Modul Ajar & RPP Pendidikan Pancasila Kelas X
Penerapan Pancasila dalam Konteks Berbangsa
Sudah jadi 12 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 12 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Pancasila |
| Fase / Kelas | E / X |
| Materi Pokok | Penerapan Pancasila dalam Konteks Berbangsa |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 45 menit = 90 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + Praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memahami sejarah perumusan Pancasila dan kedudukannya sebagai dasar negara.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- kewargaan — elemen: Menganalisis peran dan nilai-nilai Pancasila
Peserta didik menganalisis peran dan nilai-nilai Pancasila dalam berbagai konteks kehidupan berbangsa dan bernegara. - penalaran kritis — elemen: Mengevaluasi informasi dan gagasan
Peserta didik mengevaluasi informasi mengenai tantangan penerapan Pancasila serta merumuskan solusi berbasis nilai Pancasila. - kolaborasi — elemen: Bekerja sama dalam kelompok
Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk menyelesaikan masalah terkait penerapan Pancasila di lingkungan sekitar.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Pancasila |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menganalisis nilai-nilai Pancasila dalam berbagai konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, serta menerapkan nilai-nilai tersebut secara bijak dalam menghadapi tantangan global. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Contoh nyata penerapan Pancasila terlihat dalam kegiatan gotong royong masyarakat atau musyawarah mufakat di desa. |
| Konseptual | Konsep inti materi ini adalah Pancasila sebagai ideologi terbuka yang relevan diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari langkah-langkah menganalisis kasus pelanggaran Pancasila dan merumuskan solusi sesuai nilai-nilai Pancasila. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya refleksi diri terhadap perilaku sehari-hari yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui pengamatan kasus nyata, peserta didik dapat mengidentifikasi tantangan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam konteks berbangsa dengan tepat.
- Dengan berdiskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis dampak positif dan negatif dari berbagai implementasi Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat dengan cermat.
- Setelah melakukan studi kasus, peserta didik dapat merumuskan solusi konkret untuk mengatasi permasalahan sosial yang relevan dengan nilai-nilai Pancasila secara runtut.
- Melalui presentasi hasil proyek, peserta didik dapat mengomunikasikan gagasan penerapan Pancasila dalam konteks berbangsa dengan argumen yang kuat dan meyakinkan.
Pemahaman bermakna: Penerapan Pancasila bukan hanya teori, melainkan praktik nyata dalam setiap aspek kehidupan berbangsa dan bernegara untuk mewujudkan Indonesia yang adil dan beradab.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kita memastikan Pancasila tidak hanya menjadi hafalan, tetapi benar-benar hidup dalam setiap tindakan kita sehari-hari?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning (PBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Sosiologi: Menganalisis masalah sosial dan dampaknya terhadap masyarakat dalam konteks penerapan Pancasila. Bahasa Indonesia: Mengembangkan kemampuan presentasi dan penulisan laporan proyek dengan bahasa yang efektif dan persuasif. Sejarah: Memahami konteks historis perumusan Pancasila dan relevansinya dengan tantangan masa kini. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak berdiskusi tentang penerapan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga, dan komunitas lokal dapat menjadi sumber studi kasus nyata. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas yang fleksibel untuk diskusi kelompok, akses ke perpustakaan atau internet untuk riset, serta lingkungan sekolah yang menjunjung tinggi toleransi. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan platform presentasi daring (misalnya Canva atau Google Slides) untuk menyajikan hasil proyek dan penggunaan media sosial sebagai sarana kampanye kesadaran Pancasila. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui pengamatan kasus nyata, peserta didik dapat mengidentifikasi tantangan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam konteks berbangsa dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Kata Pancasila: Guru menyebutkan ciri-ciri sila Pancasila, peserta didik menebak sila yang dimaksud. Contoh: 'Sila ini mengajarkan kita untuk tidak memaksakan kehendak.'
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan berdiskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis dampak positif dan negatif dari berbagai implementasi Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat dengan cermat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Rantai Kata Pancasila: Peserta didik membentuk lingkaran. Satu siswa menyebutkan kata terkait Pancasila, siswa berikutnya menyebutkan kata lain yang berhubungan, dan seterusnya secara berantai.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Setelah melakukan studi kasus, peserta didik dapat merumuskan solusi konkret untuk mengatasi permasalahan sosial yang relevan dengan nilai-nilai Pancasila secara runtut. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Kata Berantai Solusi: Guru memulai dengan sebuah masalah sosial. Peserta didik secara bergantian menyebutkan satu kata yang merupakan bagian dari solusi berbasis Pancasila.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat menganalisis kasus nyata dan merumuskan solusi berbasis nilai-nilai Pancasila.
