwa-peristiwa utama dalam kisah tersebut.
- Tuliskan nama tokoh dan perannya pada kolom yang tersedia.
- Gambarlah atau tuliskan 3 peristiwa paling berkesan dan hikmahnya.
- Presentasikan hasil diskusimu di depan kelas.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Siapa yang tahu nama Nabi Ibrahim?
- Pernahkah kamu mendengar cerita tentang Nabi Ibrahim?
- Apa yang kamu ketahui tentang Ka'bah atau ibadah kurban?
- Menurutmu, mengapa kita perlu belajar kisah para nabi?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, kelengkapan pengisian LKPD, dan kontribusi dalam pembuatan proyek.
Sumatif (akhir): Penilaian hasil proyek (poster/komik/drama) dan presentasi kelompok, serta tes tertulis untuk mengukur pemahaman konsep dan hikmah.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menceritakan kembali kisah Nabi Ibrahim AS dengan runtut dan jelas. | Pengenalan dan alur kisah Nabi Ibrahim. | 4 JP | penalaran kritis |
| 2 | Mengidentifikasi sifat-sifat teladan Nabi Ibrahim AS (tauhid, sabar, taat, berani). | Sifat-sifat mulia Nabi Ibrahim. | 4 JP | keimanan dan ketakwaan |
| 3 | Menjelaskan makna dan hikmah dari peristiwa penting dalam kisah Nabi Ibrahim AS. | Makna dan hikmah peristiwa-peristiwa kunci. | 4 JP | penalaran kritis |
| 4 | Membuat karya sederhana yang menggambarkan salah satu keteladanan Nabi Ibrahim AS. | Proyek karya kreatif tentang keteladanan Nabi Ibrahim. | 8 JP | kreativitas |
Kisah Nabi Ibrahim adalah salah satu cerita paling inspiratif dalam Islam. Beliau adalah seorang nabi yang sangat dicintai Allah SWT, dikenal sebagai Bapak Para Nabi dan kekasih Allah (Khalilullah). Kisahnya penuh dengan pelajaran berharga tentang keimanan, kesabaran, ketaatan, dan keberanian. Mari kita teladani perjalanan hidup beliau untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
1. Masa Kecil dan Pencarian Tuhan
Nabi Ibrahim AS lahir di tengah masyarakat penyembah berhala dan bintang di Babilonia. Sejak kecil, beliau merasa ada yang tidak benar dengan kepercayaan kaumnya. Dengan akal sehatnya, Ibrahim mulai mencari Tuhan yang sebenarnya. Beliau mengamati matahari, bulan, dan bintang, namun menyadari bahwa semua itu tenggelam dan tidak abadi. Akhirnya, beliau menemukan kebenaran bahwa hanya Allah SWT, Pencipta alam semesta, yang patut disembah. Ini menunjukkan ketajaman pikiran dan tauhidnya.
2. Menghancurkan Berhala
Dengan keberanian luar biasa, Nabi Ibrahim menghancurkan semua berhala di kuil kaumnya, kecuali satu berhala terbesar. Ketika ditanya, beliau menunjuk berhala terbesar itu seolah-olah berhala itulah yang melakukannya. Tujuannya adalah menyadarkan kaumnya bahwa patung-patung itu tidak bisa berbuat apa-apa, apalagi melindungi diri sendiri. Tindakan ini menunjukkan keberanian beliau dalam menegakkan keesaan Allah, meskipun harus menghadapi risiko besar dari Raja Namrud dan kaumnya.
3. Ujian Api Raja Namrud
Akibat tindakan menghancurkan berhala, Nabi Ibrahim dihukum bakar hidup-hidup oleh Raja Namrud. Namun, atas kuasa Allah SWT, api yang sangat panas itu menjadi dingin dan tidak melukai beliau. Ini adalah mukjizat besar yang menunjukkan perlindungan Allah kepada hamba-Nya yang taat. Peristiwa ini mengajarkan kita tentang kebesaran Allah dan pentingnya berserah diri kepada-Nya dalam setiap keadaan, serta kesabaran Nabi Ibrahim menghadapi cobaan.
4. Perintah Kurban Nabi Ismail
Salah satu ujian terberat Nabi Ibrahim adalah perintah Allah untuk menyembelih putra kesayangannya, Ismail, yang telah lama dinanti. Dengan hati yang berat namun penuh ketaatan, Nabi Ibrahim melaksanakan perintah tersebut. Namun, Allah menggantinya dengan seekor domba. Peristiwa ini menjadi dasar ibadah kurban pada hari raya Idul Adha, mengajarkan kita tentang pengorbanan, ketaatan mutlak kepada Allah, dan keikhlasan dalam beribadah.
