MTsKelas VIIIFase D📘 Bab 4Semester 2

Modul Ajar & RPP Bahasa Indonesia Kelas VIII
Mengulas Karya Fiksi: Kisah-Kisah Favoritku

Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
  • 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air

📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025

💚 + Panca Cinta · Kurikulum Berbasis Cinta (KMA 1503/2025)
Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Oslan Gino Abdul, S.Pd · guru SD

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

📽️ Modul ini sekalian jadi PPT-nyaSlide dari isi modul ini · satu .pptx per pertemuan

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Mengulas karya fiksi melibatkan pemahaman unsur intrinsik dan ekstrinsik, kepekaan terhadap makna denotasi dan konotasi, serta kemampuan merumuskan penilaian kritis. Resensi yang baik adalah jembatan antara pembaca dan karya, membantu orang lain menemukan kisah-kisah favorit mereka dengan panduan yang informatif dan persuasif. Keterampilan ini tidak hanya mengasah apresiasi sastra, tetapi juga kemampuan berpikir kritis dan berkomunikasi efektif.

Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM BERBASIS CINTA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Mengulas Karya Fiksi: Kisah-Kisah Favoritku
Bahasa Indonesia · Kelas VIII · Fase D
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
MODUL AJAR
Mengulas Karya Fiksi: Kisah-Kisah Favoritku
Bahasa Indonesia · Fase D · Kelas VIII · Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasD / VIII
Materi PokokMengulas Karya Fiksi: Kisah-Kisah Favoritku
Alokasi Waktu2 pertemuan
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik telah memiliki pengalaman membaca berbagai jenis karya fiksi sederhana seperti cerpen atau novel remaja.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak bernegara
    Peserta didik menghargai keberagaman karya fiksi sebagai bentuk kekayaan budaya dan ekspresi pikiran manusia, cerminan kebesaran ciptaan Tuhan.
  2. penalaran kritis — elemen: memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
    Peserta didik menganalisis unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik karya fiksi serta mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan suatu karya.
  3. kreativitas — elemen: menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal
    Peserta didik menulis resensi karya fiksi dengan gaya bahasa yang menarik, menunjukkan gagasan orisinal dalam penilaiannya.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainMenulis
Rumusan CP FasePeserta didik mampu menulis berbagai teks (narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi) untuk menyampaikan gagasan, perasaan, dan informasi dengan struktur yang runtut dan kaidah kebahasaan yang tepat, termasuk menulis resensi karya fiksi.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualKarya fiksi seperti novel 'Laskar Pelangi' atau cerpen 'Robohnya Surau Kami' adalah contoh nyata yang dapat diulas.
KonseptualKonsep inti materi ini meliputi unsur intrinsik, ekstrinsik, kata denotasi, konotasi, dan struktur resensi.
ProseduralPeserta didik akan mempelajari langkah-langkah sistematis dalam menganalisis unsur karya fiksi dan menulis resensi yang efektif.
MetakognitifMateri ini mendorong kesadaran peserta didik akan pentingnya berpikir kritis dalam mengapresiasi dan menilai sebuah karya sastra.

Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:

