Modul Ajar & RPP Bahasa Indonesia Kelas VII
Puisi Rakyat
Sudah jadi 12 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
- 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air
📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Isi modul ini
Di bawah ini 12 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
| Fase / Kelas | D / VII |
| Materi Pokok | Puisi Rakyat |
| Alokasi Waktu | 3 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki pengetahuan dasar tentang bentuk-bentuk karya sastra sederhana seperti pantun atau syair yang pernah mereka dengar.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak bernegara
Peserta didik menunjukkan sikap menghargai warisan budaya bangsa sebagai wujud syukur atas karunia Allah SWT. - penalaran kritis — elemen: memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
Peserta didik mampu mengidentifikasi, menganalisis, dan mengevaluasi informasi dari puisi rakyat dengan cermat. - kreativitas — elemen: menghasilkan karya dan tindakan orisinal
Peserta didik menciptakan puisi rakyat sederhana dengan ide-ide baru dan gaya bahasa yang menarik.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Menulis |
| Rumusan CP Fase | Pada akhir Fase D, peserta didik mampu menulis gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan tertulis untuk berbagai tujuan secara logis, kritis, dan kreatif. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Puisi rakyat meliputi pantun, syair, dan gurindam yang memiliki ciri khas bentuk dan isi. |
| Konseptual | Puisi rakyat adalah warisan sastra lisan yang mengandung nilai-nilai moral, sosial, dan budaya masyarakat. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari langkah-langkah mengidentifikasi ciri, menganalisis isi, dan menulis puisi rakyat sesuai kaidah. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari pentingnya melestarikan dan mengembangkan puisi rakyat sebagai bagian dari identitas budaya bangsa. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui kegiatan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri umum pantun, syair, dan gurindam dengan tepat.
- Setelah membaca berbagai contoh, peserta didik dapat menganalisis unsur-unsur pembangun (struktur dan bahasa) puisi rakyat dengan cermat.
- Dengan bimbingan guru, peserta didik dapat menentukan pesan moral atau nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam puisi rakyat secara kritis.
- Melalui kerja mandiri, peserta didik dapat menulis pantun, syair, atau gurindam sederhana sesuai kaidah kebahasaan dan isi yang relevan.
- Setelah menyajikan karyanya, peserta didik dapat memberikan tanggapan konstruktif terhadap karya puisi rakyat teman dengan bahasa yang santun.
Pemahaman bermakna: Memahami puisi rakyat membantu kita menyelami kearifan lokal, melestarikan budaya, dan mengembangkan kemampuan berekspresi secara kreatif melalui kata-kata.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa puisi rakyat seperti pantun masih relevan dan sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Sejarah: Mempelajari asal-usul dan perkembangan puisi rakyat di berbagai daerah di Indonesia sebagai warisan budaya. Seni Budaya: Menganalisis keindahan bahasa dan nilai estetika dalam puisi rakyat, serta kaitannya dengan seni pertunjukan tradisional. Pendidikan Agama Islam: Mengidentifikasi nilai-nilai moral dan akhlak yang terkandung dalam puisi rakyat dan relevansinya dengan ajaran Islam. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua diajak untuk menceritakan atau membacakan puisi rakyat yang mereka ketahui kepada anak-anak di rumah, menumbuhkan minat dan apresiasi. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas dihias dengan poster-poster berisi kutipan pantun atau syair, serta sudut baca yang nyaman untuk eksplorasi puisi rakyat. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Peserta didik menggunakan aplikasi presentasi atau platform kolaborasi daring untuk menyajikan hasil analisis dan karya puisi rakyat mereka. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui kegiatan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri umum pantun, syair, dan gurindam dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Ice breaking: Tebak Kata Berantai: Guru menyebutkan satu kata, peserta didik berikutnya melanjutkan dengan kata yang berima mirip, membentuk rantai kata yang seru dan melatih kepekaan bunyi.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 35 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Setelah membaca berbagai contoh, peserta didik dapat menganalisis unsur-unsur pembangun (struktur dan bahasa) puisi rakyat dengan cermat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Ice breaking: Tebak Makna: Guru membacakan satu baris pantun atau syair yang populer, lalu peserta didik secara cepat menebak makna atau pesan yang terkandung. Ini melatih kepekaan terhadap isi.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 35 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Dengan bimbingan guru, peserta didik dapat menentukan pesan moral atau nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam puisi rakyat secara kritis. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Ice breaking: Sambung Pantun: Guru memulai satu baris pantun, lalu menunjuk peserta didik untuk melanjutkan baris berikutnya hingga menjadi satu pantun utuh. Ini melatih kreativitas dan pemahaman rima.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 35 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri, menganalisis unsur, dan menemukan pesan moral dalam puisi rakyat.
