Modul Ajar & RPP Pendidikan Agama Islam Kelas IV
Kisah Nabi Musa
Modul ajar (RPP) Pendidikan Agama Islam SD kelas IV materi Kisah Nabi Musa lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.
Bukan Kisah Nabi Musa yang Anda cari? Materi Pendidikan Agama Islam Kelas IV lainnya:
Lihat peta materi setahun9 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Islam |
| Fase / Kelas | B / IV |
| Materi Pokok | Kisah Nabi Musa |
| Alokasi Waktu | 3 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) dengan praktik drama dan presentasi |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah mengenal nama-nama nabi dan rasul serta beberapa kisah nabi secara umum.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: Akhlak Beragama
Peserta didik menunjukkan keyakinan akan kekuasaan Allah Swt. melalui kisah Nabi Musa a.s. dalam menghadapi Firaun. - penalaran kritis — elemen: Menganalisis dan Mengevaluasi Penalaran
Peserta didik menganalisis hikmah dari setiap peristiwa dalam kisah Nabi Musa a.s. serta mengambil pelajaran berharga. - kolaborasi — elemen: Bekerja Sama
Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk menyusun dan menampilkan drama pendek tentang kisah Nabi Musa a.s.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti |
| Elemen / Domain | Al-Qur'an, Hadis, dan Sejarah Peradaban Islam |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik menunjukkan pemahaman tentang kisah para nabi dan rasul sebagai teladan serta hikmah yang terkandung di dalamnya untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Kisah Nabi Musa a.s. adalah serangkaian peristiwa nyata yang terjadi di masa lalu, seperti kelahiran, pengangkatan sebagai nabi, mukjizat, dan hijrahnya Bani Israil. |
| Konseptual | Kisah Nabi Musa a.s. mengajarkan konsep keimanan kepada Allah Swt., perjuangan melawan kezaliman, kesabaran, dan pentingnya berpegang teguh pada kebenaran. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar tahapan peristiwa dalam kisah Nabi Musa a.s. dan cara mengidentifikasi hikmah dari setiap bagian cerita. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari bahwa mempelajari kisah para nabi bukan hanya menghafal cerita, tetapi untuk menemukan teladan dan nilai-nilai yang relevan dengan kehidupannya. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi tokoh-tokoh penting dalam kisah Nabi Musa a.s. dengan benar.
- Menjelaskan urutan peristiwa penting dalam kisah Nabi Musa a.s. secara kronologis.
- Menganalisis mukjizat Nabi Musa a.s. dan kaitannya dengan kekuasaan Allah Swt. dengan tepat.
- Mengambil hikmah dan pelajaran berharga dari setiap peristiwa dalam kisah Nabi Musa a.s.
- Menceritakan kembali kisah Nabi Musa a.s. dengan bahasa sendiri secara runtut dan jelas.
- Menunjukkan sikap berani, sabar, dan gigih dalam menghadapi kesulitan sebagai cerminan teladan Nabi Musa a.s.
Pemahaman bermakna: Memahami kisah Nabi Musa a.s. bukan sekadar mengetahui urutan peristiwa, tetapi juga meneladani kesabaran, keberanian, dan keteguhan iman dalam menghadapi tantangan hidup.