1. Cinta Allah dan Rasul-NyaMenganalisis nilai-nilai moral dalam karya fiksi sebagai cerminan ajaran agama dan kebesaran ciptaan Tuhan.
2. Cinta IlmuMendorong rasa ingin tahu dan semangat belajar melalui eksplorasi berbagai jenis karya fiksi dan teknik ulasannya.
3. Cinta LingkunganMengidentifikasi pesan tentang pelestarian alam atau dampak sosial dalam cerita fiksi untuk menumbuhkan kepedulian lingkungan.
4. Cinta Diri dan SesamaMembangun empati dan pemahaman terhadap karakter serta konflik dalam cerita, melatih diri memahami keberagaman manusia.
5. Cinta Tanah AirMenghargai karya-karya sastra Indonesia sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa dan mendorong apresiasi terhadap penulis lokal.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui kegiatan membaca teks ulasan, peserta didik dapat mengidentifikasi unsur-unsur karya fiksi (tema, tokoh, alur, latar) dengan tepat.
  2. Dengan menganalisis kutipan karya fiksi, peserta didik dapat membedakan penggunaan kata denotasi dan konotasi secara akurat.
  3. Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat merumuskan penilaian terhadap kelebihan dan kekurangan sebuah karya fiksi berdasarkan bukti tekstual.
  4. Setelah mengamati contoh resensi, peserta didik dapat menyusun kerangka resensi karya fiksi yang sistematis.
  5. Dengan bimbingan guru dan panduan LKPD, peserta didik dapat menulis resensi karya fiksi pilihan secara runtut dan menggunakan bahasa yang persuasif.
Halaman 2 · Mengulas Karya Fiksi: Kisah-Kisah Favoritku — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami unsur-unsur dan nilai dalam karya fiksi membantu kita mengapresiasi cerita lebih mendalam, serta mampu menyampaikan penilaian secara objektif dan menarik.