Alat & bahan: Kertas, alat tulis, buku teks Bahasa Indonesia, gawai (opsional)
Langkah kerja:
- Tentukan sampiran, isi, dan pola rima teks pantun berikut, lalu buatlah satu pantun nasihat.
Gambar 1. Teks bacaan - Amati 1 yang berisi contoh pantun, syair, dan gurindam.
- Baca ketiga contoh puisi rakyat tersebut dengan saksama, perhatikan jumlah baris, rima, dan isinya.
- Identifikasi ciri-ciri khusus dari masing-masing jenis puisi rakyat (pantun, syair, gurindam) dan tuliskan pada kolom yang tersedia di tabel.
- Diskusikan dengan kelompokmu, lalu analisis unsur-unsur pembangun (diksi, rima, majas, tema, amanat) dari salah satu puisi rakyat pilihan kelompok.
- Tentukan pesan moral atau nilai kearifan lokal yang terkandung dalam puisi rakyat pilihanmu dan diskusikan relevansinya dengan kehidupan sehari-hari.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang pantun?
- Pernahkah kamu mendengar syair atau gurindam?
- Menurutmu, mengapa orang zaman dahulu suka membuat puisi seperti pantun?
- Apa fungsi puisi rakyat dalam masyarakat?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kelengkapan pengisian LKPD.
Sumatif (akhir): Peserta didik membuat satu karya puisi rakyat (pantun/syair/gurindam) dan menganalisis pesan moral di dalamnya.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi ciri-ciri pantun, syair, dan gurindam | Ciri-ciri Puisi Rakyat | 3 JP | penalaran kritis |
| 2 | Menganalisis unsur-unsur pembangun puisi rakyat | Unsur Pembangun Puisi Rakyat | 3 JP | penalaran kritis |
| 3 | Menentukan pesan moral dan kearifan lokal dalam puisi rakyat | Pesan Moral Puisi Rakyat | 3 JP | keimanan dan ketakwaan |
| 4 | Menulis pantun, syair, atau gurindam sederhana | Menulis Puisi Rakyat | 3 JP | kreativitas |
Integrasi Panca Cinta (KBC):
| Nilai Cinta | Wujud dalam Pembelajaran |
|---|---|
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Mengenali dan menghargai puisi rakyat sebagai anugerah Allah SWT yang mencerminkan kearifan dan keindahan ciptaan-Nya. |
| 2. Cinta Ilmu | Mempelajari struktur dan makna puisi rakyat secara mendalam untuk memperkaya wawasan dan kemampuan berbahasa Indonesia. |
| 3. Cinta Lingkungan | Menyadari pentingnya melestarikan puisi rakyat sebagai bagian dari warisan budaya yang harus dijaga dari kepunahan. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Berdiskusi dan bertukar pikiran dengan teman untuk memahami pesan moral dalam puisi rakyat, menumbuhkan empati dan saling menghargai. |
| 5. Cinta Tanah Air | Mencintai puisi rakyat sebagai ekspresi budaya Indonesia yang unik dan beragam, serta bangga menjadi bagian dari bangsa yang kaya sastra. |
Puisi rakyat adalah salah satu bentuk kekayaan sastra lisan Indonesia yang diwariskan secara turun-temurun. Ia bukan sekadar rangkaian kata indah, melainkan cerminan nilai-nilai luhur, kearifan lokal, dan cara pandang masyarakat terhadap kehidupan. Melalui puisi rakyat, kita dapat belajar banyak tentang budaya, moral, dan sejarah bangsa.
