Modul Ajar & RPP Pendidikan Pancasila Kelas IX
Menjaga dan Melestarikan Tradisi, Kearifan Lokal, serta Budaya dalam Masyarakat Global
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
- 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air
📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Pancasila |
| Fase / Kelas | D / IX |
| Materi Pokok | Menjaga dan Melestarikan Tradisi, Kearifan Lokal, serta Budaya dalam Masyarakat Global |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang keberagaman budaya dan tradisi di Indonesia dari jenjang sebelumnya. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak pribadi
Peserta didik menunjukkan sikap bersyukur atas keberagaman tradisi dan budaya Indonesia sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa. - kewargaan — elemen: partisipasi kewargaan
Peserta didik aktif berpartisipasi dalam upaya menjaga dan melestarikan tradisi, kearifan lokal, serta budaya di lingkungan sekitar. - penalaran kritis — elemen: memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
Peserta didik mampu menganalisis informasi tentang ancaman dan peluang tradisi di era global untuk menemukan solusi pelestarian.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Pancasila |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami dan menganalisis peran tradisi, kearifan lokal, serta budaya dalam konteks masyarakat global, serta memiliki komitmen untuk menjaga dan melestarikannya sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Materi ini melibatkan contoh nyata tradisi, kearifan lokal, dan budaya yang ada di berbagai daerah di Indonesia, seperti upacara adat atau seni pertunjukan. |
| Konseptual | Konsep intinya adalah pengertian tradisi, kearifan lokal, dan budaya, serta peran pentingnya dalam membentuk identitas masyarakat di tengah arus globalisasi. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari langkah-langkah konkret dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan merumuskan strategi pelestarian tradisi dan kearifan lokal. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya refleksi terhadap nilai-nilai budaya sendiri dan bagaimana nilai tersebut dapat dipertahankan di tengah perubahan zaman. |
Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Mensyukuri keberagaman tradisi dan budaya Indonesia sebagai anugerah dari Allah SWT yang harus dijaga. |
| 2. Cinta Ilmu | Mempelajari dan mendalami makna serta nilai-nilai luhur yang terkandung dalam setiap tradisi dan kearifan lokal. |
| 3. Cinta Lingkungan | Berpartisipasi aktif dalam kegiatan pelestarian lingkungan yang terkait dengan kearifan lokal, seperti menjaga kebersihan sungai atau hutan. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Menghargai dan menghormati tradisi serta budaya teman sebaya dari daerah lain, serta berkolaborasi dalam upaya pelestariannya. |
| 5. Cinta Tanah Air | Menunjukkan rasa bangga dan cinta terhadap tanah air dengan melestarikan tradisi, kearifan lokal, dan budaya Indonesia di tengah arus globalisasi. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui studi kasus, peserta didik dapat menjelaskan makna tradisi, kearifan lokal, dan budaya dengan tepat.
- Dengan berdiskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi minimal tiga contoh tradisi, kearifan lokal, dan budaya yang masih berkembang di Indonesia dengan benar.
- Melalui analisis video, peserta didik dapat menganalisis peran tradisi, kearifan lokal, dan budaya dalam masyarakat global dengan runtut.
- Dengan menyusun rencana aksi, peserta didik dapat menunjukkan komitmen menjaga dan melestarikan tradisi, kearifan lokal, serta budaya Indonesia dalam masyarakat global secara kreatif.
Pemahaman bermakna: Menjaga dan melestarikan tradisi, kearifan lokal, serta budaya bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab setiap individu untuk mempertahankan identitas bangsa di tengah gempuran budaya global.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa banyak tradisi lama mulai ditinggalkan oleh generasi muda di era digital ini, dan bagaimana kita bisa mengubahnya?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Keterampilan menulis laporan atau artikel tentang tradisi dan kearifan lokal yang telah diobservasi. Seni Budaya: Apresiasi terhadap bentuk-bentuk seni dan pertunjukan tradisional sebagai bagian dari budaya yang harus dilestarikan. IPS: Analisis dampak globalisasi terhadap keberadaan tradisi dan kearifan lokal dari perspektif sosial dan ekonomi. |
| Kemitraan Pembelajaran | Peserta didik dapat mewawancarai tokoh masyarakat atau sesepuh adat setempat untuk mendapatkan informasi langsung tentang tradisi dan kearifan lokal. |
| Lingkungan Pembelajaran | Pemanfaatan perpustakaan sekolah dan lingkungan sekitar sebagai sumber informasi dan observasi langsung terhadap praktik tradisi dan kearifan lokal. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Penggunaan platform berbagi video dan media sosial untuk mencari dokumentasi tradisi, kearifan lokal, dan budaya, serta untuk menyebarkan kampanye pelestarian. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui studi kasus, peserta didik dapat menjelaskan makna tradisi, kearifan lokal, dan budaya dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Gerakan: Guru memperagakan gerakan tarian tradisional daerah tanpa suara, peserta didik menebak nama tarian dan daerah asalnya. Kegiatan ini melatih kepekaan terhadap budaya.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan berdiskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi minimal tiga contoh tradisi, kearifan lokal, dan budaya yang masih berkembang di Indonesia dengan benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Kata Berantai Budaya: Peserta didik menyebutkan satu kata terkait budaya, lalu peserta didik berikutnya menyebutkan kata lain yang berhubungan dengan kata sebelumnya. Ini melatih asosiasi dan kosakata budaya.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 25 menit
Tujuan: Kamu dapat mengidentifikasi dan mendeskripsikan contoh tradisi, kearifan lokal, dan budaya dari berbagai daerah di Indonesia.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan bersama kelompok. 3) Tulis hasilnya di tabel, lalu simpulkan.
