Modul Ajar & RPP Qur'an Hadis Kelas IX
Adab Bermedia Sosial menurut Hadis
Modul ajar (RPP) Qur'an Hadis MTs kelas IX materi Adab Bermedia Sosial menurut Hadis, gratis dalam Word + PDF atas nama Anda: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, bahan ajar. Sesuai SK Dirjen Pendis No. 9941/2025 tentang Capaian Pembelajaran PAI & Bahasa Arab Madrasah.
Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Bukan Adab Bermedia Sosial menurut Hadis yang Anda cari? Materi Qur'an Hadis Kelas IX lainnya:
| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Qur'an Hadis |
| Fase / Kelas | D / IX |
| Materi Pokok | Adab Bermedia Sosial menurut Hadis |
| Alokasi Waktu | 3 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki pengetahuan dasar tentang hadis sebagai sumber hukum Islam dan memahami beberapa adab umum dalam Islam.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak pribadi
Peserta didik menginternalisasi nilai-nilai akhlak Islam dalam interaksi digital, menghindari ujaran kebencian dan hoaks. - penalaran kritis — elemen: memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
Peserta didik menganalisis informasi yang diterima dari media sosial untuk membedakan fakta dan opini. - komunikasi — elemen: berkomunikasi secara efektif
Peserta didik menyampaikan pesan dengan santun dan bertanggung jawab, menjaga etika digital sesuai tuntunan hadis.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | SK Dirjen Pendis No. 9941/2025 tentang Capaian Pembelajaran PAI & Bahasa Arab Madrasah |
| Elemen / Domain | Hadis |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami dan menganalisis hadis-hadis pilihan tentang akhlak terpuji dan tercela, serta mengaitkannya dengan konteks kehidupan modern untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari secara konsisten dan bertanggung jawab. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Materi ini mempelajari contoh-contoh nyata perilaku bermedia sosial yang sesuai atau tidak sesuai dengan ajaran hadis. |
| Konseptual | Peserta didik memahami konsep adab bermedia sosial sebagai cerminan iman dan takwa berdasarkan prinsip-prinsip universal dalam hadis. |
| Prosedural | Peserta didik belajar langkah-langkah dalam menyaring informasi, berkomentar, dan berbagi konten di media sosial sesuai tuntunan hadis. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari pentingnya refleksi diri sebelum berinteraksi di media sosial dan bagaimana hadis membimbing perilaku digital mereka. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui analisis kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi hadis-hadis yang relevan dengan adab bermedia sosial dengan tepat.
- Setelah diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan makna dan kandungan hadis tentang adab bermedia sosial dengan runtut.
- Dengan simulasi interaksi daring, peserta didik dapat menerapkan adab bermedia sosial sesuai tuntunan hadis dalam berbagai situasi dengan santun.
- Melalui pembuatan infografis, peserta didik dapat mengampanyekan adab bermedia sosial sesuai hadis kepada khalayak umum dengan kreatif.
- Dengan presentasi kelompok, peserta didik dapat mengevaluasi perilaku bermedia sosial berdasarkan prinsip-prinsip hadis dengan kritis.
