SMKKelas XFase E📘 Bab 6.2Semester 2

Modul Ajar & RPP Informatika Kelas X
Naratif, Pseudocode, Flowchart

Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital

📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026

Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Oslan Gino Abdul, S.Pd · guru SD

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

📽️ Modul ini sekalian jadi PPT-nyaSlide dari isi modul ini · satu .pptx per pertemuan

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Naratif, pseudocode, dan flowchart adalah tiga metode penting untuk merepresentasikan algoritma. Naratif menggunakan bahasa sehari-hari, pseudocode menyerupai kode program tanpa sintaks spesifik, dan flowchart menggunakan simbol grafis untuk menunjukkan alur. Ketiganya membantu dalam perencanaan solusi masalah, dengan kelebihan masing-masing dalam hal kemudahan pemahaman, presisi, dan visualisasi. Memilih representasi yang tepat tergantung pada kompleksitas masalah dan audiens yang dituju.

Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Naratif, Pseudocode, Flowchart
Informatika · Kelas X · Fase E
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
MODUL AJAR
Naratif, Pseudocode, Flowchart
Informatika · Fase E · Kelas X · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranInformatika
Fase / KelasE / X
Materi PokokNaratif, Pseudocode, Flowchart
Alokasi Waktu2 Pertemuan (4 JP: 2 JP × 45 menit = 90 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang langkah-langkah penyelesaian masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. Penalaran kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
  2. Kreativitas — menghasilkan gagasan dan karya yang orisinal serta bermanfaat
  3. Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama

🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainAlgoritma dan Pemrograman
Rumusan CP FasePeserta didik mampu memahami konsep algoritma, merancang algoritma dalam bentuk naratif, pseudocode, dan flowchart, serta mengimplementasikannya dalam bahasa pemrograman sederhana untuk menyelesaikan masalah komputasi.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualContoh nyata penggunaan naratif, pseudocode, dan flowchart dapat ditemukan dalam resep masakan atau instruksi perakitan perangkat elektronik.
KonseptualNaratif adalah deskripsi langkah-langkah, pseudocode adalah representasi algoritma mirip kode, dan flowchart adalah diagram alir visual dari algoritma.
ProseduralPeserta didik akan belajar cara mengubah deskripsi masalah menjadi naratif, lalu ke pseudocode, dan akhirnya ke flowchart.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari pentingnya merencanakan solusi masalah secara terstruktur sebelum mengimplementasikannya.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Setelah mengamati contoh, peserta didik dapat menjelaskan pengertian naratif, pseudocode, dan flowchart dengan kalimatnya sendiri secara tepat.
  2. Melalui studi kasus sederhana, peserta didik dapat mengidentifikasi perbedaan dan persamaan antara naratif, pseudocode, dan flowchart dengan benar.
  3. Dengan berdiskusi kelompok, peserta didik dapat merancang algoritma dalam bentuk naratif untuk masalah yang diberikan secara runtut.
  4. Menggunakan kaidah penulisan yang baku, peserta didik dapat mengubah naratif menjadi pseudocode dengan akurat.
  5. Melalui praktik menggambar, peserta didik dapat membuat flowchart dari pseudocode yang telah dibuat dengan simbol yang sesuai.
  6. Setelah presentasi kelompok, peserta didik dapat menganalisis kelebihan dan kekurangan naratif, pseudocode, dan flowchart dalam representasi algoritma secara kritis.
Halaman 2 · Naratif, Pseudocode, Flowchart — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Merancang algoritma dengan naratif, pseudocode, dan flowchart membantu kita berpikir sistematis dan memecahkan masalah kompleks secara logis, layaknya seorang perencana sebelum membangun sebuah karya.

Pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kita menyampaikan instruksi yang jelas dan tidak ambigu agar orang lain dapat mengikuti langkah-langkah kita dengan tepat?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning (PBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuBahasa Indonesia: Pengembangan kemampuan menulis naratif yang runtut dan jelas.
Matematika: Penerapan berpikir logis dan sistematis dalam menyelesaikan masalah.
Desain Komunikasi Visual: Pemahaman simbol dan alur dalam pembuatan flowchart yang efektif.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat diajak berdiskusi untuk memberikan contoh langkah-langkah kegiatan sehari-hari di rumah yang dapat diubah menjadi algoritma sederhana.
Lingkungan PembelajaranRuang kelas yang nyaman dengan akses papan tulis atau proyektor untuk menampilkan contoh, serta meja yang cukup luas untuk aktivitas kelompok dan menggambar flowchart.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan aplikasi daring seperti 'draw.io' atau 'Lucidchart' untuk menggambar flowchart secara digital, serta sumber belajar video tutorial tentang pseudocode.
Halaman 3 · Naratif, Pseudocode, Flowchart — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
D.1  PENGALAMAN BELAJAR — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 1Setelah mengamati contoh, peserta didik dapat menjelaskan pengertian naratif, pseudocode, dan flowchart dengan kalimatnya sendiri secara tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Guru membuka pelajaran dengan salam, memimpin doa, dan melakukan presensi untuk memastikan kehadiran peserta didik.
  2. Apersepsi: Guru menampilkan sebuah resep masakan dan meminta peserta didik mengidentifikasi langkah-langkahnya, lalu bertanya 'Apakah langkah-langkah ini sudah jelas dan mudah diikuti?'.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memahami cara merepresentasikan algoritma dan pertanyaan pemantik 'Bagaimana cara kita menyampaikan instruksi yang jelas dan tidak ambigu agar orang lain dapat mengikuti langkah-langkah kita dengan tepat?' untuk menumbuhkan kesadaran akan proses belajar.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan video singkat tentang kegiatan sehari-hari yang membutuhkan langkah-langkah terstruktur (misalnya, cara membuat kopi instan) dan meminta peserta didik untuk mencatat langkah-langkahnya.
  2. Guru membagikan bahan ajar mengenai naratif, pseudocode, dan flowchart, kemudian meminta peserta didik membaca bagian pengertian masing-masing.
  3. Peserta didik secara individu mencoba merumuskan pengertian naratif, pseudocode, dan flowchart berdasarkan pemahaman awal mereka.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil (3-4 orang).
  2. Setiap kelompok diberikan sebuah studi kasus sederhana (misalnya, 'Algoritma menghitung rata-rata tiga bilangan') dan diminta untuk mendeskripsikan langkah-langkah penyelesaiannya dalam bentuk naratif.
  3. Guru membimbing kelompok untuk mengubah naratif yang telah dibuat menjadi pseudocode, dengan memperhatikan kaidah penulisan pseudocode yang benar.
  4. Setiap kelompok kemudian mencoba membuat sketsa flowchart dari pseudocode tersebut menggunakan simbol-simbol dasar yang telah diperkenalkan.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Membimbing penyelidikan: Setiap kelompok mempresentasikan hasil naratif, pseudocode, dan sketsa flowchart mereka di depan kelas.
  2. Kelompok lain memberikan umpan balik konstruktif mengenai kejelasan dan ketepatan representasi algoritma yang disajikan.
  3. Guru memberikan penguatan terhadap konsep naratif, pseudocode, dan flowchart, serta memberikan koreksi bila ada kesalahan konsep atau penulisan.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Guru bersama peserta didik membuat simpulan mengenai pengertian dan fungsi naratif, pseudocode, serta flowchart.
  2. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan menanyakan 'Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini dan bagaimana kamu akan menggunakannya?' untuk menumbuhkan suasana belajar yang menggembirakan.
  3. Guru memberikan tugas rumah untuk mencari contoh algoritma sederhana dari kehidupan sehari-hari dan menyiapkannya untuk pertemuan berikutnya, lalu menutup dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Naratif, Pseudocode, Flowchart — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
D.2  PENGALAMAN BELAJAR — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 2Melalui praktik menggambar, peserta didik dapat membuat flowchart dari pseudocode yang telah dibuat dengan simbol yang sesuai.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran.
  2. Apersepsi: Guru meminta beberapa peserta didik untuk membagikan contoh algoritma sederhana yang mereka temukan di rumah dan menanyakan 'Bagaimana cara paling efektif untuk menggambarkan langkah-langkah ini agar mudah dipahami semua orang?'.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini yaitu membuat flowchart dari pseudocode dan menganalisis representasi algoritma, agar peserta didik sadar akan kelanjutan proses belajarnya.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Guru mengulas kembali konsep simbol-simbol flowchart dan aturan pembuatannya.
  2. Peserta didik secara individu membaca studi kasus 'Algoritma menghitung luas segitiga' yang telah disediakan dan mencoba merancang pseudocodenya.
  3. Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya mengenai kesulitan dalam merancang pseudocode.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Peserta didik secara mandiri membuat flowchart lengkap dari pseudocode 'Algoritma menghitung luas segitiga' yang telah mereka rancang, menggunakan simbol-simbol yang tepat di LKPD.
  2. Guru berkeliling membimbing peserta didik yang mengalami kesulitan dalam menggambar flowchart, memastikan penggunaan simbol dan alur yang benar.
  3. Peserta didik saling memeriksa hasil flowchart teman sebaya untuk memberikan masukan awal.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Beberapa peserta didik secara sukarela mempresentasikan flowchart yang telah mereka buat di depan kelas.
  2. Peserta didik lain memberikan umpan balik dan masukan konstruktif, serta berdiskusi tentang kelebihan dan kekurangan penggunaan naratif, pseudocode, dan flowchart dalam memecahkan masalah.
  3. Guru memberikan penguatan dan menyimpulkan hasil diskusi tentang pentingnya memilih representasi algoritma yang paling sesuai untuk berbagai jenis masalah.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi tentang representasi algoritma menggunakan naratif, pseudocode, dan flowchart.
  2. Guru memberikan apresiasi atas kerja keras dan kreativitas peserta didik, lalu menanyakan 'Apakah kamu merasa lebih mudah merencanakan sesuatu setelah belajar tentang algoritma ini?' untuk menciptakan suasana yang menggembirakan.
  3. Guru memberikan pengantar singkat untuk materi pemrograman dasar di pertemuan berikutnya dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Naratif, Pseudocode, Flowchart — pratinjau tuntas.org
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · LEMBAR KERJA PESERTA DIDIKRancang Algoritma Mudah!
NamaKelasKelompok
TanggalNilaiParaf Guru

