Modul Ajar & RPP Pendidikan Agama Islam Kelas III
Perilaku Jujur dan Percaya Diri
Modul ajar (RPP) Pendidikan Agama Islam SD kelas III materi Perilaku Jujur dan Percaya Diri lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026 (perubahan atas Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025). Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.
Bukan Perilaku Jujur dan Percaya Diri yang Anda cari? Materi Pendidikan Agama Islam Kelas III lainnya:
Lihat peta materi setahun9 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Islam |
| Fase / Kelas | B / III |
| Materi Pokok | Perilaku Jujur dan Percaya Diri |
| Alokasi Waktu | 3 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik sudah memiliki pemahaman dasar tentang pentingnya berkata benar dan berani tampil di depan umum dalam konteks sederhana.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak pribadi
Peserta didik menunjukkan sikap jujur dan percaya diri sebagai implementasi pemahaman terhadap ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari-hari. - kemandirian — elemen: pemahaman diri dan situasi
Peserta didik mampu mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan diri untuk meningkatkan rasa percaya diri dalam berinteraksi sosial. - kolaborasi — elemen: komunikasi untuk mencapai tujuan bersama
Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk menyusun cerita atau drama pendek tentang pentingnya jujur dan percaya diri.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026 (perubahan atas Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025) |
| Elemen / Domain | akidah |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik memahami ajaran pokok agama Islam tentang keimanan kepada Allah Swt., sifat-sifat-Nya, nama-nama-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan qada serta qadar, serta mengimplementasikannya dalam perilaku sehari-hari seperti jujur dan percaya diri. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Contoh perilaku jujur adalah tidak menyontek saat ujian, sedangkan contoh percaya diri adalah berani berbicara di depan kelas. |
| Konseptual | Jujur adalah kesesuaian antara perkataan dan perbuatan, sedangkan percaya diri adalah keyakinan pada kemampuan diri sendiri tanpa meremehkan orang lain. |
| Prosedural | Langkah-langkah untuk menjadi jujur meliputi selalu berkata benar dan menepati janji, sementara untuk percaya diri meliputi berani mencoba hal baru dan menerima diri apa adanya. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari bahwa berperilaku jujur dan percaya diri adalah bagian dari ajaran Islam yang membawa kebaikan bagi diri sendiri dan orang lain. |
Tujuan Pembelajaran:
- Peserta didik mampu menjelaskan pengertian jujur dan percaya diri dengan bahasanya sendiri setelah menyimak cerita.
- Peserta didik mampu mengidentifikasi contoh perilaku jujur dan percaya diri dalam kehidupan sehari-hari setelah berdiskusi kelompok.
- Peserta didik mampu menganalisis manfaat perilaku jujur dan percaya diri bagi diri sendiri dan orang lain setelah membaca studi kasus.
- Peserta didik mampu mempraktikkan perilaku jujur dalam berbagai situasi sederhana seperti mengembalikan barang temuan atau mengakui kesalahan.
- Peserta didik mampu menunjukkan sikap percaya diri saat menyampaikan pendapat atau menampilkan bakat di depan kelas.
- Peserta didik mampu membuat poster atau komik sederhana tentang pentingnya perilaku jujur dan percaya diri secara berkelompok.