Pemahaman bermakna: Adab bermedia sosial menurut hadis adalah manifestasi iman yang menjaga lisan, pikiran, dan tindakan di ruang digital, sehingga tercipta lingkungan daring yang positif dan bermanfaat bagi diri serta orang lain.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kita memastikan bahwa setiap unggahan dan komentar kita di media sosial tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mendatangkan pahala dan keberkahan?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Pengembangan keterampilan menulis kreatif untuk infografis dan berbicara persuasif saat presentasi. Seni Budaya: Pemanfaatan elemen desain grafis dan estetika dalam pembuatan infografis yang menarik. Informatika: Penggunaan aplikasi digital untuk desain infografis dan pemahaman etika berinternet. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak untuk mendampingi dan mengawasi penggunaan media sosial anak di rumah, serta berdiskusi tentang penerapan adab bermedia sosial. |
| Lingkungan Pembelajaran | Lingkungan kelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok dan simulasi, serta tersedia area untuk memajang hasil karya infografis. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan aplikasi presentasi (misal: Canva) atau aplikasi kamus digital untuk mencari makna hadis, serta platform media sosial sebagai simulasi interaksi. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui analisis kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi hadis-hadis yang relevan dengan adab bermedia sosial dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Emoji Hadis: Guru menampilkan beberapa emoji (mis. senyum, marah, jempol) dan peserta didik menebak hadis yang berkaitan dengan ekspresi tersebut.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Setelah diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan makna dan kandungan hadis tentang adab bermedia sosial dengan runtut. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Rantai Kata Hikmah: Guru mengucapkan satu kata (misal: 'jujur'), lalu peserta didik berikutnya menyambung dengan kata yang berhubungan dengan adab dan hadis secara berantai.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Dengan simulasi interaksi daring, peserta didik dapat menerapkan adab bermedia sosial sesuai tuntunan hadis dalam berbagai situasi dengan santun. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Teka-teki Kata Adab: Guru menyebutkan ciri-ciri sebuah adab bermedia sosial, dan peserta didik berebut menebak adab apa yang dimaksud.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat menganalisis kasus interaksi di media sosial dan mengidentifikasi hadis yang relevan.
Alat & bahan: Kertas kerja, alat tulis, kamus bahasa Arab-Indonesia (opsional), gawai (opsional)
Langkah kerja:
- Amati gambar kasus interaksi di media sosial yang diberikan oleh guru.
- Diskusikan dalam kelompok, masalah adab apa saja yang muncul dari kasus tersebut.
- Identifikasi satu hadis yang paling relevan dengan masalah yang ditemukan, tuliskan lafaz Arab dan terjemahannya.
- Jelaskan bagaimana hadis tersebut memberikan solusi atau panduan bagi masalah adab yang diamati.
- Presentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang adab dalam Islam?
- Pernahkah kamu mendengar tentang etika bermedia sosial?
- Menurutmu, mengapa penting untuk menjaga perilaku di media sosial?
- Apakah kamu tahu hadis yang berkaitan dengan perkataan baik atau diam?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan simulasi, serta kualitas infografis yang dibuat.
Sumatif (akhir): Penilaian infografis dan presentasi kelompok, serta tes tertulis untuk mengukur pemahaman makna hadis.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi hadis relevan | Pengenalan kasus dan hadis | 2 JP | keimanan dan ketakwaan, penalaran kritis |
| 2 | Menjelaskan makna hadis | Pendalaman makna hadis | 2 JP | penalaran kritis, komunikasi |
| 3 | Menerapkan adab dalam simulasi | Simulasi interaksi daring | 2 JP | keimanan dan ketakwaan, komunikasi |
| 4 | Mengampanyekan adab melalui infografis | Penyelesaian dan presentasi infografis | 2 JP | kreativitas, komunikasi |
Integrasi Panca Cinta (KBC):
| Nilai Cinta | Wujud dalam Pembelajaran |
|---|---|
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Menginternalisasi hadis-hadis sebagai panduan hidup di media sosial, meyakini bahwa setiap interaksi digital diawasi Allah SWT. |
| 2. Cinta Ilmu | Mencari ilmu tentang adab bermedia sosial dari sumber-sumber terpercaya dan hadis, serta berbagi ilmu tersebut kepada orang lain. |
| 3. Cinta Lingkungan | Menjaga lingkungan digital tetap positif dan bersih dari ujaran kebencian, hoaks, serta konten negatif yang merusak. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Menghargai privasi dan kehormatan sesama pengguna media sosial, menghindari ghibah, fitnah, dan perbuatan yang menyakiti hati orang lain. |
| 5. Cinta Tanah Air | Menyebarkan nilai-nilai kebaikan, persatuan, dan toleransi di media sosial sebagai wujud kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa. |
Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita. Namun, kemudahan berinteraksi ini seringkali diiringi dengan tantangan etika. Sebagai muslim, kita memiliki panduan yang jelas dari Al-Qur'an dan Hadis untuk menjaga adab dalam setiap aspek kehidupan, termasuk di dunia maya. Modul ini akan membimbing kita memahami dan menerapkan adab bermedia sosial sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW.
