Modul Ajar & RPP Pendidikan Pancasila Kelas VII
Kelahiran Pancasila dalam Sidang BPUPK
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
- 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air
📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Pancasila |
| Fase / Kelas | D / VII |
| Materi Pokok | Kelahiran Pancasila dalam Sidang BPUPK |
| Alokasi Waktu | 2 Pertemuan (4 JP: 2 JP × 40 menit = 80 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah mengetahui sejarah singkat kemerdekaan Indonesia secara umum. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Kewargaan — cinta tanah air, taat aturan, serta peduli pada sesama dan lingkungan
- Penalaran kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
- Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Pancasila |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menganalisis proses perumusan dan penetapan Pancasila sebagai dasar negara, serta menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Pancasila lahir melalui serangkaian sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) pada tahun 1945. |
| Konseptual | Konsep dasar negara Indonesia, Pancasila, merupakan hasil pemikiran para pendiri bangsa yang disampaikan dalam sidang-sidang BPUPK. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari kronologi dan tahapan penting dalam sidang BPUPK yang menghasilkan gagasan dasar negara. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya memahami latar belakang historis Pancasila untuk menghargai dan mengamalkan nilai-nilainya. |
Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Menghayati bahwa Pancasila adalah anugerah dari Allah SWT yang harus dijaga dan diamalkan sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara. |
| 2. Cinta Ilmu | Meningkatkan rasa ingin tahu dan semangat belajar tentang sejarah perumusan Pancasila sebagai dasar negara yang penting bagi masa depan Indonesia. |
| 3. Cinta Lingkungan | Menerapkan nilai-nilai gotong royong dan persatuan dalam menjaga kebersihan serta keharmonisan lingkungan sekolah dan masyarakat. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Menghargai keberagaman pendapat dalam diskusi kelompok sebagai wujud toleransi dan empati terhadap sesama, serta menjaga persatuan. |
| 5. Cinta Tanah Air | Menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap tanah air dengan memahami perjuangan para pendiri bangsa dalam merumuskan Pancasila. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui pengamatan rekaman simulasi Sidang BPUPK, peserta didik dapat mengidentifikasi tokoh-tokoh yang menyampaikan gagasan dasar negara dengan tepat.
- Dengan membaca bahan ajar, peserta didik dapat menjelaskan latar belakang pembentukan BPUPK dan tujuan sidangnya secara runtut.
- Setelah berdiskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis perbedaan gagasan dasar negara yang disampaikan oleh tiga tokoh utama dalam Sidang BPUPK dengan benar.
- Melalui curah pendapat, peserta didik dapat menyimpulkan esensi gagasan Pancasila yang disampaikan oleh Soekarno dalam Sidang BPUPK dengan jelas.
- Dengan membuat peta pikiran, peserta didik dapat mempresentasikan hasil identifikasi gagasan dasar negara dalam Sidang BPUPK secara kolaboratif.
Pemahaman bermakna: Memahami proses lahirnya Pancasila dalam sidang BPUPK membantu peserta didik menginternalisasi nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa para pendiri bangsa merasa perlu merumuskan dasar negara sebelum Indonesia merdeka?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Ilmu Sejarah: Memahami kronologi peristiwa dan peran tokoh dalam pembentukan dasar negara. Bahasa Indonesia: Mengembangkan kemampuan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis melalui diskusi dan presentasi. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak berdiskusi tentang sejarah lokal terkait kemerdekaan atau nilai-nilai kebangsaan yang relevan dengan materi ini di rumah. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok, dilengkapi dengan akses ke papan tulis/layar dan bahan bacaan cetak atau digital yang relevan. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan rekaman simulasi Sidang BPUPK dari YouTube atau platform edukasi lainnya sebagai stimulus awal dan referensi tambahan. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui pengamatan rekaman simulasi Sidang BPUPK, peserta didik dapat mengidentifikasi tokoh-tokoh yang menyampaikan gagasan dasar negara dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan membuat peta pikiran, peserta didik dapat mempresentasikan hasil identifikasi gagasan dasar negara dalam Sidang BPUPK secara kolaboratif. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 25 menit
Tujuan: Menganalisis gagasan dasar negara yang disampaikan oleh tokoh-tokoh dalam Sidang BPUPK.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan bersama kelompok. 3) Tulis hasilnya di tabel, lalu simpulkan.
Info singkat: Pancasila adalah dasar negara Republik Indonesia yang lahir dari pemikiran luhur para pendiri bangsa. Proses kelahirannya tidak instan, melainkan melalui serangkaian perjuangan dan musyawarah yang panjang.