Waktu pengerjaan: 25 menit

Tujuan: Kamu dapat merancang algoritma dalam bentuk naratif, pseudocode, dan flowchart untuk sebuah masalah.

Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Gunakan APD dan patuhi aturan K3. 3) Kerjakan langkah secara berurutan, catat temuan di tabel, lalu simpulkan.

Info singkat: Dalam dunia Informatika, sebelum kita menulis kode program, kita perlu merencanakan langkah-langkah penyelesaian masalah terlebih dahulu. Perencanaan ini sering disebut algoritma.

Alat & bahan: Kertas, pensil, penghapus, penggaris, bahan ajar

Langkah kerja:

  1. Telusuri diagram alir berikut untuk tiga pasang nilai p dan l pilihanmu, lalu tuliskan keluarannya pada tabel.
    MulaiMasukkan p dan lK = 2 × (p + l)Tampilkan KSelesai
    Gambar 1. Diagram alir
  2. Bacalah dengan saksama masalah berikut: 'Buatlah algoritma untuk menghitung total biaya belanjaan di supermarket yang terdiri dari 3 jenis barang (harga dan jumlah barang diinputkan), lalu tampilkan total biayanya.'
  3. Tuliskan langkah-langkah penyelesaian masalah tersebut dalam bentuk naratif pada kolom yang tersedia di tabel.
  4. Berdasarkan naratif yang telah kamu buat, ubahlah menjadi pseudocode dengan mengikuti kaidah penulisan yang benar.
  5. Gambarlah flowchart dari pseudocode yang kamu buat pada kolom yang telah disediakan, pastikan menggunakan simbol yang tepat.
  6. Periksa kembali naratif, pseudocode, dan flowchartmu, pastikan ketiganya konsisten dan logis.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaankolom kesimpulan kelompok · refleksi emoji

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Naratif, Pseudocode, Flowchart — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Bagaimana kamu menjelaskan langkah-langkah membuat teh manis kepada temanmu?
  2. Apa yang kamu ketahui tentang 'langkah-langkah' dalam menyelesaikan suatu pekerjaan?
  3. Pernahkah kamu melihat diagram alur atau instruksi bergambar?

Formatif (proses): Observasi selama diskusi kelompok dan presentasi, serta penilaian hasil LKPD.