Pertanyaan pemantik: "Mengapa sebuah cerita dapat membuatmu tertawa, menangis, atau berpikir keras?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning (PBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuSeni Budaya: Mengaitkan unsur-unsur karya fiksi dengan apresiasi seni pertunjukan atau film yang diadaptasi dari novel.
Agama: Menganalisis nilai-nilai moral dan etika yang terkandung dalam cerita fiksi dan relevansinya dengan ajaran agama.
Informatika: Memanfaatkan aplikasi pengolah kata untuk penulisan resensi dan mencari informasi terkait karya fiksi secara daring.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat diajak untuk berdiskusi tentang buku favorit mereka dan anak, serta mendorong kebiasaan membaca dan apresiasi sastra di rumah.
Lingkungan PembelajaranRuang kelas yang nyaman dengan sudut baca, perpustakaan sekolah, dan akses ke platform ulasan buku daring menjadi lingkungan belajar yang mendukung.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan situs web ulasan buku, blog pribadi, atau platform media sosial untuk mencari inspirasi dan mempublikasikan resensi karya peserta didik.
Halaman 3 · Mengulas Karya Fiksi: Kisah-Kisah Favoritku — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
D.1  PENGALAMAN BELAJAR — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 120 menit · awal 20 · inti 80 · penutup 20
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 1Melalui kegiatan membaca teks ulasan, peserta didik dapat mengidentifikasi unsur-unsur karya fiksi (tema, tokoh, alur, latar) dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)20 menitIce breaking: Tebak Judul Fiksi: Guru menyebutkan beberapa kata kunci atau karakter dari sebuah novel/cerpen terkenal, lalu peserta didik menebak judulnya. Kegiatan ini mengaktifkan ingatan mereka terhadap karya fiksi.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Guru melakukan apersepsi dengan menanyakan pengalaman peserta didik membaca karya fiksi dan cerita favorit mereka, lalu mengaitkannya dengan pentingnya memahami unsur cerita.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi unsur-unsur karya fiksi dan menjelaskan tahapan kegiatan yang akan dilakukan.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan sebuah kutipan pendek dari novel remaja yang populer dan bertanya, 'Apa yang membuat cerita ini menarik perhatianmu?'
  2. Guru membagikan teks ulasan singkat tentang sebuah karya fiksi yang memuat identifikasi unsur-unsur intrinsik.
  3. Peserta didik membaca teks ulasan tersebut secara mandiri dan mengidentifikasi informasi mengenai tema, tokoh, alur, dan latar yang disebutkan.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)35 menit
  1. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil (4-5 orang) dan setiap kelompok menerima lembar kerja yang berisi kutipan karya fiksi berbeda.
  2. Membimbing penyelidikan: Setiap kelompok diminta untuk berdiskusi dan mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik (tema, tokoh, alur, latar) dari kutipan karya fiksi yang mereka dapatkan.
  3. Peserta didik mencatat hasil identifikasi mereka pada lembar kerja dengan memberikan bukti tekstual dari kutipan.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka di depan kelas, menjelaskan unsur-unsur karya fiksi yang ditemukan.
  2. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan, serta guru memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi.
  3. Guru memberikan penguatan materi mengenai pentingnya mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik dalam memahami kedalaman sebuah karya fiksi.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)20 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan kembali unsur-unsur karya fiksi yang telah dipelajari.
  2. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan mengajak mereka merenungkan pentingnya apresiasi sastra dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Guru memberikan tugas membaca satu cerpen pendek untuk pertemuan berikutnya dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Mengulas Karya Fiksi: Kisah-Kisah Favoritku — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
D.2  PENGALAMAN BELAJAR — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 2Dengan menganalisis kutipan karya fiksi, peserta didik dapat membedakan penggunaan kata denotasi dan konotasi secara akurat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Kata Berantai Emosi: Guru memulai dengan satu kata (misalnya 'senang'), lalu peserta didik melanjutkan dengan kata lain yang memiliki nuansa emosi serupa atau berlawanan, menjelaskan alasannya. Ini melatih kepekaan terhadap makna kata.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Guru mengaitkan materi hari ini dengan pertemuan sebelumnya, menanyakan 'Bagaimana pilihan kata pengarang memengaruhi perasaanmu saat membaca cerita?', sebagai jembatan ke makna denotasi dan konotasi.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu membedakan kata denotasi dan konotasi dalam karya fiksi dan menjelaskan tahapan kegiatan.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Pemberian rangsangan: Guru menayangkan beberapa kalimat dari kutipan karya fiksi yang mengandung kata-kata dengan makna denotatif dan konotatif.
  2. Guru meminta peserta didik untuk memperhatikan bagaimana kata-kata tersebut memberikan dampak yang berbeda pada pembaca.
  3. Guru memberikan contoh sederhana perbedaan makna denotasi (arti sebenarnya) dan konotasi (arti kiasan/tambahan).
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Identifikasi masalah: Peserta didik secara individu diminta untuk menandai kata-kata yang menurut mereka memiliki makna lebih dari sekadar arti harfiah dalam kutipan yang ditayangkan.
  2. Pengumpulan data: Peserta didik bekerja dalam kelompok untuk mencari contoh lain kata denotasi dan konotasi dari cerpen yang sudah mereka baca sebagai tugas rumah.
  3. Pengolahan data: Setiap kelompok mengisi tabel perbandingan yang memuat kata, makna denotasi, dan makna konotasi, lalu mendiskusikan perbedaan dampaknya pada cerita.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Pembuktian: Setiap kelompok mempresentasikan hasil identifikasi dan analisis mereka, menjelaskan perbedaan makna dan efeknya.
  2. Menarik kesimpulan: Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk menyimpulkan ciri-ciri dan fungsi kata denotasi dan konotasi dalam karya fiksi.
  3. Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang pentingnya kepekaan terhadap makna kata dalam mengapresiasi gaya bahasa pengarang.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru merangkum konsep kata denotasi dan konotasi serta fungsinya.
  2. Guru memberikan apresiasi kepada peserta didik atas ketekunan mereka dalam menganalisis makna kata.
  3. Guru memberikan tugas mencari 5 contoh kalimat dengan kata denotasi dan 5 contoh kalimat dengan kata konotasi dari sumber lain, lalu menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Mengulas Karya Fiksi: Kisah-Kisah Favoritku — pratinjau tuntas.org
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · LEMBAR KERJA PESERTA DIDIKAyo Meresensi!
NamaKelasKelompok
TanggalNilaiParaf Guru

Waktu pengerjaan: 35 menit

Tujuan: Kamu dapat menulis resensi karya fiksi pilihanmu secara runtut dan menggunakan bahasa yang persuasif.

Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan bersama kelompok. 3) Tulis hasilnya di tabel, lalu simpulkan.

