MTs · Kelas IX · Fase D · Semester 2

Modul Ajar & RPP Qur'an Hadis Kelas IX
Adab Bermedia Sosial menurut Hadis

Modul ajar (RPP) Qur'an Hadis MTs kelas IX materi Adab Bermedia Sosial menurut Hadis, gratis dalam Word + PDF atas nama Anda: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, bahan ajar. Sesuai SK Dirjen Pendis No. 9941/2025 tentang Capaian Pembelajaran PAI & Bahasa Arab Madrasah.

Sampul modul ajar Qur'an Hadis kelas IX materi Adab Bermedia Sosial menurut Hadis — siap cetak A412 lembar A4✨ Bisa sampai 18 lembar lebih3 pertemuan · siap cetakLKPDATPAsesmenBahan ajarGlosariumWord (.docx) + PDF · atas nama AndaLihat isi lembarnya ↓
Ringkasan: Adab bermedia sosial menurut hadis adalah cerminan iman yang menjaga lisan, pikiran, dan tindakan di ruang digital. Hadis mengajarkan kita untuk berkata baik atau diam, melakukan tabayyun sebelum menyebarkan berita, menghindari ghibah dan namimah, serta tidak mencela atau menghina orang lain. Dengan menerapkan adab ini, media sosial dapat menjadi sarana kebaikan dan keberkahan, bukan ladang dosa atau fitnah, sehingga menciptakan lingkungan daring yang positif dan islami.
📥 Unduh dengan Nama & Kop Sekolah Saya — GRATISIsi nama & sekolah dulu · ±1 menit · Word + PDF tanpa watermark

Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

KURIKULUM BERBASIS CINTA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Adab Bermedia Sosial menurut Hadis
Qur'an Hadis · Kelas IX · Fase D
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Qur'an Hadis · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Adab Bermedia Sosial menurut Hadis
Qur'an Hadis · Fase D · Kelas IX · Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: SK Dirjen Pendis 9941/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranQur'an Hadis
Fase / KelasD / IX
Materi PokokAdab Bermedia Sosial menurut Hadis
Alokasi Waktu3 pertemuan
Tahun Pelajaran2026/2027
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki pengetahuan dasar tentang hadis sebagai sumber hukum Islam dan memahami beberapa adab umum dalam Islam.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak pribadi
    Peserta didik menginternalisasi nilai-nilai akhlak Islam dalam interaksi digital, menghindari ujaran kebencian dan hoaks.
  2. penalaran kritis — elemen: memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
    Peserta didik menganalisis informasi yang diterima dari media sosial untuk membedakan fakta dan opini.
  3. komunikasi — elemen: berkomunikasi secara efektif
    Peserta didik menyampaikan pesan dengan santun dan bertanggung jawab, menjaga etika digital sesuai tuntunan hadis.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanSK Dirjen Pendis No. 9941/2025 tentang Capaian Pembelajaran PAI & Bahasa Arab Madrasah
Elemen / DomainHadis
Rumusan CP FasePeserta didik mampu memahami dan menganalisis hadis-hadis pilihan tentang akhlak terpuji dan tercela, serta mengaitkannya dengan konteks kehidupan modern untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari secara konsisten dan bertanggung jawab.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualMateri ini mempelajari contoh-contoh nyata perilaku bermedia sosial yang sesuai atau tidak sesuai dengan ajaran hadis.
KonseptualPeserta didik memahami konsep adab bermedia sosial sebagai cerminan iman dan takwa berdasarkan prinsip-prinsip universal dalam hadis.
ProseduralPeserta didik belajar langkah-langkah dalam menyaring informasi, berkomentar, dan berbagi konten di media sosial sesuai tuntunan hadis.
MetakognitifPeserta didik menyadari pentingnya refleksi diri sebelum berinteraksi di media sosial dan bagaimana hadis membimbing perilaku digital mereka.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui analisis kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi hadis-hadis yang relevan dengan adab bermedia sosial dengan tepat.
  2. Setelah diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan makna dan kandungan hadis tentang adab bermedia sosial dengan runtut.
  3. Dengan simulasi interaksi daring, peserta didik dapat menerapkan adab bermedia sosial sesuai tuntunan hadis dalam berbagai situasi dengan santun.
  4. Melalui pembuatan infografis, peserta didik dapat mengampanyekan adab bermedia sosial sesuai hadis kepada khalayak umum dengan kreatif.
  5. Dengan presentasi kelompok, peserta didik dapat mengevaluasi perilaku bermedia sosial berdasarkan prinsip-prinsip hadis dengan kritis.
Halaman 2 · Adab Bermedia Sosial menurut Hadis — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Qur'an Hadis · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Adab bermedia sosial menurut hadis adalah manifestasi iman yang menjaga lisan, pikiran, dan tindakan di ruang digital, sehingga tercipta lingkungan daring yang positif dan bermanfaat bagi diri serta orang lain.

Pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kita memastikan bahwa setiap unggahan dan komentar kita di media sosial tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mendatangkan pahala dan keberkahan?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning (PBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuBahasa Indonesia: Pengembangan keterampilan menulis kreatif untuk infografis dan berbicara persuasif saat presentasi.
Seni Budaya: Pemanfaatan elemen desain grafis dan estetika dalam pembuatan infografis yang menarik.
Informatika: Penggunaan aplikasi digital untuk desain infografis dan pemahaman etika berinternet.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat diajak untuk mendampingi dan mengawasi penggunaan media sosial anak di rumah, serta berdiskusi tentang penerapan adab bermedia sosial.
Lingkungan PembelajaranLingkungan kelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok dan simulasi, serta tersedia area untuk memajang hasil karya infografis.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan aplikasi presentasi (misal: Canva) atau aplikasi kamus digital untuk mencari makna hadis, serta platform media sosial sebagai simulasi interaksi.
Halaman 3 · Adab Bermedia Sosial menurut Hadis — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Qur'an Hadis · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 1Melalui analisis kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi hadis-hadis yang relevan dengan adab bermedia sosial dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Tebak Emoji Hadis: Guru menampilkan beberapa emoji (mis. senyum, marah, jempol) dan peserta didik menebak hadis yang berkaitan dengan ekspresi tersebut.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa bersama, dan melakukan presensi kehadiran peserta didik.
  2. Guru menampilkan gambar atau video singkat tentang kasus viral di media sosial yang berkaitan dengan etika, lalu bertanya tentang pengalaman peserta didik.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi hadis tentang adab bermedia sosial dan menanyakan manfaatnya bagi kehidupan mereka.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan beberapa tangkapan layar (screenshot) kasus nyata pelanggaran adab di media sosial (tanpa identitas) dan meminta peserta didik mengamati.
  2. Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok kecil dan meminta mereka mengidentifikasi masalah etika apa saja yang muncul dari kasus-kasus tersebut.
  3. Guru membagikan lembar kerja kelompok yang berisi beberapa potongan hadis pilihan (misal: tentang ghibah, berkata baik, tabayyun) dan meminta kelompok menghubungkan hadis tersebut dengan masalah yang ditemukan.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Setiap kelompok memilih satu kasus dan satu hadis yang paling relevan, lalu merumuskan pertanyaan kunci terkait hubungan keduanya.
  2. Membimbing penyelidikan: Peserta didik dalam kelompok secara mandiri mencari informasi tambahan dari buku Qur'an Hadis atau sumber digital terpercaya untuk memahami konteks hadis dan relevansinya dengan kasus.
  3. Peserta didik mendiskusikan bagaimana hadis tersebut memberikan solusi atau panduan terhadap masalah adab bermedia sosial yang mereka amati.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok menyiapkan presentasi singkat (maksimal 5 menit) untuk memaparkan kasus, hadis yang relevan, dan analisis awal mereka.
  2. Kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan konstruktif terhadap presentasi, difasilitasi oleh guru.
  3. Guru memberikan penguatan terhadap identifikasi hadis dan relevansinya dengan adab bermedia sosial, mengoreksi jika ada miskonsepsi.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Guru dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan hadis-hadis kunci yang berkaitan dengan adab bermedia sosial.
  2. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan meminta mereka merefleksikan satu hal penting yang dipelajari hari ini.
  3. Guru menginformasikan materi untuk pertemuan berikutnya dan menutup pelajaran dengan doa kafaratul majlis.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Adab Bermedia Sosial menurut Hadis — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Qur'an Hadis · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 2Setelah diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan makna dan kandungan hadis tentang adab bermedia sosial dengan runtut.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Rantai Kata Hikmah: Guru mengucapkan satu kata (misal: 'jujur'), lalu peserta didik berikutnya menyambung dengan kata yang berhubungan dengan adab dan hadis secara berantai.
  1. Guru mengucapkan salam dan mengajak peserta didik membaca basmalah bersama.
  2. Guru mengingatkan kembali hadis-hadis yang telah diidentifikasi pada pertemuan sebelumnya dan menanyakan bagaimana perasaan mereka setelah mengetahui hadis tersebut.
  3. Guru menyampaikan bahwa hari ini mereka akan mendalami makna hadis-hadis tersebut dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Pemberian rangsangan: Guru menayangkan potongan hadis-hadis pilihan tentang adab bermedia sosial (misalnya: مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ (Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam) dan meminta peserta didik membaca serta menerjemahkannya secara mandiri.