1. Pengertian Puisi Rakyat
Puisi rakyat adalah jenis puisi lama yang terikat oleh aturan-aturan tertentu, seperti jumlah kata dalam setiap baris, jumlah baris dalam setiap bait, persajakan (rima), dan banyak suku kata di setiap baris. Puisi rakyat berbeda dengan puisi modern yang lebih bebas. Ada tiga jenis puisi rakyat utama yang akan kita pelajari: pantun, syair, dan gurindam. Ketiganya memiliki karakteristik unik yang membedakan satu sama lain. Puisi rakyat seringkali tidak diketahui siapa pengarang aslinya karena disampaikan dari mulut ke mulut.
2. Ciri-ciri Pantun
Pantun adalah puisi rakyat yang paling dikenal. Ciri-ciri pantun antara lain: setiap bait terdiri atas empat baris. Setiap baris terdiri atas 8-12 suku kata. Rima akhir setiap bait berpola a-b-a-b. Dua baris pertama disebut sampiran, yang berfungsi sebagai pengantar dan tidak memiliki hubungan makna langsung dengan isi. Dua baris terakhir disebut isi, yang merupakan maksud atau pesan utama pantun. Contoh: 'Kalau ada sumur di ladang, boleh kita menumpang mandi. Kalau ada umurku panjang, boleh kita berjumpa lagi.'
3. Ciri-ciri Syair
Syair adalah puisi rakyat yang berasal dari Persia dan dibawa masuk ke Nusantara bersamaan dengan masuknya Islam. Ciri-ciri syair adalah: setiap bait terdiri atas empat baris. Setiap baris terdiri atas 8-14 suku kata. Rima akhir setiap bait berpola a-a-a-a. Semua baris merupakan isi dan memiliki kaitan makna yang utuh antarbaris dalam satu bait. Syair biasanya berisi nasihat, cerita, atau petuah. Contoh: 'Dengarlah kisah suatu riwayat, raja diangkat menjadi rakyat. Dengan adil ia memerintah, rakyat semua senang dan taat.'
4. Ciri-ciri Gurindam
Gurindam adalah puisi rakyat yang berasal dari India, berupa dua baris kalimat dengan rima yang sama. Ciri-ciri gurindam adalah: setiap bait terdiri atas dua baris. Setiap baris memiliki jumlah suku kata sekitar 10-14. Rima akhir setiap bait berpola a-a. Baris pertama berisi syarat atau sebab, sedangkan baris kedua berisi akibat atau jawaban dari baris pertama. Gurindam seringkali berisi nasihat atau filosofi hidup. Contoh: 'Barang siapa tiada memegang agama, sekali-kali tiada boleh dibilang nama.'
5. Unsur-unsur Pembangun Puisi Rakyat
Untuk menganalisis puisi rakyat, kita perlu memahami unsur-unsur pembangunnya. Pertama, struktur fisik meliputi jumlah baris, pola rima, dan adanya sampiran/isi. Kedua, unsur kebahasaan seperti diksi (pilihan kata yang tepat), majas (gaya bahasa untuk memperindah), dan citraan (gambaran indra yang ditimbulkan). Ketiga, unsur batin meliputi tema (gagasan pokok), amanat (pesan moral), dan nada (sikap penyair). Semua unsur ini saling berkaitan membentuk makna utuh dari puisi rakyat.