Info singkat: Karya fiksi adalah jendela menuju dunia imajinasi, tempat kita bisa merasakan berbagai emosi dan memahami beragam sudut pandang. Namun, untuk benar-benar mengapresiasi dan berbagi pengalaman membaca, kita perlu belajar bagaimana mengulasnya secara mendalam.

Alat & bahan: Karya fiksi (novel/cerpen) pilihanmu, alat tulis, kertas, komputer/laptop (opsional)

Langkah kerja:

  1. Isilah teka-teki silang berikut. Petunjuknya diambil dari istilah yang kamu pelajari pada materi ini.
    1234567Mendatar5. Makna kata yang mengandungnilai rasa atau kiasan, bukanarti sebenarnya.7. Ulasan atau penilaian terhadapsuatu karya.Menurun1. Makna kata yang lugas atausebenarnya, sesuai kamus.2. Cerita rekaan atau karanganyang tidak berdasarkankejadian nyata.3. Unsur dari luar cerita yangmemengaruhi, seperti latarbelakang pengarang.4. Unsur yang membangun ceritadari dalam, seperti tema,tokoh, alur.6. Ringkasan singkat isi cerita.
    Gambar 1. Teka-teki silang
  2. Pilih satu karya fiksi (novel/cerpen) yang sudah kamu baca dan ingin kamu resensi.
  3. Buatlah kerangka resensi dengan mengisi tabel di bawah ini, pastikan semua bagian terisi sesuai panduan.
  4. Tulis draf pertama resensi kamu berdasarkan kerangka yang sudah dibuat, perhatikan penggunaan kata denotasi dan konotasi.
  5. Mintalah temanmu untuk membaca draf resensimu dan berikan umpan balik satu sama lain.
  6. Revisi resensimu berdasarkan umpan balik yang diterima dan kumpulkan hasil akhirmu.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaankolom kesimpulan kelompok · refleksi emoji

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Mengulas Karya Fiksi: Kisah-Kisah Favoritku — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa cerita fiksi favoritmu?
  2. Apa yang membuat sebuah cerita menjadi menarik bagimu?
  3. Pernahkah kamu membaca ulasan tentang sebuah buku atau film? Apa isinya?
  4. Menurutmu, apa saja yang perlu diceritakan saat kita ingin merekomendasikan sebuah buku kepada teman?

Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kelengkapan pengisian lembar kerja.

Sumatif (akhir): Penilaian resensi karya fiksi yang ditulis peserta didik berdasarkan rubrik penilaian.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban6 pilihan ganda + 5 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Mengulas Karya Fiksi: Kisah-Kisah Favoritku — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Berbasis Cinta
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi unsur-unsur karya fiksi (tema, tokoh, alur, latar).Unsur intrinsik karya fiksi.3 JPpenalaran kritis
2Membedakan penggunaan kata denotasi dan konotasi dalam karya fiksi.Makna denotasi dan konotasi.2 JPpenalaran kritis
3Merumuskan penilaian terhadap kelebihan dan kekurangan karya fiksi.Penilaian karya fiksi.3 JPpenalaran kritis
4Menyusun kerangka resensi dan menulis resensi karya fiksi.Struktur resensi dan penulisan resensi.5 JPkreativitas
Halaman 8 · Mengulas Karya Fiksi: Kisah-Kisah Favoritku — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
BAHAN AJAR

Karya fiksi adalah jendela menuju dunia imajinasi, tempat kita bisa merasakan berbagai emosi dan memahami beragam sudut pandang. Namun, untuk benar-benar mengapresiasi dan berbagi pengalaman membaca, kita perlu belajar bagaimana mengulasnya secara mendalam. Modul ini akan membimbing kamu menjadi pengulas karya fiksi yang kritis dan kreatif.

1. 1. Mengenal Karya Fiksi
Karya fiksi adalah cerita rekaan atau karangan yang tidak berdasarkan kejadian nyata, meskipun seringkali terinspirasi dari kehidupan. Bentuknya beragam, seperti novel, cerpen, roman, atau drama. Ciri utamanya adalah adanya unsur imajinatif dan tidak terikat pada kebenaran faktual, melainkan kebenaran logis dalam dunianya sendiri. Karya fiksi bertujuan untuk menghibur, menyampaikan pesan moral, atau merangsang imajinasi pembaca.