1. Urgensi Adab Bermedia Sosial dalam Islam
Islam adalah agama yang sempurna, mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk interaksi di ruang digital. Media sosial memiliki potensi besar untuk kebaikan (dakwah, silaturahmi, berbagi ilmu) dan keburukan (fitnah, ghibah, hoaks). Oleh karena itu, adab bermedia sosial sangat penting agar interaksi kita tetap berada dalam koridor syariat, menjaga kehormatan diri dan orang lain, serta mendapatkan keberkahan. Tanpa adab, media sosial bisa menjadi ladang dosa dan kerusakan moral.
2. Hadis tentang Menjaga Lisan
Salah satu adab terpenting adalah menjaga lisan, yang dalam konteks media sosial berarti menjaga tulisan dan ucapan. Nabi Muhammad SAW bersabda, مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ (Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam). Hadis ini menekankan pentingnya filter sebelum berkomentar atau mengunggah sesuatu. Jika tidak bisa berkata baik, lebih baik diam. Ini mencegah penyebaran ujaran kebencian, cacian, atau hal-hal yang tidak bermanfaat.
3. Hadis tentang Tabayyun (Klarifikasi)
Dalam era informasi digital yang cepat, berita bohong (hoaks) mudah tersebar. Islam mengajarkan prinsip tabayyun (klarifikasi) sebelum mempercayai atau menyebarkan suatu berita. Allah berfirman dalam Al-Qur'an, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا (Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti). Hadis juga menguatkan hal ini. Prinsip tabayyun sangat relevan untuk menghindari penyebaran hoaks dan fitnah di media sosial.
4. Hadis tentang Ghibah dan Namimah
Ghibah (menggunjing) dan namimah (mengadu domba) adalah dosa besar yang sering terjadi di media sosial. Nabi Muhammad SAW bersabda, 'Tahukah kalian apa itu ghibah?' Para sahabat menjawab, 'Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.' Beliau bersabda, 'Engkau menyebut saudaramu dengan sesuatu yang ia benci.' (HR. Muslim). Mengunggah aib orang lain, membicarakan keburukan orang, atau menyebarkan gosip di media sosial termasuk ghibah dan namimah yang dilarang keras dalam Islam. Muslim harus menjaga kehormatan saudaranya.
5. Hadis tentang Larangan Mencela dan Menghina
Media sosial sering menjadi ajang saling cela dan hina. Hadis Nabi SAW melarang keras perilaku ini. Beliau bersabda, 'Mencela seorang muslim adalah kefasikan, dan membunuhnya adalah kekufuran.' (HR. Bukhari dan Muslim). Setiap muslim wajib menjaga lisannya dari mencela, menghina, atau merendahkan orang lain, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Hormati perbedaan pendapat dan sampaikan kritik dengan cara yang santun dan membangun.
6. Hadis tentang Berpikir Positif (Husnuzan)
Berpikir positif atau husnuzan terhadap orang lain adalah adab yang penting, terutama saat menafsirkan status atau komentar orang lain di media sosial. Nabi Muhammad SAW bersabda, 'Jauhilah kebanyakan dari prasangka, karena sebagian prasangka adalah dosa.' (HR. Bukhari dan Muslim). Sebelum berprasangka buruk atau menyimpulkan negatif, usahakan mencari tahu fakta atau menginterpretasikan dengan cara yang paling baik. Ini akan mencegah konflik dan kesalahpahaman di media sosial.
7. Penerapan Adab Bermedia Sosial dalam Kehidupan Sehari-hari
Menerapkan adab bermedia sosial berarti selalu mengingat Allah SWT dalam setiap unggahan, komentar, atau interaksi. Kita harus memilih konten yang bermanfaat, menghindari hal-hal yang sia-sia, dan menjadi agen kebaikan. Sebelum memposting, tanyakan pada diri sendiri: Apakah ini bermanfaat? Apakah ini benar? Apakah ini tidak menyakiti orang lain? Apakah ini sesuai dengan ajaran Islam? Dengan demikian, media sosial dapat menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah dan menyebarkan kebaikan.