Info singkat: Indonesia adalah negara yang kaya akan tradisi, kearifan lokal, dan budaya. Kekayaan ini merupakan warisan leluhur yang tak ternilai harganya.
Alat & bahan: Kertas, alat tulis, gawai/komputer (opsional), bahan ajar
Langkah kerja:
- Amati gambar 1 tentang keragaman budaya Indonesia. Apa saja yang kamu lihat di sana?
Gambar 1. Peta pikiran - Berdasarkan hasil pengamatanmu dan informasi dari bahan ajar atau sumber lain, identifikasi minimal tiga contoh tradisi, kearifan lokal, dan budaya yang menarik perhatianmu.
- Catatlah nama tradisi/kearifan lokal/budaya, asal daerahnya, dan deskripsi singkatnya pada tabel yang tersedia.
- Diskusikan dalam kelompokmu, mengapa penting untuk menjaga dan melestarikan contoh-contoh tersebut di era globalisasi.
- Sajikan hasil diskusimu dalam bentuk peta pikiran sederhana.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang tradisi di daerahmu?
- Sebutkan satu contoh kearifan lokal yang kamu kenal!
- Menurutmu, mengapa budaya itu penting bagi suatu bangsa?
- Bagaimana cara termudah untuk mengenal budaya daerah lain?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi hasil analisis.
Sumatif (akhir): Penilaian terhadap peta konsep, infografis, dan rencana aksi pelestarian budaya yang dibuat peserta didik.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Melalui studi kasus, peserta didik dapat menjelaskan makna tradisi, kearifan lokal, dan budaya dengan tepat. | Makna Tradisi, Kearifan Lokal, dan Budaya | 2 JP | keimanan dan ketakwaan, penalaran kritis |
| 2 | Dengan berdiskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi minimal tiga contoh tradisi, kearifan lokal, dan budaya yang masih berkembang di Indonesia dengan benar. | Contoh Tradisi, Kearifan Lokal, dan Budaya di Indonesia | 2 JP | kewargaan, kolaborasi |
| 3 | Melalui analisis video, peserta didik dapat menganalisis peran tradisi, kearifan lokal, dan budaya dalam masyarakat global dengan runtut. | Peran Tradisi, Kearifan Lokal, dan Budaya dalam Masyarakat Global | 2 JP | penalaran kritis, komunikasi |
| 4 | Dengan menyusun rencana aksi, peserta didik dapat menunjukkan komitmen menjaga dan melestarikan tradisi, kearifan lokal, serta budaya Indonesia dalam masyarakat global secara kreatif. | Komitmen Menjaga dan Melestarikan Tradisi, Kearifan Lokal, serta Budaya Indonesia dalam Masyarakat Global | 2 JP | kewargaan, kreativitas |
Indonesia adalah negara yang kaya akan tradisi, kearifan lokal, dan budaya. Kekayaan ini merupakan warisan leluhur yang tak ternilai harganya. Di tengah arus globalisasi yang serba cepat, menjaga dan melestarikan warisan ini menjadi sangat penting untuk mempertahankan identitas bangsa. Modul ini akan membimbing kamu memahami, menghargai, dan berkomitmen melestarikan kekayaan budaya Indonesia.