2. 2. Menemukan Unsur Karya Fiksi
Setiap karya fiksi dibangun dari beberapa unsur penting, yang terbagi menjadi intrinsik dan ekstrinsik. Unsur intrinsik adalah unsur yang membangun cerita dari dalam, meliputi: Tema (gagasan utama), Tokoh dan Penokohan (pelaku dan karakternya), Alur/Plot (rangkaian peristiwa), Latar/Setting (waktu, tempat, suasana), Sudut Pandang (posisi pencerita), dan Amanat (pesan moral). Unsur ekstrinsik adalah unsur dari luar cerita yang memengaruhi, seperti latar belakang pengarang, nilai sosial, budaya, atau agama.

3. 3. Melakukan Penilaian terhadap Karya Fiksi
Menilai karya fiksi berarti memberikan pandangan kritis terhadap kelebihan dan kekurangannya. Penilaian ini harus objektif, didukung oleh bukti-bukti dari cerita itu sendiri, dan bukan hanya sekadar opini pribadi. Aspek yang dapat dinilai antara lain: kekuatan alur, kedalaman karakter, relevansi tema, keindahan gaya bahasa, dan pesan moral yang disampaikan. Penilaian yang baik akan membantu pembaca lain memahami esensi dan kualitas sebuah karya.

4. 4. Membandingkan Kata Denotasi dan Konotasi dalam Karya Fiksi
Gaya bahasa dalam karya fiksi sangat dipengaruhi oleh pilihan kata. Kata denotasi adalah kata yang memiliki makna lugas atau sebenarnya, sesuai dengan kamus. Contoh: 'rumah' berarti bangunan tempat tinggal. Sementara itu, kata konotasi adalah kata yang memiliki makna tambahan, kiasan, atau mengandung nilai rasa tertentu, yang timbul dari asosiasi atau pengalaman. Contoh: 'rumah' bisa berkonotasi 'kenyamanan' atau 'kehangatan'. Pengarang sering menggunakan konotasi untuk memperkaya makna dan menciptakan suasana dalam cerita.

5. 5. Mengenali Langkah-Langkah Penulisan Resensi Karya Fiksi
Resensi adalah ulasan atau penilaian terhadap suatu karya. Menulis resensi yang baik memerlukan langkah-langkah sistematis. Pertama, tentukan identitas karya (judul, penulis, penerbit, tahun terbit). Kedua, buat sinopsis singkat yang tidak membocorkan akhir cerita. Ketiga, analisis unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik. Keempat, berikan penilaian tentang kelebihan dan kekurangan karya dengan argumen yang kuat. Kelima, berikan rekomendasi kepada calon pembaca. Keenam, gunakan bahasa yang persuasif dan menarik.

Rangkuman: Mengulas karya fiksi melibatkan pemahaman unsur intrinsik dan ekstrinsik, kepekaan terhadap makna denotasi dan konotasi, serta kemampuan merumuskan penilaian kritis. Resensi yang baik adalah jembatan antara pembaca dan karya, membantu orang lain menemukan kisah-kisah favorit mereka dengan panduan yang informatif dan persuasif. Keterampilan ini tidak hanya mengasah apresiasi sastra, tetapi juga kemampuan berpikir kritis dan berkomunikasi efektif.