  2. Identifikasi masalah: Peserta didik dalam kelompok mengidentifikasi kata kunci atau frasa yang sulit dipahami dari setiap hadis, lalu menuliskannya di papan tulis mini kelompok.
  3. Pengumpulan data: Setiap kelompok diberikan kamus bahasa Arab-Indonesia atau akses ke aplikasi kamus digital untuk mencari makna kata kunci yang telah diidentifikasi.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Pengolahan data: Peserta didik mendiskusikan hasil pencarian makna kata dan frasa, kemudian merangkai terjemahan hadis secara utuh dan benar.
  2. Pembuktian: Setiap kelompok membandingkan hasil terjemahan mereka dengan terjemahan standar yang disediakan oleh guru, lalu memperbaiki jika ada kesalahan.
  3. Peserta didik berdiskusi untuk merumuskan kandungan makna dari setiap hadis dan mengaitkannya dengan konteks adab bermedia sosial di era modern.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Menarik kesimpulan: Setiap kelompok menyajikan rangkuman makna dan kandungan satu hadis pilihan di depan kelas, menjelaskan relevansinya dengan perilaku digital.
  2. Kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan untuk memperdalam pemahaman.
  3. Guru memberikan penguatan terhadap pemahaman makna hadis dan hubungannya dengan implementasi adab bermedia sosial, meluruskan jika ada kekeliruan.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Guru dan peserta didik membuat peta konsep singkat tentang makna hadis-hadis adab bermedia sosial yang telah dipelajari.
  2. Guru memberikan apresiasi atas kerja keras peserta didik dan meminta mereka menuliskan satu hikmah yang didapat dari pembelajaran hari ini.
  3. Guru memberikan tugas untuk mencari contoh nyata penerapan adab bermedia sosial yang sesuai hadis dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Adab Bermedia Sosial menurut Hadis — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Qur'an Hadis · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.3  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 3Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 3Dengan simulasi interaksi daring, peserta didik dapat menerapkan adab bermedia sosial sesuai tuntunan hadis dalam berbagai situasi dengan santun.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Teka-teki Kata Adab: Guru menyebutkan ciri-ciri sebuah adab bermedia sosial, dan peserta didik berebut menebak adab apa yang dimaksud.
  1. Guru mengucapkan salam dan mengajak peserta didik membaca shalawat Nabi.
  2. Guru bertanya kepada peserta didik tentang contoh penerapan adab bermedia sosial yang telah mereka temukan sebagai tindak lanjut pertemuan sebelumnya.
  3. Guru menjelaskan bahwa hari ini mereka akan mempraktikkan langsung adab-adab tersebut melalui simulasi interaksi daring.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan beberapa skenario kasus interaksi di media sosial (misal: ada teman menyebarkan hoaks, ada yang berkomentar negatif, ada yang butuh tabayyun) dan meminta peserta didik membayangkan bagaimana mereka akan merespons.
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Guru membagi peserta didik ke dalam kelompok dan memberikan masing-masing kelompok satu skenario untuk disimulasikan.
  3. Guru meminta setiap kelompok merencanakan dialog atau interaksi di media sosial yang sesuai dengan hadis-hadis adab yang telah dipelajari.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Membimbing penyelidikan: Setiap kelompok melakukan simulasi interaksi daring di depan kelas, dengan salah satu anggota berperan sebagai 'pengunggah' dan yang lain sebagai 'komentator' atau 'penyebar informasi'.
  2. Peserta didik lain mengamati dan mencatat poin-poin penting terkait penerapan adab bermedia sosial dalam simulasi tersebut.
  3. Setelah simulasi, kelompok presenter menjelaskan mengapa mereka memilih respons tersebut dan hadis apa yang menjadi landasannya.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Kelompok lain memberikan umpan balik konstruktif terhadap simulasi yang ditampilkan, menganalisis apakah adab sudah diterapkan dengan baik atau ada saran perbaikan.
  2. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Guru memimpin diskusi kelas tentang tantangan dalam menerapkan adab bermedia sosial dan bagaimana hadis menjadi solusi praktis.
  3. Guru memberikan penguatan dan contoh-contoh tambahan tentang cara efektif menerapkan adab bermedia sosial dalam berbagai situasi, menekankan pentingnya niat dan konsistensi.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Guru dan peserta didik bersama-sama merumuskan pedoman praktis 'Do's and Don'ts' dalam bermedia sosial berdasarkan hadis.
  2. Guru memberikan apresiasi kepada semua kelompok atas partisipasi aktif dan ide-ide kreatif mereka, serta mendorong untuk terus berlatih.
  3. Guru memberikan tugas untuk membuat rancangan infografis adab bermedia sosial sebagai persiapan pertemuan berikutnya dan menutup dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 6 · Adab Bermedia Sosial menurut Hadis — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Qur'an Hadis · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Tujuan: Peserta didik dapat menganalisis kasus interaksi di media sosial dan mengidentifikasi hadis yang relevan.