Alat & bahan: Kertas plano, spidol warna, alat tulis, bahan ajar, rekaman simulasi Sidang BPUPK
Langkah kerja:
- Amati rekaman simulasi Sidang BPUPK yang ditayangkan oleh guru.
- Identifikasi tiga tokoh utama yang menyampaikan gagasan dasar negara dan catat poin-poin penting gagasannya pada tabel di bawah.
- Bandingkan gagasan dari ketiga tokoh tersebut, lalu tuliskan persamaan dan perbedaannya.
- Buatlah peta pikiran yang menghubungkan latar belakang BPUPK, tokoh-tokoh, gagasan mereka, dan esensi Pancasila dari Soekarno.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Kapan Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya?
- Siapa saja tokoh yang kalian ketahui berperan penting dalam persiapan kemerdekaan Indonesia?
- Apa yang kalian ketahui tentang dasar negara Indonesia?
- Mengapa sebuah negara memerlukan dasar negara?
Formatif (proses): Penilaian observasi selama diskusi kelompok dan pembuatan peta pikiran, serta penilaian presentasi kelompok.
Sumatif (akhir): Penilaian melalui tes tertulis (pilihan ganda dan esai) serta peta pikiran yang dibuat peserta didik.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi tokoh dan gagasan dasar negara dalam Sidang BPUPK. | Latar belakang BPUPK, tokoh-tokoh penyampai gagasan dasar negara. | 2 JP | kewargaan, penalaran kritis |
| 2 | Menjelaskan latar belakang pembentukan BPUPK dan tujuan sidangnya. | Sejarah pembentukan BPUPK dan agenda Sidang BPUPK I. | 2 JP | penalaran kritis, kolaborasi |
| 3 | Menganalisis perbedaan gagasan dasar negara yang disampaikan oleh tiga tokoh utama dalam Sidang BPUPK. | Perbandingan gagasan Moh. Yamin, Mr. Soepomo, dan Ir. Soekarno. | 2 JP | penalaran kritis, kolaborasi |
| 4 | Menyimpulkan esensi gagasan Pancasila yang disampaikan oleh Soekarno dan mempresentasikannya. | Gagasan Pancasila oleh Soekarno dan visualisasi peta pikiran. | 2 JP | kolaborasi, komunikasi |
Pancasila adalah dasar negara Republik Indonesia yang lahir dari pemikiran luhur para pendiri bangsa. Proses kelahirannya tidak instan, melainkan melalui serangkaian perjuangan dan musyawarah yang panjang. Memahami proses ini sangat penting agar kita dapat menghargai dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
1. Pembentukan BPUPK
Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) atau Dokuritsu Junbi Cosakai dibentuk oleh Jepang pada tanggal 29 April 1945. Pembentukan ini merupakan bagian dari janji kemerdekaan Jepang kepada Indonesia, meskipun di baliknya terdapat kepentingan Jepang untuk menarik simpati rakyat. BPUPK bertugas menyelidiki hal-hal penting yang diperlukan dalam persiapan kemerdekaan Indonesia, termasuk merumuskan dasar negara. Ketua BPUPK adalah Dr. Radjiman Wedyodiningrat.
2. Sidang Pertama BPUPK
Sidang pertama BPUPK dilaksanakan pada tanggal 29 Mei - 1 Juni 1945. Agenda utama sidang ini adalah merumuskan dasar negara Indonesia merdeka. Dalam sidang ini, beberapa tokoh bangsa menyampaikan gagasan-gagasan penting mengenai calon dasar negara. Tiga tokoh yang gagasannya paling menonjol adalah Mr. Mohammad Yamin, Prof. Dr. Mr. Soepomo, dan Ir. Soekarno. Setiap tokoh memiliki pandangan yang berbeda namun bertujuan sama, yaitu menciptakan fondasi kuat bagi negara Indonesia.
3. Gagasan Mr. Mohammad Yamin
Pada tanggal 29 Mei 1945, Mr. Mohammad Yamin menyampaikan lima asas dasar negara secara lisan dan tertulis. Secara lisan, ia mengusulkan Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat. Sementara itu, secara tertulis, ia mengusulkan Ketuhanan Yang Maha Esa, Kebangsaan Persatuan Indonesia, Rasa Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Gagasan ini menunjukkan pentingnya aspek spiritual dan kebangsaan.
4. Gagasan Prof. Dr. Mr. Soepomo
Pada tanggal 31 Mei 1945, Prof. Dr. Mr. Soepomo menyampaikan lima asas dasar negara yang disebutnya sebagai 'Dasar Negara Indonesia Merdeka'. Asas-asas tersebut adalah Persatuan, Kekeluargaan, Keseimbangan Lahir dan Batin, Musyawarah, dan Keadilan Rakyat. Soepomo menekankan pentingnya negara yang integralistik, di mana kepentingan individu selaras dengan kepentingan masyarakat dan negara. Konsep ini mencerminkan pandangan kolektivisme yang kuat.
