SMKKelas XFase ESemester 1

Modul Ajar & RPP Matematika Kelas X
Barisan dan Deret

Sudah jadi 12 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital

📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026

Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Oslan Gino Abdul, S.Pd · guru SD

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Barisan adalah urutan bilangan berpola, sedangkan deret adalah penjumlahannya. Barisan aritmetika memiliki beda tetap (Un = a + (n-1)b) dan deretnya dihitung dengan Sn = n/2 (a + Un). Barisan geometri memiliki rasio tetap (Un = a * r^(n-1)) dan deretnya dihitung dengan Sn = a(r^n - 1) / (r - 1). Konsep ini esensial untuk memecahkan masalah pertumbuhan, akumulasi, dan pola di berbagai bidang kehidupan.

Di bawah ini 12 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Barisan dan Deret
Matematika · Kelas X · Fase E
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Matematika · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Barisan dan Deret
Matematika · Fase E · Kelas X · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasE / X
Materi PokokBarisan dan Deret
Alokasi Waktu3 pertemuan
Tahun Pelajaran2026/2027
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang pola bilangan dan operasi hitung bilangan bulat dan pecahan.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. penalaran kritis — elemen: memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
    Peserta didik menganalisis data barisan dan deret dari berbagai sumber untuk mengidentifikasi pola dan masalah matematika.
  2. kolaborasi — elemen: bekerja sama dengan orang lain
    Peserta didik berinteraksi dan berbagi tugas dalam kelompok untuk menyelesaikan permasalahan kontekstual terkait barisan dan deret.
  3. kreativitas — elemen: menghasilkan gagasan yang orisinal
    Peserta didik mengembangkan berbagai strategi penyelesaian masalah barisan dan deret yang belum pernah diajarkan sebelumnya.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainBilangan
Rumusan CP FasePada akhir Fase E, peserta didik dapat menggeneralisasi sifat-sifat operasi bilangan berpangkat (eksponen) dan logaritma, serta menggunakan barisan dan deret aritmetika dan geometri dalam menyelesaikan masalah.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualBarisan dan deret dapat ditemukan dalam pertumbuhan penduduk, bunga bank, atau pola susunan benda.
KonseptualBarisan adalah urutan bilangan dengan pola tertentu, sedangkan deret adalah penjumlahan suku-suku barisan tersebut.
ProseduralPeserta didik akan mempelajari rumus suku ke-n dan jumlah n suku pertama untuk barisan dan deret aritmetika serta geometri.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari bagaimana berpikir sistematis membantu memecahkan masalah yang kompleks dan berurutan.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi pola barisan aritmetika dengan tepat.
  2. Dengan menganalisis contoh kasus, peserta didik dapat merumuskan rumus suku ke-n barisan aritmetika secara benar.
  3. Melalui latihan soal, peserta didik dapat menghitung jumlah n suku pertama deret aritmetika dengan cermat.
  4. Dengan mengamati fenomena pertumbuhan, peserta didik dapat membedakan barisan geometri dari barisan aritmetika secara akurat.
  5. Melalui eksplorasi data, peserta didik dapat menentukan rumus suku ke-n dan jumlah n suku pertama deret geometri dengan mandiri.
  6. Dengan menyelesaikan proyek mini, peserta didik dapat mengaplikasikan konsep barisan dan deret dalam pemecahan masalah kontekstual secara kreatif.
Halaman 2 · Barisan dan Deret — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Matematika · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami konsep barisan dan deret memungkinkan peserta didik untuk menganalisis pertumbuhan, perkembangan, dan fenomena berulang dalam kehidupan nyata, serta membuat prediksi atau perencanaan yang lebih akurat.

Pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kita memprediksi jumlah kursi di barisan ke-10 dalam sebuah gedung pertunjukan jika kita tahu pola penambahannya?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning (PBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuEkonomi: Menghitung pertumbuhan ekonomi, bunga majemuk, atau penyusutan nilai aset menggunakan deret.
Teknik Sipil: Merencanakan struktur bangunan bertingkat dengan pola tertentu atau menghitung volume material yang dibutuhkan secara bertahap.
Informatika: Memahami algoritma perulangan atau struktur data yang melibatkan pola sekuensial.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat diajak untuk berdiskusi tentang penerapan barisan dan deret dalam pengelolaan keuangan rumah tangga atau bisnis kecil.
Lingkungan PembelajaranLingkungan kelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok dan presentasi, serta memanfaatkan perpustakaan sekolah atau akses internet untuk mencari data relevan.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPeserta didik menggunakan kalkulator ilmiah atau aplikasi spreadsheet untuk membantu perhitungan yang kompleks dan membuat visualisasi data barisan/deret.
Halaman 3 · Barisan dan Deret — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Matematika · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 180 menit · awal 30 · inti 120 · penutup 30
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 1Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi pola barisan aritmetika dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)30 menitIce breaking: Tebak Angka Berpola: Guru menulis beberapa angka berpola (misal: 2, 4, 6, ...) dan meminta peserta didik menebak angka berikutnya secara cepat.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan melakukan presensi untuk memastikan kehadiran peserta didik.
  2. Guru melakukan apersepsi dengan menanyakan pengalaman peserta didik melihat pola dalam kehidupan sehari-hari, seperti pola batik atau pola penataan barang di toko.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan memantik rasa ingin tahu peserta didik dengan pertanyaan: 'Apakah semua pola bilangan bisa kita hitung dengan mudah jika jumlahnya sangat banyak?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)35 menit
  1. Pemberian rangsangan: Guru menayangkan beberapa contoh barisan bilangan (misalnya 3, 6, 9, 12, ... dan 1, 2, 4, 8, ...) menggunakan proyektor dan meminta peserta didik mengamati pola antar suku.
  2. Identifikasi masalah: Peserta didik secara individu mencoba menemukan aturan atau pola dari setiap barisan yang ditayangkan dan mencatatnya di buku catatan.
  3. Pengumpulan data: Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil dan berdiskusi untuk membandingkan pola yang mereka temukan, lalu mengidentifikasi perbedaan antara barisan yang memiliki beda tetap dan rasio tetap.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)55 menit
  1. Pengolahan data: Setiap kelompok diberikan LKPD yang berisi data barisan bilangan dan diminta untuk mengklasifikasikan barisan tersebut ke dalam kategori 'beda tetap' atau 'rasio tetap', serta menentukan nilai beda atau rasionya.
  2. Pembuktian: Kelompok diminta untuk membuat contoh barisan baru yang memiliki beda tetap dan barisan yang memiliki rasio tetap, lalu menjelaskan mengapa barisan tersebut termasuk dalam kategori masing-masing.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)30 menit
  1. Menarik kesimpulan: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil klasifikasi dan contoh barisan yang mereka buat, menjelaskan ciri-ciri barisan aritmetika dan barisan geometri.
  2. Guru memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi kelompok, mengoreksi miskonsepsi jika ada, dan mengapresiasi usaha peserta didik.
  3. Guru memperkuat pemahaman peserta didik tentang konsep barisan aritmetika sebagai barisan yang memiliki beda atau selisih yang selalu tetap.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)30 menit
  1. Guru bersama peserta didik menyimpulkan ciri-ciri barisan aritmetika dan pentingnya mengidentifikasi pola.
  2. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan menumbuhkan motivasi dengan menunjukkan relevansi materi dalam kehidupan nyata.
  3. Guru memberikan tugas rumah berupa mencari 3 contoh pola barisan aritmetika di sekitar mereka dan mengakhiri pembelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Barisan dan Deret — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Matematika · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 180 menit · awal 30 · inti 120 · penutup 30
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 2Dengan menganalisis contoh kasus, peserta didik dapat merumuskan rumus suku ke-n barisan aritmetika secara benar.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)30 menitIce breaking: Susun Kata Aritmetika: Guru memberikan potongan huruf acak yang bisa disusun menjadi 'ARITMETIKA' dan meminta peserta didik menyusunnya secepat mungkin.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan melakukan presensi.
  2. Guru mengaitkan materi sebelumnya tentang pola barisan aritmetika dengan menanyakan 'Apa ciri utama barisan aritmetika yang sudah kita pelajari kemarin?'