Alat & bahan: Kertas plano, spidol, gunting, lem, gambar kasus (terlampir)
Langkah kerja:
- Amati kasus nomor 1 yang menunjukkan sebuah permasalahan sosial di masyarakat.
- Diskusikan dalam kelompok, identifikasi nilai-nilai Pancasila yang relevan dengan kasus tersebut dan mengapa nilai itu penting.
- Analisis dampak positif atau negatif yang timbul dari kasus tersebut terhadap masyarakat.
- Rumuskan minimal tiga solusi konkret berbasis Pancasila yang dapat diterapkan untuk mengatasi masalah tersebut.
- Sajikan hasil diskusi kelompok Anda dalam bentuk peta pikiran pada kertas plano.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang Anda ketahui tentang fungsi Pancasila sebagai dasar negara?
- Sebutkan tiga contoh perilaku yang mencerminkan nilai gotong royong!
- Menurut Anda, apakah Pancasila masih relevan diterapkan di era digital ini? Mengapa?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kualitas argumen yang disampaikan selama presentasi.
Sumatif (akhir): Penilaian hasil proyek atau kampanye sosial yang dibuat peserta didik berdasarkan kriteria relevansi, kreativitas, dan kesesuaian dengan nilai Pancasila.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi tantangan penerapan Pancasila dalam konteks berbangsa. | Tantangan penerapan Pancasila. | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Menganalisis dampak implementasi Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. | Dampak implementasi Pancasila. | 2 JP | kewargaan |
| 3 | Merumuskan solusi konkret untuk mengatasi permasalahan sosial berbasis Pancasila. | Solusi masalah sosial berbasis Pancasila. | 2 JP | kolaborasi |
Pancasila bukan sekadar simbol atau hafalan, melainkan panduan hidup yang harus diterapkan dalam setiap aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Memahami dan mengimplementasikan Pancasila adalah kunci untuk menciptakan masyarakat yang adil, makmur, dan beradab di tengah berbagai tantangan global.
1. Pancasila sebagai Ideologi Terbuka
Pancasila adalah ideologi terbuka, artinya nilai-nilainya bersifat universal dan dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya. Keterbukaan ini memungkinkan Pancasila menjadi relevan dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari globalisasi, kemajuan teknologi, hingga perubahan sosial. Namun, keterbukaan Pancasila juga memiliki batas, yaitu tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya.
2. Tantangan Penerapan Pancasila
Penerapan Pancasila dalam konteks berbangsa menghadapi berbagai tantangan, baik dari internal maupun eksternal. Tantangan internal meliputi radikalisme, intoleransi, korupsi, kesenjangan sosial, dan lunturnya semangat gotong royong. Sementara tantangan eksternal datang dari pengaruh ideologi asing, perkembangan teknologi informasi yang masif, serta dinamika geopolitik global. Mengatasi tantangan ini memerlukan komitmen dan partisipasi seluruh elemen bangsa.
3. Penerapan Sila Ketuhanan yang Maha Esa
Sila pertama mengajarkan pentingnya toleransi antarumat beragama dan menghargai perbedaan keyakinan. Penerapannya terlihat dalam kebebasan beribadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing, serta tidak memaksakan suatu agama kepada orang lain. Contoh konkretnya adalah pembangunan rumah ibadah yang berdampingan atau perayaan hari besar agama yang saling menghormati.
4. Penerapan Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Sila kedua menekankan pentingnya menjunjung tinggi hak asasi manusia, keadilan, dan kemanusiaan. Penerapannya meliputi sikap saling menghormati, tidak diskriminatif, dan membela kebenaran serta keadilan. Contohnya adalah upaya penegakan hukum yang tidak memihak, perlindungan terhadap kaum minoritas, dan kepedulian terhadap korban bencana alam tanpa memandang suku atau agama.
5. Penerapan Sila Persatuan Indonesia
Sila ketiga mengedepankan semangat persatuan, nasionalisme, dan cinta tanah air. Penerapannya tercermin dalam sikap rela berkorban demi bangsa, menjaga keutuhan NKRI, dan menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika. Contohnya adalah partisipasi dalam kegiatan kebangsaan, menjaga kerukunan antar suku dan budaya, serta menghindari perpecahan karena perbedaan.
6. Penerapan Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Sila keempat mengajarkan pentingnya demokrasi, musyawarah mufakat, dan menghargai pendapat orang lain. Penerapannya terlihat dalam proses pengambilan keputusan yang melibatkan partisipasi rakyat, baik melalui perwakilan maupun langsung. Contohnya adalah pemilihan umum yang jujur dan adil, musyawarah desa, atau diskusi publik untuk mencari solusi bersama.