Pertanyaan pemantik: "Pernahkah kalian mendengar cerita tentang seorang anak yang dibuang ke sungai dan akhirnya menjadi pemimpin besar?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) dengan praktik drama dan presentasi |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Menceritakan kembali kisah Nabi Musa a.s. secara lisan dan tulisan yang runtut dan jelas. Seni Budaya dan Prakarya: Membuat poster, sketsa, atau drama pendek yang menggambarkan kisah Nabi Musa a.s. PPKn: Memahami nilai keadilan, keberanian membela kebenaran, dan menolak kezaliman seperti yang dicontohkan Nabi Musa a.s. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua diajak untuk membacakan kisah Nabi Musa a.s. di rumah atau mendiskusikan hikmahnya bersama anak. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas dihias dengan poster bergambar tokoh atau adegan penting dari kisah Nabi Musa a.s. untuk memicu minat belajar. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video animasi kisah Nabi Musa a.s. dari platform edukasi untuk visualisasi dan memperkaya pemahaman peserta didik. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi tokoh-tokoh penting dalam kisah Nabi Musa a.s. dengan benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Tebak Tokoh: Guru menyebutkan ciri-ciri tokoh dari kisah Nabi Musa, peserta didik menebak namanya. Contoh: 'Raja yang zalim dan mengaku Tuhan.' Guru menyapa, berdoa, presensi. Apersepsi dengan pertanyaan 'Siapa yang suka mendengarkan cerita pahlawan?' Dilanjutkan dengan menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik mengamati gambar-gambar yang berhubungan dengan kisah Nabi Musa a.s. (misalnya bayi di keranjang, tongkat, laut terbelah) dan mencoba mengidentifikasi tokoh-tokoh yang mungkin terlibat. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Dalam kelompok, peserta didik mendiskusikan tokoh-tokoh yang mereka kenali dari gambar dan menuliskan nama serta perannya di lembar kerja. Mereka juga mencari tahu nama-nama tokoh lain yang relevan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok mempresentasikan daftar tokohnya. Guru memberikan umpan balik, mengklarifikasi, dan menguatkan pemahaman tentang tokoh-tokoh utama dalam kisah Nabi Musa a.s. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Guru bersama peserta didik menyimpulkan tokoh-tokoh penting. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi, mengingatkan untuk membaca kisah Nabi Musa di rumah, dan menutup dengan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menjelaskan urutan peristiwa penting dalam kisah Nabi Musa a.s. secara kronologis. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Rantai Kata: Peserta didik menyebutkan satu kata terkait Nabi Musa, lalu siswa berikutnya menyambung dengan kata lain yang berhubungan, membentuk rantai cerita. Guru menyapa, berdoa, presensi. Mengingatkan kembali tokoh-tokoh pertemuan sebelumnya. Menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan 'Bagaimana perjalanan hidup Nabi Musa dari kecil hingga dewasa?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik menonton video animasi singkat atau mendengarkan ringkasan cerita tentang kelahiran Nabi Musa a.s. hingga dibesarkan di istana Firaun, lalu membahas peristiwa-peristiwa awal. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Dalam kelompok, peserta didik menyusun kartu peristiwa yang disediakan guru (misalnya: kelahiran Musa, ditemukan Firaun, dibesarkan di istana, Musa membela Bani Israil) secara berurutan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok menempelkan urutan peristiwa di papan tulis dan menceritakan kembali secara singkat. Guru memberikan koreksi dan penguatan tentang kronologi awal kisah Nabi Musa a.s. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Peserta didik dan guru merefleksikan pentingnya urutan cerita. Guru memberikan apresiasi, motivasi untuk terus belajar, dan menutup dengan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Menjelaskan urutan peristiwa penting dalam kisah Nabi Musa a.s. secara kronologis. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Tebak Adegan: Guru memperagakan gerakan singkat dari sebuah adegan dalam kisah Nabi Musa, peserta didik menebak adegan apa itu. Guru menyapa, berdoa, presensi. Mengulas kembali urutan peristiwa awal kisah Nabi Musa. Menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan 'Apa saja tantangan yang dihadapi Nabi Musa saat berdakwah?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik membaca teks atau mendengarkan guru bercerita tentang Nabi Musa a.s. menerima wahyu, berdakwah kepada Firaun, dan mukjizat tongkat serta tangan putihnya. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Secara berpasangan, peserta didik membuat peta pikiran (mind map) yang berisi urutan peristiwa dan tantangan yang dihadapi Nabi Musa a.s. saat berdakwah kepada Firaun. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Beberapa pasangan mempresentasikan peta pikirannya. Guru memberikan umpan balik dan menguatkan pemahaman tentang fase dakwah Nabi Musa a.s. dan mukjizatnya. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Guru bersama peserta didik menyimpulkan peristiwa dakwah Nabi Musa. Guru memberikan apresiasi, mengingatkan untuk meneladani kesabaran Nabi Musa, dan menutup dengan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Mengidentifikasi tokoh, urutan peristiwa, dan hikmah dari kisah Nabi Musa a.s.
Alat & bahan: Kertas HVS, pensil warna/spidol, gunting, lem, kartu peristiwa, gambar tokoh
Langkah kerja:
- Baca dan pahami kisah Nabi Musa a.s. yang disediakan.
- Identifikasi tokoh-tokoh utama dan tuliskan peran masing-masing.
- Susun kartu peristiwa secara berurutan pada garis waktu.
- Tuliskan minimal 3 hikmah yang dapat diambil dari kisah ini.
- Presentasikan hasil kerja kelompok di depan kelas.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Siapa nama nabi yang pernah melawan raja yang zalim?
- Pernahkah kalian mendengar cerita tentang tongkat yang bisa berubah menjadi ular?
- Apa yang kalian ketahui tentang kaum Bani Israil?
- Mengapa penting bagi kita untuk belajar kisah para nabi?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan saat menyusun drama atau cerita bergambar.