Alat & bahan: Kertas kerja, alat tulis, kamus bahasa Arab-Indonesia (opsional), gawai (opsional)

Langkah kerja:

  1. Amati gambar kasus interaksi di media sosial yang diberikan oleh guru.
  2. Diskusikan dalam kelompok, masalah adab apa saja yang muncul dari kasus tersebut.
  3. Identifikasi satu hadis yang paling relevan dengan masalah yang ditemukan, tuliskan lafaz Arab dan terjemahannya.
  4. Jelaskan bagaimana hadis tersebut memberikan solusi atau panduan bagi masalah adab yang diamati.
  5. Presentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 7 · Adab Bermedia Sosial menurut Hadis — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Qur'an Hadis · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang kamu ketahui tentang adab dalam Islam?
  2. Pernahkah kamu mendengar tentang etika bermedia sosial?
  3. Menurutmu, mengapa penting untuk menjaga perilaku di media sosial?
  4. Apakah kamu tahu hadis yang berkaitan dengan perkataan baik atau diam?

Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan simulasi, serta kualitas infografis yang dibuat.

Sumatif (akhir): Penilaian infografis dan presentasi kelompok, serta tes tertulis untuk mengukur pemahaman makna hadis.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban6 pilihan ganda + 5 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 8 · Adab Bermedia Sosial menurut Hadis — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Qur'an Hadis · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Berbasis Cinta
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi hadis relevanPengenalan kasus dan hadis2 JPkeimanan dan ketakwaan, penalaran kritis
2Menjelaskan makna hadisPendalaman makna hadis2 JPpenalaran kritis, komunikasi
3Menerapkan adab dalam simulasiSimulasi interaksi daring2 JPkeimanan dan ketakwaan, komunikasi
4Mengampanyekan adab melalui infografisPenyelesaian dan presentasi infografis2 JPkreativitas, komunikasi

Integrasi Panca Cinta (KBC):

Nilai CintaWujud dalam Pembelajaran
1. Cinta Allah dan Rasul-NyaMenginternalisasi hadis-hadis sebagai panduan hidup di media sosial, meyakini bahwa setiap interaksi digital diawasi Allah SWT.
2. Cinta IlmuMencari ilmu tentang adab bermedia sosial dari sumber-sumber terpercaya dan hadis, serta berbagi ilmu tersebut kepada orang lain.
3. Cinta LingkunganMenjaga lingkungan digital tetap positif dan bersih dari ujaran kebencian, hoaks, serta konten negatif yang merusak.
4. Cinta Diri dan SesamaMenghargai privasi dan kehormatan sesama pengguna media sosial, menghindari ghibah, fitnah, dan perbuatan yang menyakiti hati orang lain.
5. Cinta Tanah AirMenyebarkan nilai-nilai kebaikan, persatuan, dan toleransi di media sosial sebagai wujud kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.