Pemahaman bermakna: Perilaku jujur dan percaya diri adalah akhlak mulia dalam Islam yang harus diterapkan setiap hari, karena keduanya membentuk pribadi yang berintegritas dan mampu menghadapi tantangan.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa kita harus selalu berkata jujur dan berani menunjukkan kemampuan kita?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Mengembangkan kemampuan bercerita dan menulis deskripsi tentang perilaku jujur dan percaya diri. Seni Budaya: Membuat poster atau komik sebagai media ekspresi pemahaman tentang jujur dan percaya diri. Pendidikan Pancasila: Menghubungkan perilaku jujur dan percaya diri dengan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila kedua dan ketiga. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua diajak untuk mendukung praktik jujur dan percaya diri di rumah melalui cerita inspiratif dan pengawasan positif. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas ditata dengan poster motivasi tentang jujur dan percaya diri, serta menyediakan pojok baca buku cerita yang relevan. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video pendek inspiratif dari YouTube tentang kisah kejujuran atau keberanian anak-anak untuk memperkaya pemahaman. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Peserta didik mampu menjelaskan pengertian jujur dan percaya diri dengan bahasanya sendiri setelah menyimak cerita. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Tebak Kata Jujur: Guru menyebutkan kata sifat, siswa menebak apakah itu berkaitan dengan jujur atau tidak. Jika ya, angkat jempol. Guru mengucapkan salam, mengajak berdoa bersama, memeriksa kehadiran, melakukan apersepsi dengan bertanya pengalaman tentang kebenaran, menyampaikan tujuan pembelajaran tentang pengertian jujur dan percaya diri, serta mengajukan pertanyaan pemantik. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik menyimak cerita pendek dari guru tentang seorang anak yang jujur dan berani, kemudian mengidentifikasi inti cerita untuk menemukan makna jujur dan percaya diri. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Dalam kelompok kecil, peserta didik mendiskusikan dan merumuskan pengertian jujur dan percaya diri dengan kata-kata mereka sendiri, lalu menuliskannya di kertas. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil rumusan pengertian di depan kelas, kemudian guru memberikan penguatan dan meluruskan pemahaman. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan pengertian jujur dan percaya diri, melakukan refleksi singkat, memberikan apresiasi atas partisipasi, dan menyampaikan tindak lanjut untuk pertemuan berikutnya dengan semangat. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Peserta didik mampu mengidentifikasi contoh perilaku jujur dan percaya diri dalam kehidupan sehari-hari setelah berdiskusi kelompok. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Ikuti Kata Guru: Guru menyebutkan tindakan, siswa menirukan jika itu contoh jujur atau percaya diri, dan diam jika bukan. Guru mengucapkan salam, berdoa, presensi, mengulas kembali materi sebelumnya, menyampaikan tujuan pembelajaran tentang identifikasi contoh perilaku jujur dan percaya diri, dan mengajukan pertanyaan pemantik. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik diberikan beberapa skenario masalah yang berkaitan dengan kejujuran dan kepercayaan diri dalam kehidupan sehari-hari, lalu menganalisis skenario tersebut. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Setiap kelompok berdiskusi untuk mengidentifikasi contoh perilaku jujur dan percaya diri yang tepat untuk setiap skenario, serta menuliskan alasannya. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil identifikasi contoh, kelompok lain memberikan tanggapan, dan guru memberikan umpan balik serta penguatan konsep. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Guru bersama peserta didik merangkum contoh-contoh perilaku jujur dan percaya diri, merefleksikan pentingnya mengenali contoh tersebut, memberikan semangat, dan menyampaikan informasi untuk kegiatan selanjutnya. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Cooperative Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Peserta didik mampu menganalisis manfaat perilaku jujur dan percaya diri bagi diri sendiri dan orang lain setelah membaca studi kasus. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Tunjuk Teman Berani: Guru menyebutkan situasi, siswa menunjuk teman yang menurutnya akan berani atau jujur dalam situasi itu. Guru mengucapkan salam, berdoa, presensi, mengaitkan materi sebelumnya dengan manfaat perilaku jujur dan percaya diri, menyampaikan tujuan pembelajaran, dan mengajukan pertanyaan pemantik. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik membaca studi kasus pendek tentang dampak positif dari perilaku jujur dan percaya diri pada tokoh dalam cerita. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Dalam kelompok, peserta didik menganalisis studi kasus tersebut untuk menemukan manfaat jujur dan percaya diri bagi diri sendiri dan orang lain, kemudian mencatatnya. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Masing-masing kelompok membagikan hasil analisis manfaat, kemudian guru memfasilitasi diskusi kelas dan memberikan penguatan tentang pentingnya manfaat tersebut. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Bersama guru, peserta didik menyimpulkan manfaat perilaku jujur dan percaya diri, melakukan refleksi tentang bagaimana manfaat tersebut bisa dirasakan, memberikan apresiasi, dan memberikan motivasi untuk menerapkan dalam kehidupan. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Membantu peserta didik mengidentifikasi dan menganalisis contoh perilaku jujur dan percaya diri dalam kehidupan sehari-hari.
Alat & bahan: Kertas HVS, pensil warna, gunting, lem, gambar-gambar situasi
Langkah kerja:
- Amati gambar-gambar situasi yang diberikan guru.