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu merumuskan rumus suku ke-n barisan aritmetika dan menjelaskan bahwa ini akan membantu memecahkan masalah yang lebih kompleks.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)35 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan sebuah masalah kontekstual, misalnya: 'Seorang petani menanam pohon mangga. Pada baris pertama ada 10 pohon, baris kedua 13 pohon, baris ketiga 16 pohon, dan seterusnya. Berapa pohon pada baris ke-15?'
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik secara individu mencoba memahami masalah, lalu dalam kelompok diminta untuk mengidentifikasi informasi yang diketahui dan ditanyakan, serta merencanakan strategi penyelesaian awal.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)55 menit
  1. Membimbing penyelidikan: Peserta didik dalam kelompok menganalisis pola penambahan pohon, mencoba menuliskan beberapa suku awal, dan mencari hubungan antara suku ke-n dengan suku pertama dan beda barisan.
  2. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Kelompok merumuskan hipotesis tentang rumus suku ke-n barisan aritmetika (Un = a + (n-1)b) dan menggunakannya untuk menyelesaikan masalah petani mangga. Mereka menyiapkan presentasi hasil.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)30 menit
  1. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Perwakilan kelompok mempresentasikan rumusan rumus suku ke-n dan penyelesaian masalah petani mangga di depan kelas.
  2. Kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan, sementara guru memfasilitasi diskusi untuk mengevaluasi kebenaran rumusan dan solusi yang disajikan.
  3. Guru memberikan penguatan terhadap rumus suku ke-n barisan aritmetika dan memberikan contoh penerapan lain untuk memastikan pemahaman.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)30 menit
  1. Guru bersama peserta didik menyimpulkan rumus suku ke-n barisan aritmetika dan langkah-langkah penggunaannya.
  2. Guru memberikan apresiasi atas kerja sama dan penalaran kritis peserta didik, menciptakan suasana belajar yang positif.
  3. Guru memberikan latihan soal tambahan untuk dikerjakan di rumah dan mengakhiri pembelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Barisan dan Deret — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Matematika · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.3  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 3Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 180 menit · awal 30 · inti 120 · penutup 30
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 3Melalui latihan soal, peserta didik dapat menghitung jumlah n suku pertama deret aritmetika dengan cermat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)30 menitIce breaking: Rantai Kata Matematika: Guru menyebut satu kata terkait matematika (misal: bilangan), lalu peserta didik secara bergantian menyebut kata lain yang berhubungan (misal: deret, pola, aritmetika) dalam waktu singkat.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan melakukan presensi.
  2. Guru melakukan apersepsi dengan menanyakan 'Jika kita sudah tahu jumlah pohon di setiap baris, bagaimana cara menghitung total pohon dari baris pertama sampai baris ke-15?'
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menghitung jumlah n suku pertama deret aritmetika dan menekankan pentingnya konsep ini dalam perhitungan total.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)35 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menyajikan masalah: 'Seorang pekerja menumpuk batu bata. Tumpukan paling bawah ada 20 bata, tumpukan di atasnya 18 bata, dan seterusnya. Jika ada 8 tumpukan, berapa total batu bata?'
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik dalam kelompok diminta untuk mengidentifikasi jenis barisan yang terbentuk, mencari beda barisan, dan merencanakan cara menghitung total batu bata.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)55 menit
  1. Membimbing penyelidikan: Peserta didik dalam kelompok mencoba berbagai cara untuk menjumlahkan suku-suku barisan, mulai dari penjumlahan manual hingga mencari pola penjumlahan yang lebih efisien.
  2. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Kelompok merumuskan rumus jumlah n suku pertama deret aritmetika (Sn = n/2 (a + Un) atau Sn = n/2 (2a + (n-1)b)) dan menggunakannya untuk menyelesaikan masalah tumpukan batu bata. Mereka membuat poster kecil untuk presentasi.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)30 menit
  1. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Perwakilan kelompok mempresentasikan poster berisi rumusan rumus Sn dan penyelesaian masalah di depan kelas.
  2. Kelompok lain memberikan masukan dan pertanyaan, sementara guru memfasilitasi diskusi untuk membandingkan berbagai metode penyelesaian dan mengevaluasi keefektifan rumus yang digunakan.
  3. Guru memberikan penguatan pada konsep deret aritmetika dan rumus Sn, serta menekankan kapan menggunakan rumus yang sesuai.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)30 menit
  1. Guru bersama peserta didik menyimpulkan rumus jumlah n suku pertama deret aritmetika dan contoh penerapannya.
  2. Guru memberikan apresiasi atas kreativitas peserta didik dalam menemukan solusi dan diskusi yang hidup.
  3. Guru memberikan tugas rumah berupa soal-soal aplikasi deret aritmetika dan mengakhiri pembelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 6 · Barisan dan Deret — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Matematika · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
123LKPD · LEMBAR KERJA PESERTA DIDIKDetektif Pola Barisan!Nama: ........................... Kelas: ....... Tanggal: ..........

Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi pola barisan bilangan dan menentukan jenis barisannya.

Alat & bahan: Alat tulis, penggaris, kalkulator

Langkah kerja:

  1. Lengkapi dua bilangan berikutnya pada pola bilangan berikut, lalu jelaskan aturannya.
    581114??
    Gambar 1. Pola
  2. Amati barisan bilangan di bawah ini dengan saksama.
  3. Tuliskan suku-suku barisan tersebut pada tabel yang tersedia.
  4. Tentukan beda atau rasio antar suku dan identifikasi jenis barisannya (aritmetika atau geometri).
  5. Prediksikan tiga suku berikutnya dari setiap barisan yang diberikan.
  6. Diskusikan hasil pengamatan dan prediksi Anda dengan kelompok.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 7 · Barisan dan Deret — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Matematika · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang Anda ketahui tentang pola bilangan?
  2. Bisakah Anda memberikan contoh urutan angka yang memiliki pola tertentu?
  3. Bagaimana cara Anda menemukan angka selanjutnya dalam urutan 1, 3, 5, 7, ...?
  4. Apa bedanya penjumlahan biasa dengan penjumlahan berulang?

Formatif (proses): Asesmen formatif dilakukan melalui observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kelengkapan serta keakuratan LKPD.

Sumatif (akhir): Asesmen sumatif berupa tes tertulis untuk mengukur pemahaman konsep dan kemampuan aplikasi barisan dan deret, serta penilaian proyek mini.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban6 pilihan ganda + 5 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 8 · Barisan dan Deret — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Matematika · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi pola barisan aritmetikaPola barisan aritmetika, beda4 JPpenalaran kritis
2Merumuskan rumus suku ke-n barisan aritmetikaRumus Un barisan aritmetika4 JPpenalaran kritis, kolaborasi
3Menghitung jumlah n suku pertama deret aritmetikaRumus Sn deret aritmetika4 JPpenalaran kritis, kolaborasi
4Mengaplikasikan konsep barisan dan deret dalam pemecahan masalah kontekstualAplikasi barisan dan deret4 JPpenalaran kritis, kolaborasi, kreativitas
Halaman 9 · Barisan dan Deret — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Matematika · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Barisan dan deret adalah konsep fundamental dalam matematika yang memiliki aplikasi luas dalam kehidupan sehari-hari dan berbagai bidang ilmu. Dari pola pertumbuhan alami hingga perhitungan keuangan, pemahaman tentang barisan dan deret memungkinkan kita untuk menganalisis, memprediksi, dan membuat keputusan yang lebih baik. Modul ini akan membimbing Anda menjelajahi dunia pola bilangan yang menarik dan penerapannya.

1. Pengertian Barisan Bilangan
Barisan bilangan adalah suatu susunan bilangan yang dibentuk menurut suatu pola atau aturan tertentu. Setiap bilangan dalam barisan disebut suku barisan. Contoh barisan adalah 2, 4, 6, 8, ... di mana setiap suku berikutnya didapatkan dengan menambahkan 2 pada suku sebelumnya. Identifikasi pola adalah kunci utama dalam memahami barisan. Pola ini bisa berupa penambahan, pengurangan, perkalian, pembagian, atau kombinasi dari operasi-operasi tersebut. Memahami barisan memungkinkan kita untuk memprediksi suku-suku berikutnya tanpa harus menghitung satu per satu.

2. Barisan Aritmetika
Barisan aritmetika adalah barisan bilangan di mana selisih antara dua suku yang berurutan selalu tetap. Selisih tetap ini disebut beda (dilambangkan 'b'). Contohnya adalah 5, 8, 11, 14, ... dengan beda 3. Jika suku pertama dilambangkan 'a' atau U1, maka suku kedua adalah U1 + b, suku ketiga adalah U1 + 2b, dan seterusnya. Rumus umum untuk mencari suku ke-n (Un) dalam barisan aritmetika adalah Un = a + (n-1)b, di mana n adalah posisi suku yang dicari. Konsep ini sangat berguna dalam menghitung pertumbuhan linier.

3. Deret Aritmetika
Deret aritmetika adalah penjumlahan suku-suku dari barisan aritmetika. Misalnya, dari barisan 5, 8, 11, 14, ... deret aritmetikanya adalah 5 + 8 + 11 + 14 + .... Jumlah n suku pertama deret aritmetika dilambangkan dengan Sn. Ada dua rumus untuk menghitung Sn: Sn = n/2 (a + Un) atau Sn = n/2 (2a + (n-1)b). Pemilihan rumus tergantung pada informasi yang diketahui. Penerapan deret aritmetika sering ditemukan dalam perhitungan total produksi, total jarak tempuh, atau total biaya yang meningkat secara konstan.