5. Gagasan Ir. Soekarno
Pada tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno menyampaikan usulan lima dasar negara yang ia beri nama Pancasila. Kelima asas tersebut adalah Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, dan Ketuhanan yang Berkebudayaan. Soekarno juga mengusulkan agar kelima sila ini dapat diperas menjadi Trisila (Sosio-Nasionalisme, Sosio-Demokrasi, Ketuhanan) atau bahkan Ekasila (Gotong Royong). Tanggal 1 Juni kemudian diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila.
Rangkuman: Kelahiran Pancasila merupakan puncak dari Sidang BPUPK pertama yang berlangsung dari 29 Mei hingga 1 Juni 1945. Para pendiri bangsa seperti Mohammad Yamin, Soepomo, dan Soekarno secara bergantian menyampaikan gagasan dasar negara. Ir. Soekarno yang mengusulkan nama Pancasila, yang kemudian menjadi fondasi ideologi dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Proses ini menunjukkan semangat musyawarah dan kebijaksanaan dalam merumuskan dasar negara.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| BPUPK | Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan. |
| Pancasila | Dasar negara Republik Indonesia yang terdiri dari lima sila. |
| Dasar Negara | Fondasi filosofis dan ideologis suatu negara. |
| Musyawarah | Pembahasan bersama untuk mencapai keputusan bersama. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Kelahiran Pancasila dalam Sidang BPUPK" mata pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bagian dari Bab 1 · Sejarah Kelahiran Pancasila
Modul ini membahas satu subbab. Subbab lain di bab ini, atau seluruh bab dalam satu modul:
Bab 1Sejarah Kelahiran PancasilaModul siap unduh · Word + PDF ber-kop1.1Kelahiran Pancasila dalam Sidang BPUPKSedang Anda buka1.2Perumusan Pancasila oleh Panitia Sembilan1.3Proklamasi dan Penetapan Pancasila sebagai Dasar NegaraBukan Kelahiran Pancasila dalam Sidang BPUPK yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Pendidikan Pancasila Kelas VII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil3 dari 3 siap unduh
Sejarah Kelahiran PancasilaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPenerapan Nilai-Nilai PancasilaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopBERIKUTNYAPatuh terhadap NormaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap2 dari 2 siap unduh
Keberagaman Bangsa Indonesia dalam Bingkai Bhinneka Tunggal IkaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopWilayah Negara Kesatuan Republik IndonesiaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopModul Pendidikan Pancasila lain yang sudah tersedia
Perumusan dan Penetapan PancasilaPendidikan Pancasila Kelas VII MTsBekerja Sama dan Bergotong RoyongPendidikan Pancasila Kelas VII MTsKeberagaman Masyarakat dalam Bhinneka Tunggal IkaPendidikan Pancasila Kelas VII MTsLihat semua Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas VII →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Pendidikan Pancasila kelas 7 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas VII dan kelas 7 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Kelahiran Pancasila dalam Sidang BPUPK pada Pendidikan Pancasila MTs, Fase D, elemen Pancasila.
Modul Kelahiran Pancasila dalam Sidang BPUPK ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Pendidikan Pancasila kelas VII MTs di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Pendidikan Pancasila materi Kelahiran Pancasila dalam Sidang BPUPK ini gratis?
Ya. Modul Kelahiran Pancasila dalam Sidang BPUPK untuk kelas VII MTs dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Kelahiran Pancasila dalam Sidang BPUPK ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Pendidikan Pancasila kelas VII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Pancasila kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Kelahiran Pancasila dalam Sidang BPUPK ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Kelahiran Pancasila dalam Sidang BPUPK dapat Anda sesuaikan dengan murid Pendidikan Pancasila kelas VII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Pendidikan Pancasila kelas VII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Kelahiran Pancasila dalam Sidang BPUPK ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas VII MTs. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Kelahiran Pancasila dalam Sidang BPUPK tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Kelahiran Pancasila dalam Sidang BPUPK untuk Pendidikan Pancasila kelas VII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Kelahiran Pancasila dalam Sidang BPUPK ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Pendidikan Pancasila kelas VII MTs berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Kelahiran Pancasila dalam Sidang BPUPK beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Pendidikan Pancasila kelas VII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun, Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah, dan PPT bahan tayang tiap pertemuan tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Pendidikan Pancasila ini cocok untuk MTs negeri, swasta, maupun SMP?
Ya. Kop, logo, dan nama MTs Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMP, pilih jenjang SMP saat mengisi borang: materi Kelahiran Pancasila dalam Sidang BPUPK yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Pendidikan Pancasila SMP ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.