6. Pesan Moral dan Kearifan Lokal
Puisi rakyat tidak hanya indah secara bahasa, tetapi juga kaya akan pesan moral dan nilai-nilai kearifan lokal. Pesan moral adalah ajaran tentang baik dan buruk yang dapat kita petik. Kearifan lokal adalah pandangan hidup dan ilmu pengetahuan serta berbagai strategi kehidupan yang berwujud aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat lokal dalam menjawab berbagai masalah dalam pemenuhan kebutuhan mereka. Mengidentifikasi pesan moral dan kearifan lokal membantu kita memahami budaya dan menjadi pribadi yang berakhlak mulia.
Rangkuman: Puisi rakyat adalah warisan sastra lisan Indonesia yang meliputi pantun, syair, dan gurindam, masing-masing dengan ciri khas bentuk dan isi. Pantun berima a-b-a-b dengan sampiran dan isi. Syair berima a-a-a-a dan semua baris adalah isi. Gurindam berima a-a dengan baris pertama syarat dan baris kedua akibat. Puisi rakyat kaya akan pesan moral dan kearifan lokal yang penting untuk dilestarikan dan dipelajari.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Pantun | Puisi lama empat baris berima a-b-a-b, terdiri sampiran dan isi. |
| Syair | Puisi lama empat baris berima a-a-a-a, semua baris adalah isi. |
| Gurindam | Puisi lama dua baris berima a-a, baris pertama sebab, baris kedua akibat. |
| Rima | Persamaan bunyi pada akhir baris puisi. |
| Sampiran | Bagian awal pantun yang tidak berhubungan langsung dengan isi. |
| Isi | Bagian utama puisi rakyat yang mengandung pesan atau maksud. |
| Diksi | Pilihan kata yang tepat dan sesuai dalam penulisan puisi. |
| Majas | Gaya bahasa yang digunakan untuk memperindah atau menghidupkan makna. |
| Kearifan Lokal | Nilai-nilai dan pandangan hidup masyarakat setempat yang diwariskan. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Puisi Rakyat" mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025
Bukan Puisi Rakyat yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Bahasa Indonesia Kelas VII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil5 dari 5 siap unduh
Teks DeskripsiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopCerita Fantasi (Narasi)Modul siap unduh · Word + PDF ber-kopTeks ProsedurModul siap unduh · Word + PDF ber-kopTeks Laporan Hasil ObservasiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap4 materi · siap dibuatkan
FabelBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisBERIKUTNYASurat Pribadi dan DinasBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisBerkorespondensi (Surat Pribadi dan Dinas)Belum tersedia — susun atas nama Anda, gratisBuku Fiksi dan NonfiksiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMateri Bahasa Indonesia di kelas lain
Teks BeritaBahasa Indonesia Kelas VIII MTsTeks DiskusiBahasa Indonesia Kelas IX MTsLihat semua Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas VII →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Bahasa Indonesia kelas 7 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas VII dan kelas 7 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Puisi Rakyat pada Bahasa Indonesia MTs, Fase D, elemen Menulis.
Modul Puisi Rakyat ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Bahasa Indonesia kelas VII MTs di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Bahasa Indonesia materi Puisi Rakyat ini gratis?
Ya. Modul Puisi Rakyat untuk kelas VII MTs dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Puisi Rakyat ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Bahasa Indonesia kelas VII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Puisi Rakyat ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Puisi Rakyat dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Indonesia kelas VII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Bahasa Indonesia kelas VII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Puisi Rakyat ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas VII MTs. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Puisi Rakyat tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Puisi Rakyat untuk Bahasa Indonesia kelas VII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Puisi Rakyat ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bahasa Indonesia kelas VII MTs berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Puisi Rakyat beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Bahasa Indonesia kelas VII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.
Modul Bahasa Indonesia ini cocok untuk MTs negeri, swasta, maupun SMP?
Ya. Kop, logo, dan nama MTs Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMP, pilih jenjang SMP saat mengisi borang: materi Puisi Rakyat yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Bahasa Indonesia SMP ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.