4. Barisan Geometri
Barisan geometri adalah barisan bilangan di mana perbandingan (rasio) antara dua suku yang berurutan selalu tetap. Rasio ini dilambangkan 'r'. Contohnya adalah 2, 6, 18, 54, ... dengan rasio 3. Jika suku pertama adalah 'a' atau U1, maka suku kedua adalah U1 * r, suku ketiga adalah U1 * r^2, dan seterusnya. Rumus umum untuk mencari suku ke-n (Un) dalam barisan geometri adalah Un = a * r^(n-1). Barisan geometri sering digunakan untuk memodelkan pertumbuhan eksponensial, seperti pertumbuhan bakteri atau bunga majemuk.

5. Deret Geometri
Deret geometri adalah penjumlahan suku-suku dari barisan geometri. Contohnya dari barisan 2, 6, 18, 54, ... deret geometrinya adalah 2 + 6 + 18 + 54 + .... Jumlah n suku pertama deret geometri dilambangkan dengan Sn. Rumusnya adalah Sn = a(r^n - 1) / (r - 1) untuk r > 1, atau Sn = a(1 - r^n) / (1 - r) untuk r < 1. Deret geometri tak hingga juga ada dan memiliki rumus khusus. Aplikasi deret geometri meliputi perhitungan total bunga majemuk atau total penyusutan nilai aset.

6. Aplikasi Barisan dan Deret dalam Kehidupan Nyata
Konsep barisan dan deret memiliki banyak aplikasi praktis. Dalam ekonomi, digunakan untuk menghitung bunga bank, anuitas, atau pertumbuhan investasi. Di bidang biologi, dapat memodelkan pertumbuhan populasi bakteri atau penyebaran virus. Dalam teknik, digunakan untuk merancang struktur dengan pola berulang atau menghitung akumulasi beban. Bahkan dalam seni dan musik, pola-pola ini dapat ditemukan. Memahami aplikasi ini membantu peserta didik melihat relevansi matematika di luar kelas.

Rangkuman: Barisan adalah urutan bilangan berpola, sedangkan deret adalah penjumlahannya. Barisan aritmetika memiliki beda tetap (Un = a + (n-1)b) dan deretnya dihitung dengan Sn = n/2 (a + Un). Barisan geometri memiliki rasio tetap (Un = a * r^(n-1)) dan deretnya dihitung dengan Sn = a(r^n - 1) / (r - 1). Konsep ini esensial untuk memecahkan masalah pertumbuhan, akumulasi, dan pola di berbagai bidang kehidupan.

Halaman 10 · Barisan dan Deret — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Matematika · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
BarisanSusunan bilangan yang memiliki pola tertentu.
DeretPenjumlahan suku-suku dari suatu barisan.
SukuSetiap bilangan dalam suatu barisan.
BedaSelisih tetap antara dua suku berurutan dalam barisan aritmetika.
RasioPerbandingan tetap antara dua suku berurutan dalam barisan geometri.
Daftar pustaka4 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 11 · Barisan dan Deret — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Matematika · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Barisan dan Deret" mata pelajaran Matematika Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 12 · Barisan dan Deret — pratinjau tuntas.org

12 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 13–18

Modul Barisan dan Deret ini bisa jadi 18 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaMatematika · Kelas XPeta Konsep
Barisan dan DeretPengertian Barisan BilanganBarisan AritmetikaDeret AritmetikaBarisan GeometriDeret Geometri
Dari sub-bab Barisan dan DeretHalaman 13
Nama sekolah AndaMatematika · Kelas XIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 14
Nama sekolah AndaMatematika · Kelas XLKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 15
Nama sekolah AndaMatematika · Kelas XRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 16
Nama sekolah AndaMatematika · Kelas XRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 17
Nama sekolah AndaMatematika · Kelas XProfil Lulusan
Penalaran kritisKolaborasiKreativitas
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 18

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketProta
Semua paketPromes Semester 1
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Bukan Barisan dan Deret yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇

Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Matematika kelas 10 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Barisan dan Deret pada Matematika SMK, Fase E, elemen Bilangan.

Modul Barisan dan Deret ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Matematika kelas X SMK di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.

Apakah modul ajar Matematika materi Barisan dan Deret ini gratis?

Ya. Modul Barisan dan Deret untuk kelas X SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Barisan dan Deret ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Matematika kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Matematika kelas X langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Barisan dan Deret ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Barisan dan Deret dapat Anda sesuaikan dengan murid Matematika kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Matematika kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Barisan dan Deret ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase E untuk kelas X SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Barisan dan Deret tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Barisan dan Deret untuk Matematika kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Barisan dan Deret ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Matematika kelas X SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Barisan dan Deret beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Matematika kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.

Modul Matematika ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?

Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Barisan dan Deret disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.

Semua Modul Ajar Matematika SMKSemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.