7. Penerapan Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Sila kelima bertujuan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali. Penerapannya meliputi pemerataan pembangunan, perlindungan hak-hak kaum lemah, dan upaya mengurangi kesenjangan ekonomi. Contohnya adalah program bantuan sosial, pembangunan infrastruktur di daerah terpencil, dan kebijakan yang pro-rakyat kecil untuk mencapai kesejahteraan bersama.
8. Peran Generasi Muda dalam Penerapan Pancasila
Generasi muda memiliki peran krusial dalam menjaga dan menerapkan Pancasila. Dengan semangat inovasi dan kreativitas, mereka dapat menjadi agen perubahan yang menyebarkan nilai-nilai Pancasila melalui berbagai media dan kegiatan. Contohnya adalah membuat konten edukatif tentang Pancasila di media sosial, menginisiasi gerakan sosial yang berbasis gotong royong, atau menjadi relawan dalam kegiatan kemanusiaan.
Rangkuman: Penerapan Pancasila dalam konteks berbangsa adalah kunci keberlanjutan Indonesia. Sebagai ideologi terbuka, Pancasila menghadapi tantangan internal dan eksternal yang memerlukan komitmen seluruh elemen bangsa. Setiap sila Pancasila memiliki relevansi kuat dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari toleransi beragama hingga keadilan sosial. Generasi muda memegang peran penting untuk terus menghidupkan dan mengimplementasikan nilai-nilai luhur ini.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Ideologi Terbuka | Sistem gagasan yang fleksibel dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. |
| Intoleransi | Sikap tidak menghargai perbedaan pendapat, keyakinan, atau kebiasaan orang lain. |
| Radikalisme | Paham atau aliran yang menginginkan perubahan drastis dan kekerasan. |
| Gotong Royong | Kerja sama antaranggota masyarakat untuk mencapai tujuan bersama. |
| Bhinneka Tunggal Ika | Semboyan yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Penerapan Pancasila dalam Konteks Berbangsa" mata pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Penerapan Pancasila dalam Konteks Berbangsa yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Pendidikan Pancasila Kelas X Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil2 dari 4 siap unduh
Pancasila dalam KehidupanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopUUD NRI Tahun 1945Belum tersedia — susun atas nama Anda, gratisBhinneka Tunggal IkaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopNKRI dan Wilayah NegaraBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap4 materi · siap dibuatkan
Ide Pendiri Bangsa tentang PancasilaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisNorma dan Hierarki PeraturanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisKerja Sama dan Gotong Royong BangsaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisIdentitas dan Jati Diri BangsaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Pendidikan Pancasila lain yang sudah tersedia
Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa, Gagasan-Gagasan Para Pendiri Bangsa tentang Dasar NePendidikan Pancasila Kelas X SMAMembangun Kesadaran HukumPendidikan Pancasila Kelas X SMAMenumbuhkan Kesadaran HukumPendidikan Pancasila Kelas X SMADemokrasi PancasilaPendidikan Pancasila Kelas XI SMALihat semua Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas X →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Pendidikan Pancasila kelas 10 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Penerapan Pancasila dalam Konteks Berbangsa pada Pendidikan Pancasila SMA, Fase E, elemen Pancasila.
Modul Penerapan Pancasila dalam Konteks Berbangsa ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Penerapan Pancasila dalam Konteks Berbangsa untuk Pendidikan Pancasila kelas X.
Apakah modul ajar Pendidikan Pancasila materi Penerapan Pancasila dalam Konteks Berbangsa ini gratis?
Ya. Modul Penerapan Pancasila dalam Konteks Berbangsa untuk kelas X SMA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Penerapan Pancasila dalam Konteks Berbangsa ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Pendidikan Pancasila kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Pancasila kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Penerapan Pancasila dalam Konteks Berbangsa ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Penerapan Pancasila dalam Konteks Berbangsa dapat Anda sesuaikan dengan murid Pendidikan Pancasila kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Pendidikan Pancasila kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Penerapan Pancasila dalam Konteks Berbangsa ini mengikuti Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase E untuk kelas X SMA. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Penerapan Pancasila dalam Konteks Berbangsa tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Penerapan Pancasila dalam Konteks Berbangsa untuk Pendidikan Pancasila kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Penerapan Pancasila dalam Konteks Berbangsa ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Pendidikan Pancasila kelas X SMA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Penerapan Pancasila dalam Konteks Berbangsa beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Pendidikan Pancasila kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.
Modul Pendidikan Pancasila ini cocok untuk SMA negeri, swasta, maupun MA?
Ya. Kop, logo, dan nama SMA Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MA, pilih jenjang MA saat mengisi borang: materi Penerapan Pancasila dalam Konteks Berbangsa yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Pendidikan Pancasila MA ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.