Sumatif (akhir): Penilaian performa drama/presentasi cerita dan hasil 'Jurnal Teladan' yang berisi rangkuman dan hikmah kisah Nabi Musa a.s.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi tokoh-tokoh penting dalam kisah Nabi Musa a.s. | Tokoh-tokoh dalam kisah Nabi Musa a.s. | 4 JP | keimanan dan ketakwaan |
| 2 | Menjelaskan urutan peristiwa penting dalam kisah Nabi Musa a.s. | Kronologi kisah Nabi Musa a.s. | 8 JP | penalaran kritis |
| 3 | Menganalisis mukjizat Nabi Musa a.s. dan kaitannya dengan kekuasaan Allah Swt. | Mukjizat Nabi Musa a.s. dan kebesaran Allah Swt. | 4 JP | keimanan dan ketakwaan |
| 4 | Mengambil hikmah dan pelajaran berharga dari setiap peristiwa dalam kisah Nabi Musa a.s. | Hikmah kisah Nabi Musa a.s. | 4 JP | penalaran kritis |
| 5 | Menceritakan kembali kisah Nabi Musa a.s. dengan bahasa sendiri secara runtut dan jelas. | Penyampaian kisah Nabi Musa a.s. | 8 JP | kolaborasi |
| 6 | Menunjukkan sikap berani, sabar, dan gigih sebagai cerminan teladan Nabi Musa a.s. | Teladan sikap Nabi Musa a.s. | 4 JP | keimanan dan ketakwaan |
Integrasi Panca Cinta (KBC):
| Nilai Cinta | Wujud dalam Pembelajaran |
|---|---|
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Menyadari kebesaran Allah Swt. melalui mukjizat Nabi Musa a.s. dan kekuasaan-Nya atas Firaun yang zalim. |
| 2. Cinta Ilmu | Memiliki semangat mencari tahu dan memahami setiap detail kisah Nabi Musa a.s. untuk menemukan pelajaran berharga. |
| 3. Cinta Lingkungan | Menjaga kebersihan lingkungan belajar dan menggunakan sumber daya dengan bijak saat membuat proyek drama. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Membangun kerja sama yang baik dengan teman saat belajar kelompok dan menghargai pendapat orang lain. |
| 5. Cinta Tanah Air | Meneladani semangat perjuangan Nabi Musa a.s. dalam membela kebenaran dan keadilan untuk bangsa. |
Kisah Nabi Musa a.s. adalah salah satu cerita paling inspiratif dalam Al-Qur'an. Cerita ini penuh dengan pelajaran tentang keberanian, kesabaran, dan keteguhan iman dalam menghadapi kezaliman. Melalui kisah ini, kita akan belajar bagaimana Allah Swt. selalu menolong hamba-Nya yang beriman dan bagaimana seorang hamba harus berjuang menegakkan kebenaran meskipun tantangan yang dihadapi sangat besar.
1. Kelahiran dan Masa Kecil Nabi Musa a.s.
Nabi Musa a.s. lahir di Mesir pada masa pemerintahan Firaun yang kejam. Firaun memerintahkan pembunuhan setiap bayi laki-laki Bani Israil. Ibu Musa yang khawatir, memasukkan Musa ke dalam keranjang dan menghanyutkannya ke Sungai Nil atas petunjuk Allah Swt. Bayi Musa ditemukan oleh istri Firaun, Asiyah, yang kemudian merawatnya di istana. Ini menunjukkan kekuasaan Allah yang Maha Kuasa, menyelamatkan Musa dari tangan Firaun yang ingin membunuhnya.
2. Musa di Madyan dan Penerimaan Wahyu
Setelah dewasa, Musa tidak sengaja membunuh seorang Mesir dan melarikan diri ke Madyan. Di sana, ia bertemu Nabi Syuaib dan menikah dengan salah satu putrinya. Setelah sepuluh tahun, Musa kembali ke Mesir. Dalam perjalanan, ia melihat api di Gunung Sinai. Saat mendekat, Allah Swt. memanggilnya dan mengangkatnya sebagai nabi. Allah memerintahkan Musa untuk berdakwah kepada Firaun dan Bani Israil, serta memberinya mukjizat tongkat yang bisa berubah menjadi ular dan tangan yang bersinar putih.
3. Dakwah Nabi Musa a.s. kepada Firaun
Nabi Musa a.s. dengan berani menghadap Firaun dan menyerukannya untuk beriman kepada Allah Swt. Firaun menolak dan menuduh Musa sebagai penyihir. Firaun menantang Musa untuk beradu sihir dengan para penyihirnya. Atas izin Allah, tongkat Musa menelan semua ular sihir mereka, membuat para penyihir mengakui kebenaran Musa dan beriman kepada Allah Swt. Namun, Firaun tetap sombong dan terus menentang.