Rangkuman: Adab bermedia sosial menurut hadis adalah cerminan iman yang menjaga lisan, pikiran, dan tindakan di ruang digital. Hadis mengajarkan kita untuk berkata baik atau diam, melakukan tabayyun sebelum menyebarkan berita, menghindari ghibah dan namimah, serta tidak mencela atau menghina orang lain. Dengan menerapkan adab ini, media sosial dapat menjadi sarana kebaikan dan keberkahan, bukan ladang dosa atau fitnah, sehingga menciptakan lingkungan daring yang positif dan islami.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Adab | Etika atau sopan santun dalam berinteraksi. |
| Hadis | Perkataan, perbuatan, atau ketetapan Nabi Muhammad SAW. |
| Tabayyun | Klarifikasi atau mencari kejelasan suatu berita. |
| Ghibah | Menggunjing atau membicarakan keburukan orang lain yang tidak disukainya. |
| Namimah | Mengadu domba antara satu orang dengan orang lain. |
| Hoaks | Berita bohong atau informasi palsu. |
| Husnuzan | Berprasangka baik. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Adab Bermedia Sosial menurut Hadis" mata pelajaran Qur'an Hadis Kelas IX ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025
Peta Materi Qur'an Hadis Kelas IX Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil5 dari 5 siap unduh
Hukum Bacaan Ra dan LamModul siap unduh · Word + PDF ber-kopWaqaf dan WashalModul siap unduh · Word + PDF ber-kopKandungan Surah tentang Fenomena AlamModul siap unduh · Word + PDF ber-kopHadis tentang Jujur dalam MuamalahModul siap unduh · Word + PDF ber-kopHadis tentang ToleransiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap4 dari 4 siap unduh
Tajwid (Mad Lazim)Modul siap unduh · Word + PDF ber-kopHadis Menjaga dan Melestarikan LingkunganModul siap unduh · Word + PDF ber-kopFenomena Alam dalam Al-Qur'anModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Qur'an Hadis kelas 9 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas IX dan kelas 9 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Adab Bermedia Sosial menurut Hadis pada Qur'an Hadis MTs, Fase D, elemen Hadis.
Modul Adab Bermedia Sosial menurut Hadis ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 2 (genap), menurut urutan materi Qur'an Hadis kelas IX MTs di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Qur'an Hadis materi Adab Bermedia Sosial menurut Hadis ini gratis?
Ya. Modul Adab Bermedia Sosial menurut Hadis untuk kelas IX MTs dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Adab Bermedia Sosial menurut Hadis ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Qur'an Hadis kelas IX ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Qur'an Hadis kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Adab Bermedia Sosial menurut Hadis ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Adab Bermedia Sosial menurut Hadis dapat Anda sesuaikan dengan murid Qur'an Hadis kelas IX di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Qur'an Hadis kelas IX ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Adab Bermedia Sosial menurut Hadis ini mengikuti SK Dirjen Pendis No. 9941/2025 tentang Capaian Pembelajaran PAI & Bahasa Arab Madrasah, pada Fase D untuk kelas IX MTs. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Adab Bermedia Sosial menurut Hadis tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Adab Bermedia Sosial menurut Hadis untuk Qur'an Hadis kelas IX di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Adab Bermedia Sosial menurut Hadis ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Qur'an Hadis kelas IX MTs berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Adab Bermedia Sosial menurut Hadis beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Qur'an Hadis kelas IX berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.
Modul Qur'an Hadis ini cocok untuk MTs negeri, swasta, maupun SMP?
Ya. Kop, logo, dan nama MTs Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMP, pilih jenjang SMP saat mengisi borang: materi Adab Bermedia Sosial menurut Hadis yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag).
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.