- Diskusikan dengan kelompok, apakah gambar tersebut menunjukkan perilaku jujur atau percaya diri?
- Tuliskan alasan mengapa gambar tersebut termasuk perilaku jujur atau percaya diri pada kolom yang tersedia.
- Berikan contoh lain perilaku jujur dan percaya diri yang pernah kamu temui atau lakukan.
- Presentasikan hasil diskusimu di depan kelas.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa itu jujur menurutmu?
- Pernahkah kamu merasa malu saat harus berbicara di depan kelas? Mengapa?
- Mengapa kita tidak boleh berbohong?
- Apa manfaat jika kita berani mencoba hal baru?
Formatif (proses): Observasi guru terhadap partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan praktik role play tentang jujur dan percaya diri.
Sumatif (akhir): Penilaian hasil proyek poster/komik dan presentasinya serta asesmen tertulis untuk mengukur pemahaman konsep dan aplikasi.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menjelaskan pengertian jujur dan percaya diri. | Pengertian Jujur dan Percaya Diri. | 4 JP | keimanan dan ketakwaan |
| 2 | Mengidentifikasi contoh dan menganalisis manfaat jujur dan percaya diri. | Contoh dan Manfaat Jujur dan Percaya Diri. | 8 JP | kemandirian |
| 3 | Mempraktikkan jujur dan percaya diri serta membuat karya. | Praktik Jujur, Percaya Diri, dan Proyek Karya. | 16 JP | kolaborasi |
Integrasi Panca Cinta (KBC):
| Nilai Cinta | Wujud dalam Pembelajaran |
|---|---|
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Mengamalkan ajaran Allah Swt. dan Rasulullah saw. dengan selalu berkata benar dan berani menunjukkan kebaikan. |
| 2. Cinta Ilmu | Mempelajari pentingnya jujur dan percaya diri sebagai bekal untuk meraih ilmu pengetahuan dan cita-cita. |
| 3. Cinta Lingkungan | Menjaga lingkungan sekolah dengan jujur mengakui kesalahan jika merusak fasilitas dan percaya diri melaporkan jika ada pelanggaran. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Berinteraksi dengan teman secara jujur, tidak berbohong, dan berani menyampaikan pendapat dengan santun. |
| 5. Cinta Tanah Air | Membangun karakter bangsa yang jujur dan percaya diri untuk kemajuan Indonesia yang berintegritas. |
Anak-anak yang cerdas, mari kita belajar tentang dua sifat mulia yang sangat disukai Allah Swt. dan Rasulullah saw., yaitu jujur dan percaya diri. Kedua sifat ini akan membuat hidup kita lebih baik, disayangi teman, dan dipercaya banyak orang. Mari kita pahami bersama bagaimana menjadi pribadi yang jujur dan percaya diri di setiap kesempatan.
1. Pengertian Jujur
Jujur adalah berkata benar dan sesuai kenyataan. Jika kita melihat sesuatu, kita ceritakan apa adanya. Jika kita berjanji, kita tepati janji itu. Jujur itu tidak suka berbohong dan tidak suka menipu. Dalam Islam, jujur adalah salah satu tanda orang yang beriman. Allah Swt. berfirman dalam Al-Qur'an, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ (Yā ayyuhallażīna āmanuttaqullāha wa kūnū ma'aṣ-ṣādiqīn), yang artinya: 'Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar (jujur).' (Q.S. At-Taubah: 119).
2. Pengertian Percaya Diri
Percaya diri adalah yakin pada kemampuan diri sendiri. Kita tidak takut mencoba hal baru, berani menyampaikan pendapat, dan tidak malu menunjukkan bakat yang kita miliki. Orang yang percaya diri tidak sombong, tetapi ia tahu bahwa setiap orang punya kelebihan. Rasulullah saw. selalu mengajarkan umatnya untuk berani dan optimis, tidak minder atau mudah menyerah. Percaya diri membantu kita menghadapi tantangan dan meraih cita-cita.
3. Contoh Perilaku Jujur
Banyak sekali contoh jujur dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, saat ujian tidak menyontek, meskipun teman di sebelahmu menyontek. Jika menemukan barang milik orang lain, segera kembalikan kepada pemiliknya. Jika tidak sengaja merusak barang, berani mengakui kesalahan dan meminta maaf. Berkata jujur akan membuat hati tenang dan orang lain akan lebih percaya kepada kita. Ingatlah selalu untuk berkata benar dalam setiap perkataan dan perbuatan.