Halaman 9 · Adab Bermedia Sosial menurut Hadis — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Qur'an Hadis · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita. Namun, kemudahan berinteraksi ini seringkali diiringi dengan tantangan etika. Sebagai muslim, kita memiliki panduan yang jelas dari Al-Qur'an dan Hadis untuk menjaga adab dalam setiap aspek kehidupan, termasuk di dunia maya. Modul ini akan membimbing kita memahami dan menerapkan adab bermedia sosial sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW.

1. Urgensi Adab Bermedia Sosial dalam Islam
Islam adalah agama yang sempurna, mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk interaksi di ruang digital. Media sosial memiliki potensi besar untuk kebaikan (dakwah, silaturahmi, berbagi ilmu) dan keburukan (fitnah, ghibah, hoaks). Oleh karena itu, adab bermedia sosial sangat penting agar interaksi kita tetap berada dalam koridor syariat, menjaga kehormatan diri dan orang lain, serta mendapatkan keberkahan. Tanpa adab, media sosial bisa menjadi ladang dosa dan kerusakan moral.

2. Hadis tentang Menjaga Lisan
Salah satu adab terpenting adalah menjaga lisan, yang dalam konteks media sosial berarti menjaga tulisan dan ucapan. Nabi Muhammad SAW bersabda, مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ (Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam). Hadis ini menekankan pentingnya filter sebelum berkomentar atau mengunggah sesuatu. Jika tidak bisa berkata baik, lebih baik diam. Ini mencegah penyebaran ujaran kebencian, cacian, atau hal-hal yang tidak bermanfaat.

3. Hadis tentang Tabayyun (Klarifikasi)
Dalam era informasi digital yang cepat, berita bohong (hoaks) mudah tersebar. Islam mengajarkan prinsip tabayyun (klarifikasi) sebelum mempercayai atau menyebarkan suatu berita. Allah berfirman dalam Al-Qur'an, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا (Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti). Hadis juga menguatkan hal ini. Prinsip tabayyun sangat relevan untuk menghindari penyebaran hoaks dan fitnah di media sosial.

4. Hadis tentang Ghibah dan Namimah
Ghibah (menggunjing) dan namimah (mengadu domba) adalah dosa besar yang sering terjadi di media sosial. Nabi Muhammad SAW bersabda, 'Tahukah kalian apa itu ghibah?' Para sahabat menjawab, 'Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.' Beliau bersabda, 'Engkau menyebut saudaramu dengan sesuatu yang ia benci.' (HR. Muslim). Mengunggah aib orang lain, membicarakan keburukan orang, atau menyebarkan gosip di media sosial termasuk ghibah dan namimah yang dilarang keras dalam Islam. Muslim harus menjaga kehormatan saudaranya.