Halaman 9 · Mengulas Karya Fiksi: Kisah-Kisah Favoritku — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
GLOSARIUM
IstilahArti
FiksiCerita rekaan atau karangan yang tidak berdasarkan kejadian nyata.
IntrinsikUnsur yang membangun cerita dari dalam, seperti tema, tokoh, alur.
EkstrinsikUnsur dari luar cerita yang memengaruhi, seperti latar belakang pengarang.
DenotasiMakna kata yang lugas atau sebenarnya, sesuai kamus.
KonotasiMakna kata yang mengandung nilai rasa atau kiasan, bukan arti sebenarnya.
ResensiUlasan atau penilaian terhadap suatu karya.
SinopsisRingkasan singkat isi cerita.
Daftar pustaka5 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Mengulas Karya Fiksi: Kisah-Kisah Favoritku — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
PENGESAHAN

Modul ajar "Mengulas Karya Fiksi: Kisah-Kisah Favoritku" mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas VIII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Madrasah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Mengulas Karya Fiksi: Kisah-Kisah Favoritku — pratinjau tuntas.org

11 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 12–17

Modul Mengulas Karya Fiksi: Kisah-Kisah Favoritku ini bisa jadi 17 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas VIIIPeta Konsep
Mengulas Karya Fiksi: Kisah-Kisah Favoritku1. Mengenal Karya Fiksi2. Menemukan Unsur Karya Fiksi3. Melakukan Penilaian terhadap Karya Fiksi4. Membandingkan Kata Denotasi dan Konotasi dalam Karya Fiksi5. Mengenali Langkah-Langkah Penulisan Resensi Karya Fiksi
Dari sub-bab Mengulas Karya Fiksi: Kisah-Kisah FavoritkuHalaman 12
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas VIIIIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 13
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas VIIILKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 14
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas VIIIRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 15
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas VIIIRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 16
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas VIIIProfil Lulusan
Keimanan dan ketakwaanPenalaran kritisKreativitas
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 17

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketPPT Bahan Tayang tiap Pertemuan
Semua paketKaldik & Alokasi Waktu
Semua paketProta
Semua paketPromes Semester 1
Semua paketCP · ATP · KKTP Setahun
Semua paketJurnal Mengajar Semester
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS + analisis butir soal
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor
Paket 60Program Kerja Ekskul

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Bukan Mengulas Karya Fiksi: Kisah-Kisah Favoritku yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇

Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Bahasa Indonesia kelas 8 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas VIII dan kelas 8 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Mengulas Karya Fiksi: Kisah-Kisah Favoritku pada Bahasa Indonesia MTs, Fase D, elemen Menulis.

Modul Mengulas Karya Fiksi: Kisah-Kisah Favoritku ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Semester 2 (genap), menurut urutan materi Bahasa Indonesia kelas VIII MTs di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.

Apakah modul ajar Bahasa Indonesia materi Mengulas Karya Fiksi: Kisah-Kisah Favoritku ini gratis?

Ya. Modul Mengulas Karya Fiksi: Kisah-Kisah Favoritku untuk kelas VIII MTs dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Mengulas Karya Fiksi: Kisah-Kisah Favoritku ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Bahasa Indonesia kelas VIII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas VIII langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Mengulas Karya Fiksi: Kisah-Kisah Favoritku ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Mengulas Karya Fiksi: Kisah-Kisah Favoritku dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Indonesia kelas VIII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Bahasa Indonesia kelas VIII ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Mengulas Karya Fiksi: Kisah-Kisah Favoritku ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas VIII MTs. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Mengulas Karya Fiksi: Kisah-Kisah Favoritku tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Mengulas Karya Fiksi: Kisah-Kisah Favoritku untuk Bahasa Indonesia kelas VIII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Mengulas Karya Fiksi: Kisah-Kisah Favoritku ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bahasa Indonesia kelas VIII MTs berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Mengulas Karya Fiksi: Kisah-Kisah Favoritku beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Bahasa Indonesia kelas VIII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun, Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah, dan PPT bahan tayang tiap pertemuan tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.

Modul Bahasa Indonesia ini cocok untuk MTs negeri, swasta, maupun SMP?

Ya. Kop, logo, dan nama MTs Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMP, pilih jenjang SMP saat mengisi borang: materi Mengulas Karya Fiksi: Kisah-Kisah Favoritku yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Bahasa Indonesia SMP ada di daftar jenjang lain di bawah.

Semua Modul Ajar Bahasa Indonesia MTsSemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.