Sumatif (akhir): Tes tertulis untuk mengevaluasi pemahaman konsep dan kemampuan merancang algoritma.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban5 pilihan ganda + 3 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Naratif, Pseudocode, Flowchart — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Setelah mengamati contoh, peserta didik dapat menjelaskan pengertian naratif, pseudocode, dan flowchart dengan kalimatnya sendiri secara tepat.Naratif, Pseudocode, dan Flowchart2 JPpenalaran kritis
2Dengan berdiskusi kelompok, peserta didik dapat merancang algoritma dalam bentuk naratif untuk masalah yang diberikan secara runtut.Merancang naratif dan pseudocode2 JPkreativitas, kolaborasi
3Melalui praktik menggambar, peserta didik dapat membuat flowchart dari pseudocode yang telah dibuat dengan simbol yang sesuai.Pembuatan flowchart2 JPkreativitas, penalaran kritis
4Setelah presentasi kelompok, peserta didik dapat menganalisis kelebihan dan kekurangan naratif, pseudocode, dan flowchart dalam representasi algoritma secara kritis.Analisis perbandingan representasi algoritma2 JPpenalaran kritis
Halaman 8 · Naratif, Pseudocode, Flowchart — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
BAHAN AJAR

Dalam dunia Informatika, sebelum kita menulis kode program, kita perlu merencanakan langkah-langkah penyelesaian masalah terlebih dahulu. Perencanaan ini sering disebut algoritma. Ada berbagai cara untuk merepresentasikan algoritma agar mudah dipahami, yaitu dengan naratif, pseudocode, dan flowchart. Memahami ketiga representasi ini adalah langkah awal yang krusial untuk menjadi seorang programmer yang handal.

1. 1. Naratif (Deskripsi Bahasa Alami)
Naratif adalah cara paling sederhana untuk merepresentasikan algoritma, yaitu dengan menggunakan bahasa sehari-hari. Kita menuliskan langkah-langkah penyelesaian masalah secara berurutan, seperti menceritakan sebuah kisah atau memberikan instruksi. Contohnya, algoritma 'membuat teh manis' dapat dijelaskan dengan naratif 'Siapkan gelas, masukkan teh celup, tuangkan air panas, tambahkan gula, aduk, dan sajikan'. Kelebihan naratif adalah mudah dipahami oleh siapa saja, namun kekurangannya adalah seringkali kurang presisi dan dapat menimbulkan ambiguitas jika tidak ditulis dengan sangat hati-hati.

2. 2. Pseudocode (Kode Semu)
Pseudocode adalah representasi algoritma yang mirip dengan bahasa pemrograman, namun tidak terikat pada aturan sintaksis bahasa pemrograman tertentu. Kata 'pseudo' berarti semu atau tiruan, sehingga pseudocode adalah 'kode tiruan'. Ini menggunakan kombinasi bahasa alami dan notasi matematika atau simbol yang umum dalam pemrograman, seperti 'INPUT', 'OUTPUT', 'IF-THEN-ELSE', atau 'LOOP'. Pseudocode lebih terstruktur dan presisi dibandingkan naratif, sehingga mengurangi ambiguitas. Ini menjadi jembatan antara naratif dan kode program yang sesungguhnya. Misalnya, untuk menghitung luas persegi panjang, pseudocode-nya bisa berupa: INPUT panjang, INPUT lebar, LUAS = panjang * lebar, OUTPUT LUAS.

3. 3. Flowchart (Diagram Alir)
Flowchart adalah representasi algoritma dalam bentuk diagram atau grafik. Ini menggunakan simbol-simbol standar yang telah disepakati untuk menggambarkan langkah-langkah, keputusan, dan alur proses dari suatu algoritma. Setiap simbol memiliki makna tertentu, misalnya oval untuk mulai/selesai, persegi panjang untuk proses, jajaran genjang untuk input/output, dan belah ketupat untuk keputusan. Garis panah digunakan untuk menunjukkan arah aliran proses. Flowchart sangat visual, sehingga memudahkan pemahaman alur logika algoritma secara keseluruhan. Namun, untuk algoritma yang sangat kompleks, flowchart bisa menjadi sangat besar dan rumit untuk digambar.

4. 4. Perbandingan dan Penggunaan
Setiap representasi algoritma memiliki kelebihan dan kekurangannya. Naratif cocok untuk menjelaskan ide awal atau konsep kepada non-programmer. Pseudocode ideal untuk merancang logika algoritma secara lebih detail sebelum coding, karena lebih terstruktur dan mudah diubah menjadi kode. Flowchart sangat baik untuk memvisualisasikan alur kontrol dan keputusan, membantu dalam debugging dan dokumentasi. Dalam praktiknya, seringkali ketiga representasi ini digunakan secara berurutan: dimulai dari naratif untuk ide besar, diteruskan ke pseudocode untuk detail logika, dan diakhiri dengan flowchart untuk visualisasi alur.