5. Hadis tentang Larangan Mencela dan Menghina
Media sosial sering menjadi ajang saling cela dan hina. Hadis Nabi SAW melarang keras perilaku ini. Beliau bersabda, 'Mencela seorang muslim adalah kefasikan, dan membunuhnya adalah kekufuran.' (HR. Bukhari dan Muslim). Setiap muslim wajib menjaga lisannya dari mencela, menghina, atau merendahkan orang lain, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Hormati perbedaan pendapat dan sampaikan kritik dengan cara yang santun dan membangun.

6. Hadis tentang Berpikir Positif (Husnuzan)
Berpikir positif atau husnuzan terhadap orang lain adalah adab yang penting, terutama saat menafsirkan status atau komentar orang lain di media sosial. Nabi Muhammad SAW bersabda, 'Jauhilah kebanyakan dari prasangka, karena sebagian prasangka adalah dosa.' (HR. Bukhari dan Muslim). Sebelum berprasangka buruk atau menyimpulkan negatif, usahakan mencari tahu fakta atau menginterpretasikan dengan cara yang paling baik. Ini akan mencegah konflik dan kesalahpahaman di media sosial.

7. Penerapan Adab Bermedia Sosial dalam Kehidupan Sehari-hari
Menerapkan adab bermedia sosial berarti selalu mengingat Allah SWT dalam setiap unggahan, komentar, atau interaksi. Kita harus memilih konten yang bermanfaat, menghindari hal-hal yang sia-sia, dan menjadi agen kebaikan. Sebelum memposting, tanyakan pada diri sendiri: Apakah ini bermanfaat? Apakah ini benar? Apakah ini tidak menyakiti orang lain? Apakah ini sesuai dengan ajaran Islam? Dengan demikian, media sosial dapat menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah dan menyebarkan kebaikan.

Rangkuman: Adab bermedia sosial menurut hadis adalah cerminan iman yang menjaga lisan, pikiran, dan tindakan di ruang digital. Hadis mengajarkan kita untuk berkata baik atau diam, melakukan tabayyun sebelum menyebarkan berita, menghindari ghibah dan namimah, serta tidak mencela atau menghina orang lain. Dengan menerapkan adab ini, media sosial dapat menjadi sarana kebaikan dan keberkahan, bukan ladang dosa atau fitnah, sehingga menciptakan lingkungan daring yang positif dan islami.

Halaman 10 · Adab Bermedia Sosial menurut Hadis — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Qur'an Hadis · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
AdabEtika atau sopan santun dalam berinteraksi.
HadisPerkataan, perbuatan, atau ketetapan Nabi Muhammad SAW.
TabayyunKlarifikasi atau mencari kejelasan suatu berita.
GhibahMenggunjing atau membicarakan keburukan orang lain yang tidak disukainya.
NamimahMengadu domba antara satu orang dengan orang lain.
HoaksBerita bohong atau informasi palsu.
HusnuzanBerprasangka baik.
Daftar pustaka5 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 11 · Adab Bermedia Sosial menurut Hadis — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Qur'an Hadis · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Adab Bermedia Sosial menurut Hadis" mata pelajaran Qur'an Hadis Kelas IX ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Madrasah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025

Halaman 12 · Adab Bermedia Sosial menurut Hadis — pratinjau tuntas.org

12 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Nama dan sekolah Anda langsung tercetak di kopnya.