4. Mukjizat dan Azab untuk Firaun
Allah Swt. menurunkan beberapa azab kepada kaum Firaun, seperti belalang, kutu, katak, darah, dan kekeringan. Namun, Firaun tetap tidak mau beriman. Puncak mukjizat adalah ketika Allah memerintahkan Musa untuk memukulkan tongkatnya ke laut, lalu Laut Merah terbelah menjadi dua. Bani Israil menyeberang dengan selamat, namun ketika Firaun dan pasukannya mengejar, mereka tenggelam di laut yang kembali menyatu. Ini adalah bukti nyata kekuasaan Allah Swt. yang tak terbatas.
5. Pelajaran dan Hikmah Kisah Nabi Musa a.s.
Kisah Nabi Musa a.s. mengajarkan banyak pelajaran. Pertama, pentingnya keberanian dan keteguhan iman dalam menghadapi kezaliman. Kedua, kesabaran dalam berjuang menegakkan kebenaran. Ketiga, Allah Swt. akan selalu menolong hamba-Nya yang beriman dan bertawakal. Keempat, setiap kezaliman pasti akan dihukum oleh Allah Swt. Kita harus meneladani sifat-sifat mulia Nabi Musa a.s. dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkuman: Kisah Nabi Musa a.s. adalah perjalanan hidup seorang nabi yang penuh perjuangan melawan kezaliman Firaun dan Bani Israil yang membangkang. Dari kelahirannya yang ajaib, penerimaan wahyu, mukjizat-mukjizat luar biasa seperti tongkat menjadi ular dan membelah laut, hingga kemenangan atas Firaun, kisah ini mengajarkan kita tentang kekuasaan Allah Swt., pentingnya keberanian, kesabaran, keteguhan iman, dan meneladani akhlak mulia dalam menghadapi tantangan hidup.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Firaun | Raja Mesir yang zalim dan mengaku sebagai Tuhan. |
| Bani Israil | Keturunan Nabi Ya'qub a.s., kaum Nabi Musa a.s. |
| Mukjizat | Kejadian luar biasa yang diberikan Allah kepada para nabi sebagai bukti kenabian. |
| Wahyu | Firman Allah yang disampaikan kepada para nabi dan rasul. |
| Tawakal | Berserah diri sepenuhnya kepada Allah setelah berusaha maksimal. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Kisah Nabi Musa" mata pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas IV ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
1 Peta Materi Pendidikan Agama Islam Kelas IV Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil5 dari 5 siap unduh
Iman kepada MalaikatModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap4 materi · siap dibuatkan
Iman kepada RasulBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPerilaku Jujur dan AmanahBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisBersuci dari Hadas Kecil dan BesarBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisKisah Nabi Ayub a.s. dan Nabi Musa a.s.Belum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMateri Pendidikan Agama Islam di kelas lain
KISAH HIJRAH NABI MUHAMMAD S.A.WPendidikan Agama Islam Kelas IV SDAsmaul husna(al-Gaffar,al-Wahhab,al-Fattah,al-Latif)Pendidikan Agama Islam Kelas IV SDAsmaul husna(al-gaffar,al-wahhab,al-fattah,al-latif),Salat Sunah rawatib,duha dan tahajudPendidikan Agama Islam Kelas IV SDHuruf Hijaiyah Bersambung (3 kata atau Lebih)Pendidikan Agama Islam Kelas IV SDLihat semua Modul Ajar Pendidikan Agama Islam Kelas IV →2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar Pendidikan Agama Islam Kisah Nabi Musa ini gratis?
Ya. Modul Kisah Nabi Musa untuk kelas IV SD dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Islam kelas IV langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar Pendidikan Agama Islam kelas IV ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Kisah Nabi Musa ini mengikuti Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, pada Fase B untuk kelas IV SD.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Kisah Nabi Musa untuk Pendidikan Agama Islam kelas IV di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Kisah Nabi Musa ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Pendidikan Agama Islam kelas IV SD berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah ini modul ajar Pendidikan Agama Islam kelas 4 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas IV dan kelas 4 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Kisah Nabi Musa pada Pendidikan Agama Islam SD, Fase B, elemen Al-Qur'an, Hadis, dan Sejarah Peradaban Islam.
Bisakah modul Kisah Nabi Musa ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Kisah Nabi Musa dapat Anda sesuaikan dengan murid Pendidikan Agama Islam kelas IV di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.