1. Makna Tradisi, Kearifan Lokal, dan Budaya
Tradisi adalah kebiasaan atau adat-istiadat yang diwariskan secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya, seperti upacara adat atau ritual tertentu. Kearifan lokal adalah nilai-nilai atau praktik-praktik baik yang diyakini dan dijalankan oleh masyarakat setempat, biasanya berkaitan dengan pengelolaan lingkungan atau interaksi sosial. Budaya mencakup keseluruhan cara hidup suatu masyarakat, meliputi bahasa, seni, adat istiadat, kepercayaan, dan nilai-nilai yang membentuk identitas kolektif. Ketiganya saling berkaitan erat dan membentuk jati diri suatu komunitas atau bangsa.
2. Contoh Tradisi di Indonesia
Indonesia memiliki ribuan tradisi yang unik. Contohnya, tradisi Sekaten di Yogyakarta dan Solo untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, atau tradisi Ngaben di Bali sebagai upacara pembakaran jenazah. Di Toraja, Sulawesi Selatan, ada tradisi Ma'nene, yaitu membersihkan jenazah leluhur. Tradisi-tradisi ini tidak hanya sebagai ritual, tetapi juga mengandung nilai-nilai kebersamaan, penghormatan, dan identitas masyarakat pendukungnya. Setiap tradisi memiliki makna dan filosofi mendalam yang patut dipelajari dan dilestarikan.
3. Contoh Kearifan Lokal di Indonesia
Kearifan lokal adalah pengetahuan atau praktik yang berkembang secara turun-temurun dalam suatu masyarakat untuk mengatasi masalah lingkungan atau sosial. Misalnya, Subak di Bali adalah sistem irigasi tradisional yang mengatur pembagian air untuk sawah secara adil dan berkelanjutan. Di Baduy, Banten, terdapat kearifan lokal tentang larangan menggunakan teknologi modern dan menjaga kelestarian hutan. Masyarakat Adat Ammatoa di Bulukumba, Sulawesi Selatan, memiliki konsep 'Hutan Adat' yang melarang penebangan pohon sembarangan. Kearifan ini menjaga keseimbangan alam dan sosial.
4. Contoh Budaya di Indonesia
Budaya Indonesia sangat beragam, meliputi seni tari, musik, busana, kuliner, hingga bahasa. Tari Saman dari Aceh, Gamelan dari Jawa, dan lagu 'Apuse' dari Papua adalah contoh kekayaan budaya yang diakui dunia. Batik sebagai warisan budaya tak benda UNESCO, menunjukkan keindahan motif dan filosofi mendalam. Bahasa daerah juga menjadi bagian penting dari budaya, merefleksikan identitas dan sejarah suatu suku. Keberagaman ini adalah aset bangsa yang harus kita jaga dan banggakan agar tidak luntur oleh pengaruh luar.
5. Peran Tradisi, Kearifan Lokal, dan Budaya dalam Masyarakat Global
Di tengah arus globalisasi, tradisi, kearifan lokal, dan budaya berperan penting sebagai benteng identitas bangsa. Mereka menjadi pembeda dan daya tarik unik di mata dunia. Tradisi dapat menjadi sumber inspirasi bagi pengembangan ekonomi kreatif, seperti pariwisata budaya dan industri kerajinan. Kearifan lokal dapat menjadi solusi alternatif untuk masalah lingkungan global. Budaya juga memperkaya peradaban dunia dan mempromosikan perdamaian melalui dialog antarbudaya. Namun, tantangannya adalah bagaimana menjaga relevansi dan keberlangsungan di tengah modernisasi.
6. Tantangan dan Peluang Pelestarian Budaya di Era Global
Globalisasi membawa tantangan berupa homogenisasi budaya, di mana budaya asing lebih mudah masuk dan mempengaruhi generasi muda. Hal ini dapat menyebabkan lunturnya minat terhadap budaya lokal. Namun, globalisasi juga membawa peluang, seperti kemudahan akses informasi dan teknologi untuk mendokumentasikan serta mempromosikan budaya lokal ke seluruh dunia. Media sosial dapat menjadi sarana efektif untuk mengenalkan dan menarik minat generasi muda pada warisan budaya mereka. Kolaborasi internasional juga dapat membuka jalan bagi pelestarian dan pengembangan budaya.
7. Komitmen Menjaga dan Melestarikan Budaya Indonesia
Komitmen menjaga dan melestarikan tradisi, kearifan lokal, serta budaya Indonesia adalah tanggung jawab kita bersama. Dimulai dari diri sendiri dengan mempelajari, memahami, dan mempraktikkan nilai-nilai budaya. Di tingkat keluarga, orang tua berperan menanamkan kecintaan budaya sejak dini. Di sekolah, guru dapat mengintegrasikan pembelajaran budaya dalam kurikulum. Di masyarakat, dukungan terhadap kegiatan budaya lokal dan partisipasi aktif dalam pelestariannya sangat diperlukan. Dengan komitmen kuat, kekayaan budaya Indonesia akan terus hidup dan berkembang.