📥 Unduh Modul Ini GratisTinggal isi nama & sekolah · ±1 menit jadi
✨ Mau lebih lengkap?
+6 lembarLembar 13–18

Modul Adab Bermedia Sosial menurut Hadis ini bisa jadi 18 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaQur'an Hadis · Kelas IXPeta Konsep
Adab Bermedia Sosial menurut HadisUrgensi Adab Bermedia Sosial dalam IslamHadis tentang Menjaga LisanHadis tentang Tabayyun (Klarifikasi)Hadis tentang Ghibah dan NamimahHadis tentang Larangan Mencela dan Menghina
Dari sub-bab Adab Bermedia Sosial menurut HadisHalaman 13
Nama sekolah AndaQur'an Hadis · Kelas IXIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 14
Nama sekolah AndaQur'an Hadis · Kelas IXLKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 15
Nama sekolah AndaQur'an Hadis · Kelas IXRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 16
Nama sekolah AndaQur'an Hadis · Kelas IXRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 17
Nama sekolah AndaQur'an Hadis · Kelas IXProfil Lulusan
Keimanan dan ketakwaanPenalaran kritisKomunikasi
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 18

🎁 Plus perangkat setahun & bonus

Sekali ambil paket, administrasi setahun ikut beres.

Semua paketProta
1Hukum Bacaan Ra dan Lam1Waqaf dan Washal1Kandungan Surah tentang Fenomena Alam1Hadis tentang Jujur dalam Muamalah1Hadis tentang Toleransi…+4 materi lagi
Setahun penuh, sudah ber-kop
Semua paketPromes Semester 1
MateriJASONDHukum Bacaan Ra dan LamWaqaf dan WashalKandungan Surah tentang Fenomena AlamHadis tentang Jujur dalam Muamalah
Sebaran materi per bulan
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Kisi-kisiNaskah soal + kunciKartu soal
Kisi-kisi sampai kartu soal
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Daftar hadir siswaDaftar nilai NH/PTS/PASJurnal agenda
Terisi atas nama Anda
Paket 30 & 60Piagam Siswa
PIAGAMdiberikan kepada
Satu halaman per siswa
Paket 60e-Kinerja
Dokumen kinerja guruPerangkat penilaian
Dokumen kinerja guru
Paket 60Deskripsi Rapor
Nama + nilai ditempelDeskripsi tiap siswa jadi
Penyelamat akhir semester

Tidak wajib kok. Kalau nanti butuh, tinggal ambil paketnya, mulai Rp2.000 per modul.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Qur'an Hadis kelas 9 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas IX dan kelas 9 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Adab Bermedia Sosial menurut Hadis pada Qur'an Hadis MTs, Fase D, elemen Hadis.

Modul Adab Bermedia Sosial menurut Hadis ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Semester 2 (genap), menurut urutan materi Qur'an Hadis kelas IX MTs di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.

Apakah modul ajar Qur'an Hadis materi Adab Bermedia Sosial menurut Hadis ini gratis?

Ya. Modul Adab Bermedia Sosial menurut Hadis untuk kelas IX MTs dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Adab Bermedia Sosial menurut Hadis ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Qur'an Hadis kelas IX ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Qur'an Hadis kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Adab Bermedia Sosial menurut Hadis ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Adab Bermedia Sosial menurut Hadis dapat Anda sesuaikan dengan murid Qur'an Hadis kelas IX di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Qur'an Hadis kelas IX ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Adab Bermedia Sosial menurut Hadis ini mengikuti SK Dirjen Pendis No. 9941/2025 tentang Capaian Pembelajaran PAI & Bahasa Arab Madrasah, pada Fase D untuk kelas IX MTs. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Adab Bermedia Sosial menurut Hadis tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Adab Bermedia Sosial menurut Hadis untuk Qur'an Hadis kelas IX di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Adab Bermedia Sosial menurut Hadis ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Qur'an Hadis kelas IX MTs berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Adab Bermedia Sosial menurut Hadis beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Qur'an Hadis kelas IX berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.

Modul Qur'an Hadis ini cocok untuk MTs negeri, swasta, maupun SMP?

Ya. Kop, logo, dan nama MTs Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMP, pilih jenjang SMP saat mengisi borang: materi Adab Bermedia Sosial menurut Hadis yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag).

Semua Modul Ajar Qur'an Hadis MTsSemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.