Rangkuman: Naratif, pseudocode, dan flowchart adalah tiga metode penting untuk merepresentasikan algoritma. Naratif menggunakan bahasa sehari-hari, pseudocode menyerupai kode program tanpa sintaks spesifik, dan flowchart menggunakan simbol grafis untuk menunjukkan alur. Ketiganya membantu dalam perencanaan solusi masalah, dengan kelebihan masing-masing dalam hal kemudahan pemahaman, presisi, dan visualisasi. Memilih representasi yang tepat tergantung pada kompleksitas masalah dan audiens yang dituju.

Halaman 9 · Naratif, Pseudocode, Flowchart — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
GLOSARIUM
IstilahArti
AlgoritmaUrutan langkah-langkah logis untuk menyelesaikan masalah.
NaratifRepresentasi algoritma menggunakan bahasa alami atau sehari-hari.
PseudocodeRepresentasi algoritma mirip kode program tanpa sintaks bahasa tertentu.
FlowchartRepresentasi algoritma menggunakan diagram alir dengan simbol standar.
Daftar pustaka4 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Naratif, Pseudocode, Flowchart — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
PENGESAHAN

Modul ajar "Naratif, Pseudocode, Flowchart" mata pelajaran Informatika Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Naratif, Pseudocode, Flowchart — pratinjau tuntas.org

11 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 12–17

Modul Naratif, Pseudocode, Flowchart ini bisa jadi 17 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaInformatika · Kelas XPeta Konsep
Naratif, Pseudocode, Flowchart1. Naratif (Deskripsi Bahasa Alami)2. Pseudocode (Kode Semu)3. Flowchart (Diagram Alir)4. Perbandingan dan Penggunaan
Dari sub-bab Naratif, Pseudocode, FlowchartHalaman 12
Nama sekolah AndaInformatika · Kelas XIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 13
Nama sekolah AndaInformatika · Kelas XLKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 14
Nama sekolah AndaInformatika · Kelas XRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 15
Nama sekolah AndaInformatika · Kelas XRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 16
Nama sekolah AndaInformatika · Kelas XProfil Lulusan
Penalaran kritisKreativitasKolaborasi
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 17

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketPPT Bahan Tayang tiap Pertemuan
Semua paketKaldik & Alokasi Waktu
Semua paketProta
Semua paketPromes Semester 1
Semua paketCP · ATP · KKTP Setahun
Semua paketJurnal Mengajar Semester
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS + analisis butir soal
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor
Paket 60Program Kerja Ekskul

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Bagian dari Bab 6 · Algoritma dan Pemrograman

Modul ini membahas satu subbab. Subbab lain di bab ini, atau seluruh bab dalam satu modul:

Bab 6Algoritma dan PemrogramanModul siap unduh · Word + PDF ber-kop6.1AlgoritmaModul siap unduh · Word + PDF ber-kop6.2Naratif, Pseudocode, FlowchartSedang Anda buka6.3Bentuk Dasar Algoritma6.4Pemrograman

Bukan Naratif, Pseudocode, Flowchart yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇

Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Informatika kelas 10 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Naratif, Pseudocode, Flowchart pada Informatika SMK, Fase E, elemen Algoritma dan Pemrograman.

Modul Naratif, Pseudocode, Flowchart ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Semester 2 (genap), menurut urutan materi Informatika kelas X SMK di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.

Apakah modul ajar Informatika materi Naratif, Pseudocode, Flowchart ini gratis?

Ya. Modul Naratif, Pseudocode, Flowchart untuk kelas X SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Naratif, Pseudocode, Flowchart ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Informatika kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Informatika kelas X langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Naratif, Pseudocode, Flowchart ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Naratif, Pseudocode, Flowchart dapat Anda sesuaikan dengan murid Informatika kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Informatika kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Naratif, Pseudocode, Flowchart ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase E untuk kelas X SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Naratif, Pseudocode, Flowchart tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Naratif, Pseudocode, Flowchart untuk Informatika kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Naratif, Pseudocode, Flowchart ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Informatika kelas X SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Naratif, Pseudocode, Flowchart beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Informatika kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun, Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah, dan PPT bahan tayang tiap pertemuan tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.

Modul Informatika ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?

Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Naratif, Pseudocode, Flowchart disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.

Semua Modul Ajar Informatika SMKSemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.