5. Membangun Ka'bah
Bersama putranya, Nabi Ismail, Nabi Ibrahim diperintahkan Allah untuk membangun Ka'bah di Makkah, sebuah rumah ibadah pertama di muka bumi yang menjadi kiblat umat Islam. 'رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ' (Rabbana taqabbal minna innaka Antas-Sami'ul-'Alim), artinya: 'Ya Tuhan kami, terimalah dari kami (amal kami); sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.' (QS. Al-Baqarah: 127). Pembangunan Ka'bah ini melambangkan pusat tauhid dan persatuan umat Islam di seluruh dunia.
Rangkuman: Kisah Nabi Ibrahim AS adalah teladan sempurna tentang keimanan, kesabaran, dan ketaatan kepada Allah SWT. Beliau mencari kebenaran, berani menegakkan tauhid dengan menghancurkan berhala, dan ikhlas menghadapi ujian berat seperti dibakar api dan perintah mengorbankan putra kesayangan. Dari kisahnya, kita belajar pentingnya berserah diri kepada Allah, berani membela kebenaran, dan berkorban di jalan-Nya. Nilai-nilai ini menjadi dasar banyak syariat Islam, termasuk ibadah haji dan kurban.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Tauhid | Keyakinan akan keesaan Allah SWT. |
| Berhala | Patung atau benda yang disembah selain Allah. |
| Namrud | Raja zalim yang memerintah pada masa Nabi Ibrahim. |
| Kurban | Penyembelihan hewan sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT. |
| Ka'bah | Bangunan suci di Makkah yang menjadi kiblat umat Islam. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Kisah Nabi Ibrahim" mata pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas III ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Kisah Nabi Ibrahim yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Pendidikan Agama Islam Kelas III Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil5 dari 5 siap unduh
Asyiknya Belajar Surah Al-‘AlaqModul siap unduh · Word + PDF ber-kopAyo Mengenal Tuhan KitaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPerilaku Terpuji Adalah KepribadiankuModul siap unduh · Word + PDF ber-kopAku Bangga Mampu BerpuasaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopAku Suka Belajar Sejarah IslamModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap5 dari 5 siap unduh
Senangnya Belajar HadisModul siap unduh · Word + PDF ber-kopAyo Beriman kepada Kitab-Kitab Allah Swt.Modul siap unduh · Word + PDF ber-kopAku Senang Berkalimah TayyibahModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSenangnya Salat RawatibModul siap unduh · Word + PDF ber-kopNabi Muhammad saw. RasulkuModul siap unduh · Word + PDF ber-kopModul Pendidikan Agama Islam lain yang sudah tersedia
Adzan dan IqamahPendidikan Agama Islam Kelas III SDAsyiknya Belajar Surah Al-'AlaqPendidikan Agama Islam Kelas III SDLihat semua Modul Ajar Pendidikan Agama Islam Kelas III →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Pendidikan Agama Islam kelas 3 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas III dan kelas 3 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Kisah Nabi Ibrahim pada Pendidikan Agama Islam SD, Fase B, elemen Al-Qur'an dan Hadis, Akidah, Akhlak.
Modul Kisah Nabi Ibrahim ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Pendidikan Agama Islam kelas III SD di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Pendidikan Agama Islam materi Kisah Nabi Ibrahim ini gratis?
Ya. Modul Kisah Nabi Ibrahim untuk kelas III SD dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Kisah Nabi Ibrahim ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Pendidikan Agama Islam kelas III ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Islam kelas III langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Kisah Nabi Ibrahim ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Kisah Nabi Ibrahim dapat Anda sesuaikan dengan murid Pendidikan Agama Islam kelas III di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Pendidikan Agama Islam kelas III ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Kisah Nabi Ibrahim ini mengikuti Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026, pada Fase B untuk kelas III SD. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Kisah Nabi Ibrahim tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Kisah Nabi Ibrahim untuk Pendidikan Agama Islam kelas III di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Kisah Nabi Ibrahim ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Pendidikan Agama Islam kelas III SD berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Kisah Nabi Ibrahim beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Pendidikan Agama Islam kelas III berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun, Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah, dan PPT bahan tayang tiap pertemuan tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Pendidikan Agama Islam ini cocok untuk SD negeri, swasta, maupun MI?
Ya. Kop, logo, dan nama SD Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MI, pilih jenjang MI saat mengisi borang: materi Kisah Nabi Ibrahim yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Pendidikan Agama Islam MI ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.