4. Contoh Perilaku Percaya Diri
Percaya diri juga mudah kita praktikkan. Contohnya, berani bertanya kepada guru jika ada pelajaran yang tidak dimengerti. Berani tampil di depan kelas untuk membaca puisi atau bercerita. Ikut lomba dengan semangat, meskipun belum tentu menang. Orang yang percaya diri tidak takut salah, karena ia tahu bahwa belajar dari kesalahan adalah bagian dari proses menjadi lebih baik. Tumbuhkan rasa percaya dirimu!
5. Manfaat Jujur dan Percaya Diri
Perilaku jujur dan percaya diri memiliki banyak manfaat. Jika kita jujur, orang lain akan percaya kepada kita, kita punya banyak teman, dan hati kita selalu tenang. Jika kita percaya diri, kita berani mencoba hal baru, tidak mudah menyerah, dan bisa mengembangkan bakat kita. Kedua sifat ini akan membuat kita menjadi pribadi yang disayang Allah Swt., Rasulullah saw., dan semua orang di sekitar kita. Mari kita wujudkan dalam hidup!
Rangkuman: Jujur adalah kesesuaian perkataan dan perbuatan, tidak berbohong, dan menepati janji. Percaya diri adalah keyakinan pada kemampuan diri sendiri tanpa meremehkan orang lain. Kedua sifat ini adalah akhlak mulia dalam Islam. Dengan jujur, kita dipercaya dan hati tenang. Dengan percaya diri, kita berani mencoba dan mengembangkan diri. Mengamalkan jujur dan percaya diri membawa kebaikan bagi diri sendiri dan orang lain.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Jujur | Sesuai antara ucapan dan perbuatan, tidak berbohong. |
| Percaya Diri | Keyakinan pada kemampuan diri sendiri. |
| Akhlak Mulia | Perilaku baik dan terpuji. |
| Integritas | Sikap teguh mempertahankan prinsip moral. |
| Optimis | Berharap baik dalam menghadapi segala hal. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Perilaku Jujur dan Percaya Diri" mata pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas III ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
1 Peta Materi Pendidikan Agama Islam Kelas III Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil5 dari 5 siap unduh
Iman kepada AllahModul siap unduh · Word + PDF ber-kopKisah Nabi IbrahimModul siap unduh · Word + PDF ber-kopShalat FardhuModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap1 dari 4 siap unduh
Iman kepada MalaikatBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPerilaku Tawaduk dan PeduliBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisShalat Fardhu dan ZikirModul siap unduh · Word + PDF ber-kopKisah Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Ismail a.s.Belum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMateri Pendidikan Agama Islam di kelas lain
Adzan dan IqamahPendidikan Agama Islam Kelas III SDAsyiknya Belajar Surah Al-'AlaqPendidikan Agama Islam Kelas III SDAyo Mengenal Tuhan KitaPendidikan Agama Islam Kelas III SDMengenal sifat wajib bagi Allah SWTPendidikan Agama Islam Kelas III SDLihat semua Modul Ajar Pendidikan Agama Islam Kelas III →2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar Pendidikan Agama Islam Perilaku Jujur dan Percaya Diri ini gratis?
Ya. Modul Perilaku Jujur dan Percaya Diri untuk kelas III SD dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Islam kelas III langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar Pendidikan Agama Islam kelas III ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Perilaku Jujur dan Percaya Diri ini mengikuti Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026 (perubahan atas Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025), pada Fase B untuk kelas III SD.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Perilaku Jujur dan Percaya Diri untuk Pendidikan Agama Islam kelas III di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Perilaku Jujur dan Percaya Diri ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Pendidikan Agama Islam kelas III SD berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah ini modul ajar Pendidikan Agama Islam kelas 3 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas III dan kelas 3 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Perilaku Jujur dan Percaya Diri pada Pendidikan Agama Islam SD, Fase B, elemen akidah.
Bisakah modul Perilaku Jujur dan Percaya Diri ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Perilaku Jujur dan Percaya Diri dapat Anda sesuaikan dengan murid Pendidikan Agama Islam kelas III di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.