Rangkuman: Tradisi, kearifan lokal, dan budaya adalah warisan berharga yang membentuk identitas bangsa Indonesia. Mereka memiliki peran penting sebagai benteng identitas dan sumber inspirasi di era globalisasi. Meskipun menghadapi tantangan, globalisasi juga membuka peluang untuk mempromosikan budaya. Komitmen kolektif dari individu, keluarga, sekolah, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menjaga dan melestarikan kekayaan budaya Indonesia agar tetap lestari dan relevan.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Tradisi | Kebiasaan atau adat-istiadat yang diwariskan turun-temurun. |
| Kearifan Lokal | Nilai atau praktik baik masyarakat setempat untuk mengatasi masalah. |
| Budaya | Keseluruhan cara hidup suatu masyarakat, termasuk seni, adat, dan kepercayaan. |
| Globalisasi | Proses mendunia yang menyebabkan interaksi dan integrasi antarindividu, kelompok, dan negara. |
| Homogenisasi Budaya | Proses penyeragaman budaya akibat pengaruh globalisasi. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Menjaga dan Melestarikan Tradisi, Kearifan Lokal, serta Budaya dalam Masyarakat Global" mata pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas IX ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Menjaga dan Melestarikan Tradisi, Kearifan Lokal, serta Budaya dalam Masyarakat Global yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Pendidikan Pancasila Kelas IX Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil3 dari 3 siap unduh
Hubungan Pancasila dengan UUD NRI Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara KesatuanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopHak dan Kewajiban Warga NegaraModul siap unduh · Word + PDF ber-kopKemerdekaan Berpendapat Warga Negara pada Era Keterbukaan InformasiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap2 dari 2 siap unduh
Modul Pendidikan Pancasila lain yang sudah tersedia
Kedaulatan NKRIPendidikan Pancasila Kelas IX MTsPENETAPAN PANCASILA DARI MASA KE MASAPendidikan Pancasila Kelas IX MTsLihat semua Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas IX →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Pendidikan Pancasila kelas 9 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas IX dan kelas 9 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Menjaga dan Melestarikan Tradisi, Kearifan Lokal, serta Budaya dalam Masyarakat Global pada Pendidikan Pancasila MTs, Fase D, elemen Pancasila.
Modul Menjaga dan Melestarikan Tradisi, Kearifan Lokal, serta Budaya dalam Masyarakat Global ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 2 (genap), menurut urutan materi Pendidikan Pancasila kelas IX MTs di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Pendidikan Pancasila materi Menjaga dan Melestarikan Tradisi, Kearifan Lokal, serta Budaya dalam Masyarakat Global ini gratis?
Ya. Modul Menjaga dan Melestarikan Tradisi, Kearifan Lokal, serta Budaya dalam Masyarakat Global untuk kelas IX MTs dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Menjaga dan Melestarikan Tradisi, Kearifan Lokal, serta Budaya dalam Masyarakat Global ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Pendidikan Pancasila kelas IX ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Pancasila kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Menjaga dan Melestarikan Tradisi, Kearifan Lokal, serta Budaya dalam Masyarakat Global ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Menjaga dan Melestarikan Tradisi, Kearifan Lokal, serta Budaya dalam Masyarakat Global dapat Anda sesuaikan dengan murid Pendidikan Pancasila kelas IX di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Pendidikan Pancasila kelas IX ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Menjaga dan Melestarikan Tradisi, Kearifan Lokal, serta Budaya dalam Masyarakat Global ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas IX MTs. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Menjaga dan Melestarikan Tradisi, Kearifan Lokal, serta Budaya dalam Masyarakat Global tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Menjaga dan Melestarikan Tradisi, Kearifan Lokal, serta Budaya dalam Masyarakat Global untuk Pendidikan Pancasila kelas IX di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Menjaga dan Melestarikan Tradisi, Kearifan Lokal, serta Budaya dalam Masyarakat Global ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Pendidikan Pancasila kelas IX MTs berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Menjaga dan Melestarikan Tradisi, Kearifan Lokal, serta Budaya dalam Masyarakat Global beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Pendidikan Pancasila kelas IX berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun dan Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Pendidikan Pancasila ini cocok untuk MTs negeri, swasta, maupun SMP?
Ya. Kop, logo, dan nama MTs Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMP, pilih jenjang SMP saat mengisi borang: materi Menjaga dan Melestarikan Tradisi, Kearifan Lokal, serta Budaya dalam Masyarakat Global yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Pendidikan Pancasila SMP ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.